Safari Ramdhan DPW Hidayatullah Kepri di Bunda Tanah Melayu

LINGGA (Hidayatullah.or.id) — Tim safari Ramadhan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kepri yang bersinergi dengan BMH Kepri, tiba di Bunda Tanah Melayu, Kabupaten Lingga, Jumat, 13 Ramadhan 1443 H (15 April 2022).

Rombongan akhirnya tiba di Bunda Tanah Melayu setelah menempuh perjalanan sekira 3,5 jam dari Batam dengan menggunakan moda transportasi laut.

Perjalanan safari dakwah ke Lingga terasa istimewa bagi tim DPW karena dirangkaikan kunjungan ke kampung mualaf di pulau Kojong dan selat Kongki bersama tim Ekspedisi Kebaikan Zakat BMH Kepri.

Dari Daik, Lingga dibutuhkan waktu sekira 2 jam menggunakan kapal carter, karena kedua kampung mualaf tersebut tidak terkoneksi dengan sarana transportasi reguler.

Meski sedang berpuasa, tidak menyurutkan semangat untuk menyapa saudara seiman yang berada di pulau terpencil dan terisolir.

Ketua Departemen Dakwah DPW Hidayatullah Kepri, Ust Rahmat Ilahi Hadis menuturkan, safari ini merupakan program departemen Dakwah DPW bersinergi dengan BMH Kepri.

“Targetnya agar tarbiyah dan dakwah sebagai gerakan mainstream Hidayatullah dapat dirasakan oleh ummat di kawasan kepulauan Riau termasuk para mualaf di pulau-pulau terpencil,” kata Rahmat.

Rangkaian safari Ramadhan di Daik, Lingga diawali penyampaian tausiyah sebelum tarawih oleh para da’i dari DPW dan DMW di beberapa masjid; Ust Muhammad Hasan di masjid Darul Hikmah, Sawing, Ust Rahmat Ilahi Hadis di masjid Al Falah, kampung Bugis, Ust Maulana di Surau Seranggung dan Ust Mujahid M. Salbu di masjid Al Hira, Pangga Laut.

Safari Ramadhan diakhiri kunjungan ke pulau Kojong dan selat Kongki sekaligus menyalurkan amanah dari para donatur untuk para mualaf.

Branch Manager BMH Kepri, Abdul Aziz Elhaqqi mengatakan gerakan sinergi ini sebagai upaya memaksimalkan pelayanan kepada ummat khususnya para mualaf.

“Tidak hanya sebatas memberikan bantuan yang bersifat material tetapi juga pembinaan yang berkelanjutan sebagai benteng menjaga aqidah saudara-saudara mualaf kita,” pungkas Aziz.*/Jihos Andi