Halaqah Gabungan Hidayatullah Sumatera Selatan dan Jambi

OGAN ILIR (Hidayatullah.or.id) — Kampus Hidayatullah Ogan Ilir menjadi tuan rumah halaqah gabungan Sumatera Selatan dan Jambi. Kegiatan ini dilaksanakan dua hari Kamis dan Jumat, 24-25 Dzulqaidah 1443 (23-24/6/2022).

Halaqah gabungan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Tuan rumah dipergilirkan secara pergantian di kampus DPD yang ditunjuk dan siap.

Ada motivasi juga dari tuan rumah untuk memperbaiki kampusnya dan memberikan pelayanan kepada saudara-saudaranya. Memberikan motivasi berharga kepada kader-kader dengan sharing pengalaman.

Menurut Ust Lukman Hakim, S.Sos.I, M.H.I sebagai ketua DPW Sumatera Selatan, halaqah gabungan ini sebagai kegiatan yang penting bagi semua anggota, kader dan pengurus Hidayatullah.

“Selain untuk silaturahim juga evaluasi program DPD-DPD,” kata Lukman perihal agenda triwulan ini.

Tema dalam halaqah gabungan ini adalah konsolidasi jatidiri melalui disiplin halaqah. Dia menambahkan, diharapkan setelah halaqah gabungan ini meningkat jumlah anggota halaqah dan lebih semangat berhalaqah.

Dalam halaqah gabungan kali ini mengundang Wakil Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah Ust Abdul Ghofar Hadi, S.Sos.I, M.S.I untuk menjadi salah satu pemateri.

Dalam sambutannya, Ghofar mengapresiasi halaqah gabungan ini sebagai kegiatan yang terus dikuatkan. “Ini bagus untuk silaturahim, update dan upgrading kepada seluruh kader Hidayatullah,” katanya.

Agenda ini juga menjadi momen istimewa dalam rangka update informasi perkembangan Hidayatullah secara umum dan secara khusus di daerah-daerah. Selain itu, juga wadah upgrade untuk peningkatan kemampuan dan pengetahuan kader tentang keislaman dan manhaj kelembagaan.

Dalam kesempatan tersebut, Ghofar menyampaikan materi urgensi memahami histori bagi jati diri Hidayatullah. Ia mengatakan, seorang kader tidak bisa memahami jati diri Hidayatullah jika tidak memahami sejarah perjalanan Hidayatullah dari awal hingga perubahannya.

“Fase-fase perubahan Hidayatullah dari awal berdiri hingga tersebar ke seluruh pelosok nusantara harus dipahami. Perubahan dari pesantren, organisasi sosial menjadi organisasi massa,” kata kandidat doktor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau ini.

Ghofar berharap, dengan beragam program dan kiprahnya, semoga Hidayatullah di Sumatera Selatan dan Jambi bisa terus berkembang dan solid untuk terbangunnya peradaban mulia untuk Indonesia yang maju dan bermartabat.

Selanjutnya materi kedua disampaikan oleh Ust Joko Mustofa, ketua Dewan Murobbi Wilayah Sumatera Selatan dan Jambi. Ia menyampaikan tentang Sistematika Wahyu dalam jatidiri Hidayatullah.

Joko membahas Sistematika Wahyu dari sisi kajian atau dirasiyah, sisi aplikasi atau tatbiqiyah, dan sisi gerakan atau manhajiah.

Peserta halaqah sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Meski lokasi Hidayatullah Ogan Ilir jauh dari pemukiman, terletak di tengah kebun sawit. Sulit sinyal internet dan terbatas fasilitasnya. (ybh/hio)