Wagub Kepri Apresiasi Pelatihan dan Sertifikasi Guru Al-Qur’an

BATAM (Hidayatullah.or.id) -– Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina apresiasi Hidayatullah Batam yang terus gulirkan kegiatan pelatihan belajar dan mengajar Al Qur’an serta berharap ini bisa menjadi standar untuk sertifikasi guru Al Qur’an.

Hal itu disampaikan Wagub Marlin di Kampus Pondok Pesantren HIdayatullah Batuaji, Batam. Di Ponpes Hidayatullah tersebut, Wagub Marlin membuka Pelatihan dan sertifikasi Guru Al-Quran. Pada kesempatan itu, Wagub Marlin juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama.

“Profesi guru selain harus memiliki kompetensi juga harus mendapatkan pengakuan atas kompetensi tersebut berupa sertifikasi. Saat ini sertifikasi merupakan modal yang sangat penting dan wajib dimiliki oleh para guru sesuai dengan bidang ajarnya,” kata Wagub Marlin di Aula Yayasan Pesantren Hidayatullah Batuaji, Senin, 1 Jumadil Akhir 1443 (3/1/2022).

Dalam kesempatan itu Wagub Marlin berterima kasih kepada para guru Al Quran yang terus mendidik anak-anak Kepri.

“Mereka berperan dalam mencetak generasi bangsa, dengan pondasi agama yang kokoh. Dengan memperkuat karakter agar terhindari dari berbagai pengaruh negatif,” imbuhnya.

Ketua TP PKK Kota Batam ini mendukung pelatihan dan sertifikasi seperti ini. Karena, jelasnya, ini merupakan inovasi yang bagus bagi para guru dalam meningkatkan kompetensi profesional pendidik khususnya tenaga pendidik Al Quran. Sehingga bisa menumbuhkan dan meningkatkan minat mempelajari Al-Quran sedini mungkin.

“Kemajuan teknologi memberi dampak positif dan negatif. Juga masuknya budaya yang tak dapat kita larang. Tapi kita bersama-sama siapkan diri dan generasi kita dengan karakter yang kuat untuk membentengi hal-hal yang negatif,” imbuhnya.

Menurut Ketua GOW Kota Batam ini, pondasi agama menjadi benteng yang harus dibangun sedini mungkin agar tidak mudah goyah dan dihancurkan. Al Quran dan Hadits menjadi penuntun sepanjang masa yang tidak lekang oleh zaman, katanya.

Wagub Marlin pun menyampaikan, anak-anak Kepri harus mendapatkan banyak ilmu, dari para guru. Sehingga dari Kepri selalu lahir dengan karakter dan akhlak yang kuat.

Wagub Marlin pun dengan berbagai organisasi yang diamanahkan padanya terus melakukan aktivitas pembinaan akhlak mulia. Terutama yang diikuti sejumlah ibu rumah tangga.

“Karena itu, sehebat apapun kalau tidak punya akhlak tak ada gunanya,” kata perempuan kelahiran Karimun ini.*/Umair Safaruddin