BMH-SAR Hidayatullah Kirim Logistik untuk Korban Gempa daerah Terisolir di Sulbar

MAMUJU (Hidayatullah.or.id) — Simpul sinergi tim gabungan BMH dan Tim SAR Hidayatullah Sulawesi Barat bergerak menuju dusun Salunangka, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jum’at, 11 Dzulqaidah 1443 (10/6/2022).

Keberangkatan tim ini dalam rangka mendistribusikan bantuan logistik berupa sembako kepada korban terdampak gempa berkekuatan 5.8 Magnitudo kedalaman 43 kilometer barat daya berpusat di Mamuju, Sulawesi Barat dengan kedalaman 10 kilometer.

Ketua Perwakilah Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Sulawesi Barat Rahmat Wijaya, menjelaskan aksi kemanusiaan pendistribusian bantuan itu adalah aplikasi asesmen sehari sebelumnya.

Menariknya, perjalanan menuju dusun yang terbilang terisolir diantarai perbukitan dari dusun lainnya itu bertemu dengan beberapa orang yang sedang menandu pasien dari rumah sakit.

Sontak, dari tim relawan gabungan BMH–SAR Hidayatullah dengan sigap mengambil bagian untuk mengangkat tandu sederhana yang terbuat dari kursi kayu yang dirakit dengan bambu agar pasien tetap dalam posisi duduk.

Diketahui pasien bernama Lilis (17 tahun) yang harus ditandu paska operasi caesar kelahiran anak pertamanya di Rumah Sakit Regional Mamuju.

Lilis yang dalam kondisi lemas itu memilih ditandu di jalan berbatu, melewati daerah perbukitan menuju dusun Salunangka tempat ia tinggal dari pada harus menaiki mobil bak terbuka milik warga.

“Dia pilih ditandu dari pada harus naik mobil bak terbuka,” ujar Hadik, orangtua pasien yang juga kepala dusun Salunangka.

Masih meurut kepala dusun tersebut, di jalan yang bagus saja mobil terebut sering mogok dan suspensinya bermasalah. “Apalagi jalan seperti ini,” katanya sambil menunjuk ke kondisi jalan berbatu dan mendaki.

Kondisi itu membuat keluarga memilih menandu Lilis meski harus menempuh jarak sekira 2 kilometer dengan kondisi jalan berbatu.

Tim gabungan selanjutnya shalat Jumat di Masjid Nurul Amin, satu satunya masjid di dusun tersebut dalam kondisi yang sudah mengkhawatirkan. Tak ada pilihan lain, tidak ada tempat lain yang layak untuk dipakai shalat selain tempat tersebut.

Sementara itu, jarak dengan dusun lain lumayan jauh sehingga warga harus tetap melaksanakan shalat jumat sembari waspada jika seketika gempa memmaksa mereka bubar.*/Bashori