Rakerwil Hidayatullah Sulut Launching Program Tebar 10000 Al-Qur’an ke Pelosok

MINAHASA (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) bertempat di Tasik Resort Minahasa pada 27-28 Jumadil Akhir 1443/ 29-30 Januari 2022.

Rakerwil yang bertema “Konsolidasi Jatidiri, Organisasi, dan Wawasan Menuju Terwujudnya Standarisasi, Sentralisasi dan Integrasi Sistemik” ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ir. Candra Kurnianto sebagai pendamping acara.

Selain itu, Rakerwil dihadiri oleh 8 DPD dari 9 DPD yang ada, pengurus DPW, DMW, organisasi pendukung seperti Mushida, Pos Da’i, Pemuda Hidayatullah dan amal usaha.

Pada kesempatan tersebut di-launching program “Tebar 10.000 al-Qur’an se-Sulawesi Utara”. Program ini merupakan sinergi dan kolaborasi DPW Hidayatullah Sulut dengan Yayasan Wakaf al-Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH) dan Baitul Maal Hidayatullah (BMH).

“Alhamdulillah, kami bisa bersinergi dan berkolaborasi program dengan Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah dan BMH,” ujar Sekretaris DPW Hidayatullah Sulut, Ustadz Muhammad Taufikurrahman, S.Pd.I.

“Masih banyak TPA, majelis taklim, masjid dan pesantren di pelosok Sulawesi Utara ini yang sangat membutuhkan al-Qur’an dan buku Iqra’,” katanya.

Alhamdulillah, beberapa hari kemudian usai acara tersebut, para da’i langsung menyebar ke beberapa tempat untuk menyerahkan al-Qur’an.

Ada beberapa pesantren, TPA/TPQ, majelis taklim, masjid, dan mushala yang menerima manfaat program Tebar 10.000 Al-Qur’an se-Sulawesi Utara ini. Diantaranya, Pondok Pesantren Hidayatullah Desa Adow, Griya Tahfidz Al-Qur’an di Kecamatan Lolak, kampus Tahfidz International di Kelurahan Biniha, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, TPQ dan Majelis Taklim Muallaf Babussalam di Kampung Ambon, Kecamatan Likupang, Kabupaten Minahasa Utara.

“Alhamdulillah, saya sampaikan rasa terima kasih kepada Yayasan Wakaf Al-Qur’an Suara Hidayatullah atas pemberian al-Qur’annya. Semoga pahala jariyahnya terus mengalir kepada pewakaf, pengelola yayasan, dan para ustadz,” ujar Ratna M Lubis, Ketua TPQ dan MT Muallaf Babussalam.

Menurut Ratna, TPQ dan majelis taklim ini menjadi solusi bagi anak-anak dan muallaf untuk belajar agama. “Saat ini santri TPQ sekitar 40 orang, dan muallaf ada 30 orang,” imbuh Ratna.

Senada dengan Ratna, imam Masjid Babussalam juga menyampaikan ungkapan syukurnya. “Alhamdulillah, kami bersyukur mendapatkan al-Qur’an. Insya Allah al-Qur’an ini sangat bermanfaat bagi kami,” ujar Haji Bakri Basoa.

Kebahagiaan juga dirasakan oleh santri tahfidz Pondok Pesantren Hidayatullah Palaes dan Majelis Taklim Al-Qana’ah, Desa Palaes, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara.

Mereka senang mendapatkan al-Qur’an yang baru. Sehingga menambah semangat dalam mendalami al-Qur’an.

Selain itu, penerima manfaat wakaf al-Qur’an ini adalah masyarakat korban bencana banjir dan longsor di Kepulauan Sangihe.

“Untuk wilayah Minahasa Utara dan Sangihe, mayoritas penduduknya Nasrani,” ujar Taufikurrahman.

Menurutnya, para penerima manfaat wakaf al-Qur’an ini banyak berada di daerah yang masih kategori pelosok, dimana jarak dengan Ibukota kabupaten bisa memakan waktu 1 hingga 2 jam dengan kendaraan pribadi. Sebab, masih terbatas kendaraan umum.

Oleh karena itu, mari bantu mereka dengan berwakaf al-Qur’an,” pungkas Taufikurrahman.*/Dadang Kusmayadi