Sarjana Dai STIE Hidayatullah Teguh Diri Berkhidmat Hingga Pelosok Negeri

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Pembina Kampus Utama Pondok Pesatren Hidayatullah Depok KH Dr Abdul Mannan menyampaikan apresiasi atas kiprah sarjana dai Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah yang berkhidmat hingga ke pelosok negeri.

“Kami merasa bahagia karena dengan bekal yang dimiliki, mereka dengan sukarela siap bertugas di daerah pedalaman dan terpencil . Mereka mendidik anak anak desa dan masuk ke pedalaman dengan penuh keikhlasan,” katanya.

Hal itu disampaikan beliau dalam sambutannya pada acara Penugasan Dai Sarjana STIE Hidayatullah mengangkat tema “Menguatkan Peran Sarjana sebagai Penggerak Pembangunan Menuju Indonesia Bermatabat” di Gedung Aula Utama Sekolah Pemimpin, Pondok Pesantren Hidayatullah, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (16/3/2021).

KH Dr Abdul Mannan yang juga pendiri STIE Hidayatullah ini menyampaikan rasa syukur dan bahagia atas kiprah para alumninya yang telah berjajar dari Sabang sampai Merauke.

Dengan setengah berseloroh, ia pun sampaikan ada berbagai macam karakter mahasiswa yang pernah dididiknya. Katanya, ada yang pintar di kelas dan pintar di lapangan. Ada mahasiswa yang tak pintar di kelas tapi hebat di lapangan. Namun ada yang tidak pintar di kelas dan tidak juga pintar di lapangan.

“Tetapi setelah ditugaskan, beberapa yang tidak pintar di kelas dan tidak juga pintar di lapangan ini ternyata mampu bersaing dan sukses di daerah,” katanya disambut riuh riang hadirin.

Ia menambahkan, para dai sarjana yang ditugaskan selalu digulir dari satu daerah ke tempat lainnya. Hal ini dimaksudkan agar mereka tidak terus terusan di satu tempat saja serta diharapkan mereka mendapat banyak kekayaan pengalaman.

Selain itu, para dai sarjana yang sekaligus dibacakan SK penugasannya tersebut, diberi batas waktu agar sesegera mungkin berangkat ke tempat tugasnya.

“Mereka ini tugas setelah dibacakan SK. Seminggu paling lama sudah harus meninggalkan tempat ini agar mereka bisa Ramadhan di tempat tugas,” katanya.

Pada kesempatan pelepasan penugasan dai sarjana ini turut dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Prof. Dr. Uman Suherman AS.M.Pd, Ketua STIE Hidayatullah DR. Agus Suprayogi, ST, SE.Sy, M.Si, Senat Akademik Dr Dudung A. Abdullah, pengurus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah dan Direktur Marketing Laznas BMH Tri Winarno.

Tampak pula Ketua Yayasan Hidayatullah Depok Ust Lalu Mabrul, Ketua Departemen Sosial DPP Hidayatullah Imran Faizin, Kadep SDI DPPH Muhammad Arfan, pengurus Posdai Pusat Ust Samani Harjo, dan tokoh agama dan masyarakat serta handai taulan para sarjana dai.

Para wisudawan ini ditugaskan ke berbagai daerah di Indonesia mulai dari Sumatera hingga Papua. Salah seorang sarjana dai, Jufri asal Parepare, mengaku kaget ternyata dapat tugas di Sukabumi. Sebuah nama yang tak pernah terlintas di benaknya.

“Masih cari-cari nomor telepon yang bisa dihubungi di sana,” kata Jufri ketika ditanya kapan akan bergeser ke tempat pengabdiannya.

Demikian pula dengan Miky Ade Samudra Ngangi yang merupakan putra Dayak. Dia mengatakan baru tahu tempat tugasnya ketika dibacakan. “Tidak tahu. Tidak ada bocoran,” imbuhnya.

Umumnya wisudawan yang ditemui media ini mengaku sudah siap sedia jauh hari menghadapi pembacaan SK yang memang cukup menegangkan itu.

Saban tahun pelepasan penugasan dai digelar, terutama untuk memenuhi tuntutan kebutuhan sumber daya di daerah serta sebagian juga mengisi pos pos amal usaha Hidayatullah. (ybh/hio)