Elie Aiboy dan Oktovianus Maniani Tukangi SSB Hidayatullah Jayapura

JAYAPURA (Hidayatullah.or.id) — Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah Jayapura meluncurkan secara resmi Sekolah Sepak Bola (SSB) untuk mewadahi santri dan umumnya talenta muda di Papua dalam mengembangkan bakat mereka di bidang olahraga sepak bola.

Peresmian bertempat di Kampus Madya Hidayatullah Holtelamp, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Jum’at, 26 Jumadil Akhir 1443 (28/1/2022) ini dilakukan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Hidayatulah, Abdul Ghaffar Hadi, sekaligus mendapuk mantan punggawa Timnas Indonesia yaitu Elie Aiboy sebagai pelatih kepala dan Oktovianus Maniani sebagai asisten pelatih.

Keduanya tidak asing lagi dalam kancah persepkbolaan nasional. Selain pernah menjadi andalan timnas Indonesia, Elie Aiboy juga pernah memperkuat PSB Bogor, Persipura Jayapura, Semen Padang, Persija Jakarta, Arema Malang, Persidafon Dafonsoro, PSMS Medan, Persih Tembilahan, dan Persip Pekalongan. Ia juga pernah bermain bagi Selangor FA di Malaysia.

Begitupun dengan Oktovianus Maniani. Okto, panggilan akrabnya, merupakan winger berbadan mungil namun amat disegani pemain lawan. Okto pernah cukup lama membela Timnas. Ia juga tercatat pernah memperkuat sejumlah klub papan atas seperti Persiba Balikpapan, Barito Putera, Sriwijaya FC, dan lainnya.

Dipercaya menukangi SSB Hidayatullah Jayapura, Elie Aiboy pun mengutarakan rasa terima kasih karena telah diberi kepercayaan membuka SSB ini dan membina anak anak muda terutama santri Hidayatullah dalam mengembangkan bakatnya mengolah si kulit bundar.

Aiboy pun menceritakan asal mulanya tertarik untuk melatih dan membuat SSB di Hidayatullah Holtekamp Kota Jayapura.

Ia bercerita, pada suatu hari ketika baru pulang dari Jawa, dia melihat ada lapangan yang representatif dan sangat indah di daerah Kampus Madya Hidayatullah Holtekamp Kota Jayapura.

Aiboy pun berdiskusi dengan salah satu ustadz bernama Habib Mussa’ad, dan selanjutnya bersepakat untuk membuka bersama-sama SSB Hidayatullah.

“Alhamdulillah disambut positif dan akhirnya dibukalah SSB Hidayatullah ini,” kata Aiboy yang muallaf sejak beberapa tahun lalu dan kini sedang selesaikan khatam membaca Al Quran.

Aiboy memiliki obsesi SSB Hidayatullah kelak menjadi akademi yang ketika klub profesional hendak kontrak pemain maka sepuluh persen keuntungan untuk yayasan.

Dia menambahkan, SSB atau akademi sepakbola ini nantinya bukan hanya berlatih tapi akan diikutkan kompetisi reguler liga 3 atau tournament.

“Kami yakin, akan lahir pemain profesional dari santri-santri ini yang sudah berbakat dan disiplin, tinggal memoles sedikit teknik dan skillnya,” tandas Aiboy semringah.

Disisi lain, Oktovianus Maniani mengatakan bahwa keinginannya untuk bergabung adalah untuk mencari bakat-bakat muda untuk bisa dilatih dan diasah kemampuannya dalam bermain secara tim maupun individu.

“Hati saya tergerak ketika melihat lapangan yang sangat bagus serta pasti keinginan adik-adik kedepannya berniat akan menjadi pemain bola yang bisa bersaing di tingkat Timnas Indonesia,” tuturnya.

Kampus Hidayatullah Jayapura memang memiliki lapangan sepak bola yang cukup standar baik ukuran maupun rumputnya. Letaknya pun sangat strategis yaitu di pinggir jalan raya. Okto Maniani termasuk yang penasaran dan tertarik dengan lapangan sepakbola pesantren ini.

Bahkan, ada pemain Persipura yang dari kecil berlatih di lapangan sepak bola Hidayatullah Jayapura yaitu Yustinus Pae. Yustinus pernah juga membela timnas, Bali United, dan saat ini bermain di Persipura sebagai bek.

Acara peluncuran diakhiri dengan pemberian baju seragam SSB Hidayatullah secara simbolis kepada Ketua DPW Hidayatullah Papua Ust Muallimin Amin, Ketua DMP Papua Ust Sudirman Ambal dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Holtekamp Kota Jayapura, Ust Muhammad Haeranzi.*/Ain, Absir