Semarak Silaturrahim Syawal Hidayatullah Sulsel Teguhkan Komitmen Kader

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Ada yang unik di Hidayatullah Sulsel, takbir Ied 1443 H masih menggema. Buras masih banyak. Nasu Palekko dan opor ayam, juga masiih hangat.

Tapi sore itu, di 1 Syawal itu, Kader Hidayatullah Sulsel tidak mudik. Mereka harus berkumpul di kampus Hidayatullah Parepare untuk menggelar silaturahmi Syawal, 2-3 Syawal 1443 H.

Para kader Hidayatullah Sulsel dapat warning. Dilarang pulang kampung sebelum melakukan silaturahmi Syawal. Pertemuan perdana tercepat, setelah Idul Fitri.

“Kader-kader dan pengurus inti Hidayatullah Sulsel wajib ikuti silaturahmi Syawal sebelum pulang kampung,” ujar Sekretaris DPW Hidayatullah Sulsel, Sumaryadi, S.Pd.I, dilansir HidayatullahSulsel.com.

Silaturahmi Syawal Hidayatullah Sulsel diikuti oleh seluruh pengurus DPW Hidayatullah Sulsel, pengurus DPD se-Sulsel, dan Kampus Madya Hidayatullah se Sulel. Hadir pula pengurus Kampus Utama Hidayatullah Makassar.

Selain itu, hadir pula organisasi-organisasi pendukung Hidayatullah Sulsel, seperti Pemuda Hidayatullah Sulsel, Muslimat Hidayatullah Sulsel, dan seluruh amal usaha tingkat wilayah. Acara silaturahmi yang digelar 2-3 Syawal ini, dihadiri oleh 23 DPD Hidayatullah seSulsel. DPD Hidayatullah yang tidak sempat hadir, adalah DPD Toraja Utara.

Silaturahmi kader Hidayatullah Sulsel pada 2 Syawal ini sudah menjadi rutinitas tahunan. Silaturahmi Syawal ini awalnya dicetuskan oleh Ketua DPW Hidayatullah Sulsel periode lalu, Ustad Mardhatillah. Dan terus dilanjutkan oleh Ketua DPW Hidayatullah Sulsel saat ini Ust Drs Nasri Bukhari MPd.

Syawalan Hidayatullah Sulsel 1443 H ini mengangkat tema: Teguhkan Jati diri Kader; Merekatkan Ukhuwah dan Mengokohkan Jama’ah, secara khusus menghadirkan Ustad Abdurrahman dari Hidayatullah Surabaya.

Ustad Abdurrahman, adalah salah seorang pendiri Hidayatullah Surabaya. Ia juga mantan Ketua DPP pertama Hidayatullah, periode 2000-2005. Saat ini menjabat sebagai anggota Badan Pertimbangan Hidayatullah.

Dalam taushiyahnya, Ustad Abdurrahman menegaskan, tentang pentingnya semangat jihad para kader dalam mengemban amanah di Hidayatullah.

“Keterlibatan kita di lembaga ini, adalah dalam rangka jihad. Mengurus pondok dan organisasi ini harus penuh dengan semangat jihad,” ucapnya.

Ia menegaskan, meskipun dalam mengelola amal usaha atau yayasan yang sudah bergelimang materi, tapi para kader harus tetap menjaga spirit dan nawaitu jihadnya.

Ustad Nasri Buhari, selaku Ketua DPW Hidayatullah Sulsel menjelaskan acara ini sebagai ajang silaturahim pasca Ramadhan. Juga untuk menyerap aspirasi dan inspirasi, setelah bulan suci Ramadhan. Selain itu juga untuk menguji komitmen para kader.

“Acara ini untuk menguji komitmen para kader Hidayatullah Sulsel, juga untuk menyerap inspirasi kader selama bulan suci Ramadhan. Jika ada kader yang tidak hadir tanpa alasan syar’i, akan menjadi catatan tersendiri,” ungkap mantan ketua DPW Sultra periode lalu ini.

“Kami berharap, semua kader tetap hangat, dan semangat dalam menjalankan amanat organisasi. Dan Ramadhan kali ini, bisa menjadi inspirasi sukses para kader dalam mengemban amanah” jelasnya.

Silaturahmi kali ini juga mendapat penguatan spirit dari tiga tokoh senior Hidayatullah Sulsel; Ustad Abdul Majid, (Ketua Dewan Murabbi Wilayah Hidayatullah Sulsel), Ustad Ahkam Sumadiana (instruktur nasional Hidayatullah), dan Ustad Ir Abdul Aziz Qahhar Dewan Pertimbangan, yang memberikan pencerahan secara online, langsung dari kota Jeddah.*/Sarmadani Karani