KMH Harapkan Para Da’i Dapat Terkorodinir Dengan Baik

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Koprs Mubuligh Hidayatullah mengadakan koordinasi serta rapat kerja pertama bertempat di gedung pusat Dakwah Hidayatullah pada rabu (28/4/21). Iwan Abdullah selaku ketua korps mubaligh Hidayatullah mengucapkan rasa syukurnya atas terlaksananya konsolidasi korps mubaligh Hidayatullah.

“Alhamdulillah,kami sangat bahagia atas terlaksananya kegiatan ini. Tentunya dengan adanya KMH ini diharapkan para da’i kita dapat terkorodinir dengan baik. Sehingga nantinya tidak ada dai yang tidak di akses Umat” jelas Iwan.

Iwan menjelaskan, setidaknya ada 133 da’i yang berdomisili di area Jakarta, Depok dan Bogor. Tentunya hal ini akan menjadi pekerjaan rumah bagi KMH untuk memberikan kordinasi kepada para da’i untuk terjun ke Masyarakat.

“Setidaknya menurut data yang ada, sudah ada 133 da’i yang ada di tiga daerah , tentunya ini menjadi tantangan serta sekaligus menjadi peluang kita semua supaya para da’i kita bisa di akses masyarakat apalagi di bulan Ramadan”

Menurut Iwan, penting untuk da’i Hidayatullah terkodinasi dalam satu gerakan, dikarenakan Hidayatullah sedari dulu adalah kekuatan gerakan jama’ah yang telah diwariskan sejaka lama. Sehingga dalam gerakan dakwah, tidak hanya dai saja yang dikenal, namun lembaga juga ikut dikenal

“Tentunya sebagai orang Hidayatullah kita telah hidup berjamaah. Maka berdakwah juga jamaah. Sehingga jika seorang da’i baik dikenal maka lembaga juga baik dikenal”

Selain itu, Ketua Bidang Dakwah dan Pelayan Umat, Ustad Nursyamsa Hadist menjelaskan KMH merupakan sekian dari satu elemen penting untuk membangun peradaban Islam

“Korps mubaligh salah satu Usaha untuk membangun Masyarakat yang berperadaban Islam oleh karena itu Korps ini menjadi elemen penting dalam membangun Peradaban Islam” Terang Nursyamsa.

Nursyamsa menerangkan bahwa semangat dakwah tidak boleh lepas dan tidak dilakukan siapa saja. Hal itu dikarenakan berdakwah tidak hanya dakwah lisan saja melainkan banyak hal-hal bisa dilakukan dalam berdakwah.

“Tentu saja startegi ndakwa TDK hanya Dakwah Lisan saja, melainkan dakwah di segala aspek. Melainkan Dakwah Fhardiyah Karena dakwah tidak selalu ceramah. Bisa dakwah dwngan gagasan, dakwah perilaku dan banyak hal” ucapnya.