Gerakan Dakwah Hidayatullah di Pulau Terluar Indonesia

NATUNA (Hidayatullah.or.id) — Simpul sinergi lintas institusi amal dan badan usaha Hidayatullah Kepulauan Riau (Kepri) kembali bergerak melakukan pendampingan ke Dewan Pengurus Daerah (DPD) yang dilakukan pada Selasa, 18 Rabiul Akhir 1443 (23/11 2021).

Agenda tersebut diikuti ketua DPW Hidayatullah Kepri Ust Darmansyah dan kepala perwakilan BMH Kepri Abdul Aziz, yang mengunjungi DPD di pulau terluar Indonesia, Kabupaten Natuna.

Menurut ustadz Darmansyah, pendampingan sekaligus safari dakwah ke Kabupaten Natuna bagian dari penguatan jaringan organisasi dan juga pengembangan jaringan program kerja BMH Kepri.

“Dari segi jarak untuk menjangkau kabupaten Natuna memerlukan pengorbanan tersendiri, sebab secara geografis sudah berbatasan langsung dengan beberapa negara seperti Vietnam dan berhadapan dengan laut Cina Selatan,” kata ustadz muda yang selalu gembira ini.

Menurut Darmansyah, kehadiran Hidayatullah di Natuna untuk memperkuat jaringan dakwah dan membina umat dengan merangkul elemen umat lainnya dalam upaya fastabiqul khairat.

“Kita bukan mencari perbedaan tapi memperkuat persaudaraan, sebagaimana jati diri Hidayatullah yairu jamaatun minal muslimin,” katanya seraya menambahkan dukungan BMH akan menambah semangat akan eksisnya tarbiyah dan dakwah di pulau terluar Indonesia ini.

Para dai muda Hidayatullah yang mayoritas masih berstatus lajang menyambut kehadiran ketua DPW dan kepala perwakilan BMH dengan penuh haru bahagia.

Mereka seperti layaknya seorang santri yang sekian lama tak dikunjungi oleh orang tuanya. Kehadiran yang memicu semangat dan rasa percaya diri untuk terus bergerak mengeksiskan dakwah Hidayatullah di kabupaten yang terkenal sebagai penghasil minyak dan gas.

“Setelah lebih dari 6 tahun penantian kini harapan itu terwujud, sebetulnya kami tidak menuntut atau meminta yang macam-macam, satu saja permintaan kami tolong kami dikunjungi, berikan kami nasihat, kami masih labil dalam perjuangan ini. Kami butuh orangtua yang bisa menguatkan kami disaat kami futur,” ujar Rizal Dunan Simbolon, dai muda Hidayatullah di Natuna, dengan mata yang berkaca-kaca menahan haru.

Dai lainnya, Ust Tah Huwandilah, merupakan putra daerah asal desa Batubi Jaya, Natuna. Ketika ditugaskan oleh Hidayatullah untuk kembali ke kampung halamannya untuk membina umat, tekad dan semangatnya tidak pernah padam.

Di tengah kondisi yang sangat sulit Huwandilah pantang menyerah, layaknya batu karang pantai Natuna yang tetap kukuh meski diterjang ombak dari segala arah.

DPD Hidayatullah Natuna, telah menghadirkan sebuah rumah Quran yang menjadi tumpuan penduduk desa dalam mendidik anak-anak mereka belajar mengaji dan pendidikan agama lainnya.

Walaupun baru berjalan sekitar 4 bulan namun santrinya sudah mencapai puluhan. Sebuah indikator bahwa gerakan tarbiyah dan dakwah telah menyentuh hingga pulau terluar dan sangat dirindukan karena merupakan kebutuhan masyarakat yang paling esensil.

“Sejak saya lulus kuliah dan diberikan amanah oleh lembaga untuk kembali ke kampung halaman, satu yang membuat saya selalu khawatir yaitu jika sampai gagal dalam tugas ini,” tutur Ust Tan Huwandilah lirih.

Berbagai upaya untuk mendekatkan umat pada agamanya terus dilakukan sekuat tenaga bersama pengurus lain, walaupun dengan segala keterbatasan. Satu hal yang menjadi modal yaitu keyakinan bahwa dakwah ini suatu saat nanti akan berhasil.

“Mudah-mudahan agenda malam ini, merupakan tanda-tanda keberhasilan, sekian lama kami menantikan kehadiran DPW ke Natuna baru kali ini Allah SWT berkehendak,” tutur Tah Huwandilah dalam sambutannya yang penuh semangat.

DPW, BMH dan DPD kabupaten Natuna bertekad mewujudkan berdirinya sebuah kampus yang menjadi simbol gerakan tarbiyah dan dakwah di Kabupaten Natuna.

“Melalui sinergi program bersama insya Allah akan hadir program Sekolah Tapas Batas Hidayatullah kabupaten Natuna,” terang Abdul Aziz, optimis.*/Mujahid M. Salbu