Wakil Ketua MUI Provinsi Sumut Serukan Sinergitas Dakwah

MEDAN (Hidayatullah.or.id) — Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) KH Dr Arso, SH, MAg, menyampaikan kebanggaannya kepada Kampus Hidayatullah Medan atas kiprahnya selama ini dan menyerukan hendaknya terus mengeratkan sinergi untuk bersama teguh di jalan dakwah.

KH Dr Arso menyampaikan itu saat menjadi narasumber dalam acara buka bersama dan sekaligus tabligh akbar bertajuk “Ramadhan Berkah, Buka Bersama di Pondok Pesantren Hidayatullah Medan” yang digelar di halaman Masjid Baitul Akbar Pondok Pesantren Hidayatullah Medan, Kamis sore, 20 Ramadan 1443 (21/4/2022).

Pada kesempatan tersebut, KH Arso melaporkan ihwal terobosan MUI Sumut yang menggulirkan program “Pendidikan Tinggi Kader Ulama” yang fokus belajarnya adalah mendalami ilmu keislaman terutama penguasaan bahasa Arab dan kitab kuning.

Arso menyebutkan, semua biaya pendidikan program tersebut mulai dari fasilitas asrama, makan dan biaya hidup, serta kitab-kitabnya ditanggung penuh oleh MUI. “Alhamdulillah tahun ini ada 24 orang mahasantri yang sedang menyelesaikan tugas belajarnya,” katanya.

Para alumni program pendidikan MUI Sumut tersebut diterjunkan ke daerah daerah minoritas yang membutuhkan para da’i untuk mengembangkan sayap dakwah disana. Diantaranya dikirim ke Pulau Samosir Kabupaten Simalungun.

Karena tantangan dakwah yang cukup luas dengan beragam dinamikanya, KH Dr Arso pun berharap Hidayatullah juga terus menguatkan gerakan dakwah di pedalaman tersebut. “Semoga Hidayatullah juga turut andil mengirimkan dai dainya ke sana,” katanya.

Arso mengatakan, ia sebenarnya baru saja pulang dari mengunjungi daerah binaan MUI di pulau Samosir tersebut yaitu tepatnya di desa Panguluran. Beliau menceritakan bagaimana kondisi ummat Islam di sana yang minoritas.

Arso menyebutkan, sekira 50 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1972, ia pernah datang kesana pertama kalinya dalam rangka dakwah.

“Ketika itu ummat Islam di sana hanya memiliki mushalla kecil yang lantainya belum disemen, jorok dan kotor, terkesan tidak terurus, karena memang hampir tidak pernah ditempati untuk shalat warganya. Namun sekarang sudah berubah menjadi masjid besar bahkan bertingkat. Ada madrasahnya dan ada rumah ustadznya atau imam,” kata ulama ini penuh haru.

Hingga kini MUI Sumatera Utara masih juga mengirimkan tenaga da’inya ke sana yang diambil dari alumni Pendidikan Tinggi Kader Ulama yang dikelola MUI Sumatera Utara.

“Tidak hanya di Samosir, MUI Sumut juga mengirimkan dai sebanyak 15 orang tahun ini, ke tanah Karo untuk mengembangkan dakwah Islam di sana,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Anggota Dewan Fatwa Pengurus Besar (PB) Al Washliyah ini menyapa para santri dan pengurus Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Medan, Sumatera Utara. Dia mengungkapkan rasa bangganya kepada kader Hidayatullah Medan karena pengurusnya adalah generasi muda semua.

“Jarang sebuah pesantren yang dikelola oleh kaum muda,” katanya seraya berpesan kepada semua kader Hidayatullah agar jangan segan segan bersilaturrahmi dengan MUI karena MUI adalah rumah besar umat Islam.

Selaku petinggi MUI di kawasan yang masyhur dengan senandung “Mar Sipature Hutana Be”, Arso juga menginformasikan dan mengundang ormas Islam hadir dalam agenda rumah besar umat Islam itu dalam beberapa waktu ke depan diantaranya bersilaturrahim dengan Gubernur.

“Semoga pengurus Pesantren Hidayatullah dan perwakilan dari Pimpinan Wilayahnya bisa turut hadir dalam acara tersebut nantinya,” katanya.

Berkaitan dengan momentum Ramadhan, KH Arso menyampaikan pesan pesan spiritual yang menggugah para santri dan warga Hidayatullah. Beliau menyitir sebuah hadits Nabi Shallallaahu Alaihi Wasallam yang berbunyi:

“أتاكم رمضانٌ ، شهرُ بركةٍ ، يغشاكم اللهُ فيه ، فَيُنزِلُ الرحمةَ ، ويَحُطُّ الخطايا ويَستجيب فيه الدعاءَ ، وينظر اللهُ تعالَى إلى تنافُسِكم فيه ، ويُباهي بكم ملائكتَه ، فأَرُوا اللهَ من أنفُسِكم خيرًا ، فإنَّ الشَّقِيَّ من حُرِمَ فيه رحمةَ اللهِ عزَّ وجلَّ.” أخرجه الطبراني

“Telah datang kepada kamu sekalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan. Bulan dimana Allah SWT mengunjungi kalian, kemudian Dia menurunkan Rahmatnya, Allah hendak menghapus dosa – dosa kalian, Allah hendak mengabulkan do’a kalian, Allah hendak melihat kalian berlomba – lomba dalam kebaikan didalamnya, dan Allah membangga – banggakan kalian dihadapan para malaikatNya. Oleh karena itu tampakkanlah oleh kalian akan kebaikan kalian kepada Allah. Karena sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang tidak mendapatkan Rahmatnya Allah SWT. (Saat Allah membagi rahmatNya di bulan Ramadhan ini)” (HR. Tabraniy).

“Ramadhan telah menaungi kita. Ramadhan bagaikan tenda yang menaungi kita. Marilah kita masuk ke dalam tenda Ramadhan untuk Meramadhankan diri kita, meramadhankan hidup kita, meramadhankan siang dan malam kita yang kita lalui. Kerja dan istirahat kita harus bernilai Ramadhan,” katanya beramanat.*/Choirul Anam