Asesmen DPW Hidayatullah Jawa Tengah oleh Wasekjen

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) — Salah satu program Bidang Pembinaan dan Pengembangan Organisasi (BBPO) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah adalah asesmen seluruh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah. Tujuannya adalah untuk standarisasi organisasi, program kerja dan performance DPW.

Asesmen dilakukan di 34 provinsi dengan 16 asesor yang dijadwalkan selama satu pekan dengan waktu akhir pekan.

Asesmen DPW Hidayatullah Jawa Tengah dilakukan oleh Wakil Sekretaris Jenderal I DPP Hidayatullah Ust. Abdul Ghofar Hadi. Asesmen dilakukan di Hotel Candi Indah Semarang karena kantor DPW senang direnovasi total.

Ketua DPW Hidayatullah Jawa Tengah Ust. Ali Subur menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya ingin melakukan evaluasi diri terhadap organisasi DPW.

“Tapi tidak tahu bagaimana caranya. Maka, ketika digulirkan program asesmen DPW, saya sangat bersyukur dan serius mempersiapkannya,” katanya di Semarang, Ahad, 19 Rabiul Akhir 1444 (13/11/2022).

Ali berpesan kepada seluruh pengurus DPW Jawa Tengah untuk maksimalkan persiapan dan menyampaikan semua perihal apapun yang diperlukan oleh asesor dalam rangka untuk peningkatan mutu ini.

Sementara itu Wakil Sekretaris Jenderal I DPP Hidayatullah Ust. Abdul Ghofar Hadi menyampaikan bahwa langkah asesmen yang dilakukan bukan untuk semata penilaian namun sebagai medium untuk memastikan standar demi kemajuan langkah.

“Asesmen bukan masalah nilai atau penghargaan tapi memastikan bahwa ada standarisasi dalam menjalankan roda organisasi,” kata Abdu Ghofar.

Alhamdulillah proses asesmen berjalan dengan lancar. Berbagai catatan menjadi PR seperti penyelesaian kantor agar program-program organisasi bisa berjalan normal kembali. Asesmen di Jawa Tengah ini juga menyoroti soal pendataan yang dinilai masih belum memadai terutama terkait seperti data SDI dan aset.

“Namun secara umum DPW Jawa Tengah dari sisi pendidikan sudah on the track. Hanya perlu percepatan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitasnya sepertimMenghadirkan sekolah unggulan di Jawa Tengah untuk menjadi pendidikan pilihan yang diunggulkan bagi umat Islam,” katanya.

Pergerakan dakwah DPW Jawa Tengah dinilai sudah ada, namun perlu lebih dikuatkan dari sisi tata kelola, penataan peta dakwah, profesionalisme, dan penguatan personal dai dan mubaligh yang sudah cukup memadai.

Selain itu, menurut Ghofar, bidang ekonomi juga perlu kerja keras untuk menuju penerapan sistem yang sinergis, masif, dan berkemandirian. Sehingga anggaran program organisasi bisa meningkat karena naik pemasukan organisasi.

“Diperlukan kreatifitas, kerja sama, dan kolaborasi dengan para pengusaha dalam mengembangkan ekonomi mandiri,” imbuhnya.

Dia menambahkan, secara umum ada harapan besar bagi Hidayatullah di Jawa Tengah untuk berkembang lebih baik lagi ditengah dinamika tantangan dakwah dan pendidikan dewasa ini yang didukung oleh potensi dan komitmen dari pengurus untuk terus berkembang.

“Dengan asesmen diharapkan ada motivasi besar untuk berbenah dan maju,” tandas Ghofar.

Asesmen verifikatif dan administratif ini dilanjutkan dengan asesmen Kampus Madya Al Burhan Hidayatullah Semarang dan Kampus Madya Al Aqsho Hidayatullah Kudus. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar dan baik.*/Yacong B. Halike