Bukber Hidayatullah Medan, KH Dr Arso Sampaikan 3 Spirit Ramadhan

MEDAN (Hidayatullah.or.id) — Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) KH Dr Arso, SH, MAg, menjadi narasumber dalam acara buka bersama dan sekaligus tabligh akbar bertajuk “Ramadhan Berkah, Buka Bersama di Pondok Pesantren Hidayatullah Medan” yang digelar di halaman Masjid Baitul Akbar Pondok Pesantren Hidayatullah Medan, Kamis sore, 20 Ramadan 1443 (21/4/2022).

Pada kesempatam taushiahnya, KH Dr Arso menyampaikan 3 hal berkenaan dengan spirit Ramdhan yang harus berupaya kita dapatkan.

Pertama, kata KH Dr Arso, adalah spirit takwa. Dia menekankan bahwa spirit takwa hendaknya menjadi buruan yang harus disergap kaum muslimin dengan penuh ketekunan ibadah agar menjadi pribadi yang muttaqin.

“Manakala kita bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan berikan keberkahan dalam hidup kita di dalam bulan Ramadhan maupun diluar bulan Ramadhan,” katanya sambil menukil firman Allah dalam Al Quran Surah Al-A’raf 7 Ayat 96:

“وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَا تَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَ خَذْنٰهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ”

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan”

Kedua, lanjutnya, adalah spirit untuk meraih keutamaan Ramadhan. Yakni, bagaimana kita bisa memperoleh Rahmat Allah, dihapus dosa dosa kita yang telah lalu dan yang akan datang, serta dikabulkan doa doa kita dan dilipatgandakan pahala setiap amalan kebaikan kita.

“Karena itu, sungguh celaka, orang yang datang kepadanya peluang dan kesempatan bulan Ramadhan tetapi ternyata ia tidak mendapatkan Rahmat-Nya. Aduhai, sungguh meruginya, dan betapa ia akan menyesalinya nanti,” katanya.

Ketiga, adalah spirit meraih prestasi dan kemenangan di Bulan Ramadhan. Arso menamsilkan prestasi itu sebagaimana yang terjadi pada perang Badar yang juga terjadi di bulan Ramadhan.

Dia menyebutlan, dalam perang Badar ini, Rasulullah SAW memimpin pasukan muslim dengan jumlah hanya 313 orang, 8 pedang, 6 baju perang, 70 ekor unta dan 2 ekor kuda. Sedangkan kaum kafir Quraisy berjumlah 1000 orang, 600 senjata lengkap, 700 unta dan 300 kuda.

“Alangkah tidak sebandingnya jumlah itu. Namun jangan dikira jumlah yang sedikit itu serta puasa mereka yang mereka jalankan, kemudian membuat mereka lemah dan loyo. Tidak!,” imbuhnya.

Dia menerangkan, meskipun diizinkan bagi mereka untuk berbuka, namun tetap saja ada banyak yang berpuasa dan ternyata kemenangan ada di pihak kaum muslimin ketika itu.

“Oleh karena itu jangan lewatkan hembusan rahmat-Nya di bulan suci penuh berkah ini kali ini,” sambungnya.

KH Arso pun mengajak merenung bahwa anggaplah ini adalah Ramadhan terakhir kita sehingga kita harus tingkatkan ibadah dan kejuangan kita. Karena kita toh juga tidak tahu, apakah kita masih diperkenankan oleh Allah SWT untuk kembali bertemu dengan bulan Ramadhan tahun depan.

Sehingga, dengan begitu, lanjut Arso, kita bisa menambah dan menambal amal shaleh kita yang jauh dari sempurna dan masih kurang. Di Ramadhan kali ini kita harus tingkatkan ibadah dan kejuangan kita.

“Manusia ini, di dunia ini, sebenarnya terbagi menjadi dua saja. Pertama, manusia yang mengundang rahmat-Nya, dan, Kedua, manusia yang mengundang laknat-Nya,” katanya.

Beliau selanjutnya berpesan kepada para santri dan warga Hidayatullah agar hendaknya menjadi manusia manusia yang berada do barisan hamba Allah yang mengundang Rahmat-Nya.

Lantas bagaimana cara mengundang rahmat Allah SWT? KH Arso mengatakan bahwa hal itu telah dijelaskan oleh Allah di dalam surat Taubat ayat 71:

وَا لْمُؤْمِنُوْنَ وَا لْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۘ يَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَيُطِيْعُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗ اُولٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. “Mereka akan diberi rahmat oleh Allah swt.” Sungguh, Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Disamping itu, beliau selanjutnya menyampaikan kultumnya selepas shalat jamaah Isya’ bersama santri dan warga. Dalam kultumnya KH Arso menyatakan kesannya setelah kurang lebih tiga jam berada di Pondok Pesantren Hidayatullah Medan ini.

Ia megaku merasakan dan mengamati suasana Pondok Pesantren Hidayatullah Medan ini. Selain suasanya yang teduh, rindang, sejuk oleh banyaknya pepohonan, ia juga mengapresiasi bahwa inilah tempat menangkal bala’.

Kalimat itu ia lontarkan disertai takbir yang kemudian dikuti oleh takbir seluruh jamaah yang mengema memenuhi ruangan masjid yang besar dan indah itu.

Arso mengaku terharu melihat para santri di dalam masjid. Santri di sana sini pegang Al Qur’an, dibacanya, shalat berjamaah di masjid,
sholat sunnah, damn juga pakaiannya serba putih.

“Mereka di sini selalu beribadah kepada Allah di masjid, mengaji, tadarraus, berdoa di masjid. Inilah yang akan menangkal bala’,‘” kata beliau.

Kemudian beliau menyitir sebuah hadits qudsi yang diambil dari Tafsir Jaamiul Bayan Li Ahkamil Qur’an oleh As – Syaikh Al Qurthuby ketika menafsirkan Surat An-Nur ayat 36 hingga 38, yang berbunyi:

فِيْ بُيُوْتٍ اَذِنَ اللّٰهُ اَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيْهَا اسْمُهٗ ۙ يُسَبِّحُ لَهٗ فِيْهَا بِا لْغُدُوِّ وَا لْاٰ صَا لِ

“(Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang” (QS. An-Nur 24: Ayat 36)

رِجَا لٌ لَّا تُلْهِيْهِمْ تِجَا رَةٌ وَّلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَاِ قَا مِ الصَّلٰوةِ وَ اِيْتَآءِ الزَّكٰوةِ ۙ يَخَا فُوْنَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيْهِ الْقُلُوْبُ وَا لْاَ بْصَا رُ

“Orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual-beli dari mengingat Allah, melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat),”
(QS. An-Nur 24: Ayat 37)

لِيَجْزِيَهُمُ اللّٰهُ اَحْسَنَ مَا عَمِلُوْا وَيَزِيْدَهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ ۗ وَا للّٰهُ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَآءُ بِغَيْرِ حِسَا بٍ

“(mereka melakukan itu) agar Allah memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas.” (QS. An-Nur 24: Ayat 38)

Di dalam tafsirnya, Al Qurthuby menyitir sebuah hadits qudsi sebagai berikut:

قال مالك بن دينار: بلغنا أن الله عز وجل يقول: «إني أهم بعذاب خلقي، فأنظر إلى جلساء القرآن وعمار المساجد، وولدان الإسلام، فيسكن غضبي»

Malik bin Dinar berkata , telah sampai kepada kami bahwa Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Aku (Allah) betul-betul ingin mengazab makhlukku ( ummat manusia ) , akan tetapi kemudian Aku melihat majlis Al – Qur’an ( membaca, mempelajari, mentadabburi ,mengkaji Al Qur’an ) , Aku melihat orang – orang yang memakmurkan masjid , dan Aku melihat anak- anak muslim ( generasi muslim ) , maka serta merta meredalah murkaKu ( padamlah AmarahKu)” ( Tafsir Jamiul Bayan Li Hakamil Qur’an).

Maka dengan berapi api beliau meninggikan suaranya yang lantang, meskipun beliau sudah berusia 81 tahun:

“Saya melihat, disinilah tempat menangkal bala’ dan bencana itu. Saya yakin inilah tempat yang mengundang berkah itu. Maka kalian wahai para santri, tetaplah semangat belajar di tempat ini, jadilah kalian para pejuang. Jadilah kalian hamba Allah yang shaleh, teruslah kalian belajar dan beribadah kepada Allah. Kalian akan dimuliakan oleh Allah,” demikian pesan beliau yang diikuti sekali lagi gempita takbir para jamaah dan santri”.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan kepada kita semua bahwa hari ini sedang terjadi usaha pendangkalan aqidah, pelemahan ibadah, dan pendagrasian moral.

“Oleh karena itu kita harus menyiapkan kader kader yang tangguh untuk membendung usaha tersebut,” tandasnya.

Pada kesempatan buka bersama ini turut hadir Ketua DPW Hidayatullah Sumut Ust Subur Pramudya beserta sejumlah jajaran, Ketua Yayasan Hidayatullah Medan Ust Ali Ibrahim Akbar beserta staf yayasan serta guru dan pengasuh.*/Choirul Anam