Rakerwil Aceh untuk Kuatkan Pengabdian Hingga Daerah Terluar dan Pelosok

ACEH (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) bertempat di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Nusa, Lhok Nga, Aceh Besar, yang dibuka pada Jum’at, 9 Jumadil Akhir 1443 (21/1/2022).

Ketua DPW Hidayatullah Aceh, Ustadz M. Choffadz, S.Ag dalam sambutannya mengatakan Rakerwil selain untuk melakukan evaluasi dan membahas derivasi program kerja, juga merupakan momentum konsolidasi dalam rangka menguatkan pengabdian keumatan Hidayatullah hingga ke daerah terpencil dan terluar di Aceh.

Dalam pembukaan acara Rakerwil tersebut dirangkai pula dengan peluncuran Program Pendirian 1001 Rumah Qur’an & Tebar 1001 Da’i Pedalaman. Program ini, dijelaskan Choffadz, adalah merupakan salah satu program utama yang diusung oleh Hidayatullah ditahun 2022.

Dia menuturkan bahwa diusungnya program ini adalah demi menjawab tantangan dakwah di Aceh, dimana menurut Kepala Dinas Syariat Islam Aceh DR. EMK. Alidar, S.Ag,. M.Hum, bahwa pemerintah saat ini tengah kesulitan mendapatkan dai yang mau diterjunkan ke daerah pedalaman dalam membina umat.

“Hidayatullah hadir di Bumi Serambi Mekkah ini adalah demi memenuhi kebutuhan umat yang mampu mencerahkan dan menyelesaikan problematika umat Islam,” imbuh Choffadz yang disambut dengan pekikan takbir dari seluruh peserta rapat.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh DR. EMK. Alidar, S.Ag,. M.Hum dalam sambutannya membuka secara resmi gelaran Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah tersebut, selain memaparkan sejumlah tantangan dakwah di kawasan, ia mengapresiasi eksistensi Hidayatullah yang senantiasa berkontribusi dalam membantu pemerintah Aceh, khususnya dalam kegiatan keagamaan ditengah masyarakat mulai dari perkotaan hingga ke perbatasan dan daerah terluar seperti Pulau Simeulue.

Ia pun mengapresiasi kerja kerja yang telah dilakukan Hidayatullah yang menjangkau semua lapisan dan terus teguh dalam melayani umat di bidang dakwah dan pendidikan, tanpa mengenal lelah.

“Hidayatullah yang memiliki jangkauan sangat luas dan keberadaan para dainya yang dikenal memiliki militansi yang kuat, tentu dapat menjadi landasan kuat untuk kebangkitan umat,” katanya ketika memberikan sambutan membuka acara tersebut.

Kadis Syariat Islam Aceh ini menilai Hidayatullah sebagai organisasi yang terus bergerak dinamis, berkiprah, mencerahkan ummat, begitu terasa manfaatnya, tidak saja bagi pemerintah tapi juga masyarakat Aceh pada umumnya.

“Hidayatullah itu salah satu ormas yang memiliki kader-kader militan, dan tidak pernah mengeluh, seperti salah satu dai Hidayatullah yang bertugas di Pulau Simeulue,” imbuhnya.

Kadis berharap, Rapat Kerja Wilayah ke-II Hidayatullah Aceh tahun 2022 ini berjalan lancar dan melahirkan program-program yang bermanfaat untuk semua lapisan masyarakat.

Pembukaan Rakerwil Aceh ini selain dihadiri oleh utusan dari DPP Hidayatullah Ust Syamsuddin, hadir pula dalam kesempatan tersebut jajaran Pemerintah Kota Aceh, pejabat dari unsur Polri dan TNI, pimpinan organisasi Islam Aceh, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.*/Wahid Hanif