Pelatihan Guru Ngaji GRAND MBA se-Provinsi Bengkulu

BENGKULU (Hidayatullah.or.id) — Gerakan Nasional Dakwah Membaca dan Belajar Al Qur’an (Grand MBA) bersama Persaudaraan Dai Indonesia (Posdai) bersinergi dengan Grand MBA, BMH, MQH, dan RQH menggelar pelatihan guru ngaji bertajuk Dauroh Muallim Se-Provinsi Bengkulu yang dibuka pada Kamis, 15 Dzulhijjah 1443 (14/7/2022).

Daurah Mauallim Se-Provinsi Bengkulu yang mengangkat tema “Menjadi Guru Al-Qur’an yang Berkualitas dan Profesional” ini digelar intensif selama 2 har bertempat di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Bengkulu Jl. Halmahera, Surabaya, Kec. Sungai Serut, Kota Bengkulu.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yakni Ketua Departemen Dakwah dan Penyiaran DPP Hidayatullah Ust Shohibul Anwar, Koordinator Pusat Grand MBA Ust Agung Tranajaya, Lc, M.Si, dan Ketua Korps Mubaligh Hidayatullah Pusat, Ust Iwan Abdullah.

Ketua Panitia Daurah Mauallim Se-Provinsi Bengkulu Ust Titi Arpani mengatakan pelatihan ini digelar sebagai bagian dari upaya untuk tingkatkan kapasitas guru ngaji untuk menguatkan program Gerakan Nasional Dakwah Membaca dan Belajar Al Qur’an (Grand MBA).

“Dengan kapasitas guru yang memadai, para muallim memiliki kualitas sebagai guru Al-Qur’an dalam mengelola Rumah rumah Qur’an agar profesional dan terkelola dengan baik,” kata Arpani.

Ia menyebutkan, program ini juga sejalan dengan agenda Grand MBA untuk menguatkan standarisasi muallim dengan harapan para muallim mampu mengembangkan rumah rumah dan majlis Qur’an di tempat daerahnya masing masing.

Selain teori dan praktek, kegiatan yang diikuti 25 peserta perwakilan calon muallim dari berbagai daerah di Bengkulu ini mendapatkan materi terkait matrikulasi dan kiat mengajar dengan metode Al-Hidayah, Grand MBA dan materi Bina Aqidah.

Salah seorang peserta daurah Ust Badrussalam dari Kabupaten Lebong mengatakan sangat terkesan dengan kegiatan. Menurutnya, pelatihan ini penting sebab menambah wawasan, ilmu, dan pengalaman sehingga menjadi bekal bermanfaat baginya saat kembali mengabdi di masyarakat.

“Sangat memberikan pengetahuan dan Ilmu berkaitan dengan manajemen pengelolaan Rumah Qur’an. Saya berharap agar dauroh Muallim seperti ini menjadi agenda rutin setiap 3 bulan sekali,” kata Badrussalam semringah.*/Ain