Geliat Layanan Dakwah dan Pendidikan Hidayatullah Tulungagung

TULUNGAGUNG (Hidayatullah.or.id) — Selain dikenal dengan kulinernya yang memiliki julukan istimewa sebagai Kota Seribu Warung Kopi, Kabupaten Tulungagung juga dikenal dengan masyarakatnya yang guyub dan luwes. Hidayatullah pun telah hadir kota ini dengan sambutan yang baik.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Tulungagung, Ust Muhammad Arifin, mengatakan saat ini Hidayatullah terus memantapkan gerakannya terutama dalam dedikasinya dalam pelayanan umat di bidang dakwah dan pendidikan yang menjadi mainstream gerakan Hidayatullah.

“Masih banyak program kerja yang menjadi PR kami di DPD Hidayatullah Tulungagung ini, semoga bertahap terselesaikan,” kata Arifin yang ditemui di Komplek Yayasan Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Nurul Iman, Jln Sultan Agung, Gang V Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Ahad, 4 Dzulhijjah 1443 (3/7/2022).

Sebagaimana lainnya, dinamika dakwah Islam melalui Hidayatullah di setiap daerah-daerah memang berbeda-beda tantangannya. Semua memiliki karakteristik dan kultur masyarakat yang berbeda. Sehingga memerlukan pendekatan dan metode yang berbeda untuk melaksanakan program tarbiyah, dakwah, termasuk gerakan sosial dan ekonomi.

Selain bergerak di bidang dakwah dalam pembinaan umat, sosial, dan pemberdayaan, Hidayatullah Tulungagung kini mengelola sejumlah amal usaha di bidang pendidikan.

Arifin menjelaskan, Hidayatullah Tulungagung memiliki tiga amal usaha yayasan pendidikan. Ketiganya memiliki sejarah yang berbeda dan fokus kerja yang berbeda juga.

Dalam perjalanannya, kata dia, sebenarnya Hidayatullah Tulungagung pernah mengalami kemajuan, terutama dalam bidang pendidikan. Tapi ada permasalahan yang membuat jatuh bangun lagi. Sehingga kerja keras untuk meraih kesuksesan kembali.

Adapun amal usaha pendidikan tersebut, yaitu, Pertama, Yayasan An Nasrh, yang terletak di bilangan Cuwiri, Sidorejo, Kecamatan Kauman. An Nashr memiliki amal usaha TPA, KBTK, dan Sekolah Dasar Integral (SDI).

“Muridnya sudah seratus lebih, terus melakukan perluasan lahan dan pembangunan sarana,” kata Arifin.

Letak lokasi Yayasan An Nasrh cukup strategis untuk terus dikembangkan. Kepercayaan masyarakat juga mulai terbangun dengan animo pendaftaran santri baru yang selalu meningkat.

Kedua, ada Yayasan Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Nurul Iman di Ketanon Kedungwaru. Amal usaha ini dikhususkan untuk kegiatan sosial atau menfasilitasi anak yatim piatu dan tidak mampu untuk tetap bisa belajar.

“Santrinya usia SMP putra tapi jumlahnya belum banyak. Tidak dipungut biaya,” terang Ketua Yayasan Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Nurul Iman, Ust Giyarno.

Giyarno yang merangkap ketua BMH Tulungagung mengaku sedang juga bergairah untuk memajukan pendidikan di Nurul Iman ini. Di pondok ini ada pembelajaran tahfidz al Qur’an, hadist, bahasa Arab, dan diniyyah. Ada skill memanah juga dilatihkan kepada para santrinya.

Di lokasi Nurul Iman, ada fasilitas mushala An-Nadhifah yang dibangunkan oleh keluarga ibu Nadzifah. Ada pula asrama, kelas sekolah dan kantor. Meski ada di tengah lokasi perkampungan tapi kondusif.

Kemudian amal usaha yang Ketiga, ada Surya Melati Hidayatullah yang biasa disingkat SMH. Sekarang ini SMH dikerjasamakan dengan Ar Rahmah Putri Malang untuk pengembangannya.

“Terutama kerjasama pembangunan fasilitas kelas dan asrama, manajemen, dan kurikulum untuk pendidikan SMP,” jelas pengurus Surya Melati Hidayatullah Tulungagung Ust Umar Tauhid.

Selain itu, di SMH Tulungagung juga sudah ada pendidikan TK dan SD. Lokasi cukup luas dan terus diperluas dengan pembebasan areal sekitar pondok. Ada 9 rumah tangga yang tinggal di kampus SMH.

Umar Tauhid yang diamanatkan di SMH Tulungagung memiliki banyak pengalaman namun masih tetap perlu tim kuat. Sebelumnya ia mengawal SMH ini bersama almarhum Ust Basori.

Kendala kurangnya Sumber Daya Insani (SDI) menjadi PR tersendiri bagi Hidayatullah Tulungagung. Banyak amal usaha dan peluang besar untuk mengembangkan lebih bagus lagi. Itu tantangan menarik untuk membangun soliditas tim, melakukan rekrutmen, merawat dan pembinaan anggota.*/Abdul Ghofar Hadi