Persaudaraan Dai Indonesia Gelar Pelatihan Guru Ngaji Nasional

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Persaudaraan Dai Indonesia (Posdai) menggelar kegiatan Pelatihan Guru Ngaji Nasional yang akan berlangsung selama 3 hari di Komplek Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah yang dibuka pada Rabu, 13 Sya’ban 1443 (16/3/2022).

Posdai adalah lembaga dakwah dibawah Departemen Komunikasi dan Penyiaran DPP Hidayatullah yang memiliki fokus gerakan pengarusutamaan pengembangan kapasitas dan kuantitas dai, khususnya untuk keterpenuhan kebutuhan dai di daerah-daerah terpelosok, terpencil, tertinggal dan minoritas.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Dr H Nashirul Haq saat membuka acara ini menyampaikan bahwasanya Al Quran adalah mukjizat akhir zaman yang sejatinya dibutuhkan sekali oleh manusia.

Oleh sebab itu, kata dia, Hidayatullah kemudian meluncurkan sebuah program bernama Grand MBA yang diharapkan menjadi gerakan kolosal untuk menekan buta aksara Al Qur’an untuk semua lapisan masyarakat.

Segandengan itu, Grand MBA atau Gerakan Nasional Dakwah Mengajar dan Belajar Al Quran juga medium untuk meneguhkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT melalui kegiatan program taklim Bina Aqidah.

“Grand MBA dan Bina Aqidah adalah materi universal dengan cakupan metode praktis di dalamnya adalah sebagai ikhtiar kita membimbing masyarakat agar mudah dalam belajar dan memahami Al Qur’an,” katanya.

Nashirul menukil perkataan seorang sahabat Nabi sekaligus saudara sepupu Rasulullah yaitu Abdullah bin Abbas yang biasa disebut Ibnu Abbas, Nashirul mengingatkan peserta hendaknya terus mempelajari Al Qur’an, menghayati, mengamalkan, dan mendakwahkannya. Sebab, terangnya, mendakwahkan Al Quran adalah sebuah jihad yang besar dan utama.

“Jihad yang besar menurut Ibnu Abbas adalah jihad mengajarkan Al-Qur’an,” kata Nashirul seraya menyitir ayat Al Quran surah Al Furqan [25] ayat 52:

”Maka, janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Alquran dengan jihad yang besar”.

Lebih jauh Nashirul mengungkapkan, Hidayatullah telah mengarusutamakan dakwah sebagai pekerjaan utama. Oleh sebab itu apapun aktifitas keseharian hendaknya dalam bingkai spirit dakwah dalam rangka untuk mencerahkan umat dengan Al Quran.

Dalam pada itu, untuk menguatkan mainstream gerkakan tersebut, dicetuskan Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH) yang salah satu muatannya adalah anjuran untuk melakukan dakwah fardiyah bagi segenap kader.

Nashirul berharap, dari kegiatan nasional ini dapat semakin meningkatkan kepercayaan diri pada dai dan berupaya mengggulirkan kegiatan serupa di berbagai titik lainnya sebab umat sangat butuh dengan Al Quran.

Steering Committee (SC) Pelatihan Guru Ngaji Nasional yang juga Ketua Departemen Komunikasi dan Penyiaran DPP Hidayatullah, Shohibul Anwar, dalam sambutannya mengatakan pelatihan untuk memantapkan program Grand MBA sebagai sebuah program gerakan nasional.

“Kegiatan ini juga untuk melalukan standardisasi dan penyeragaman baik yang berkaitan dengan dengan kurikulum maupun standar kompetensi muallim,” katanya

Dia menambahkan, kegiatan pelatihan nasional yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia ini juga dalam rangka menyiapkan tenaga dai muallaim sekaligus memantapkan kapasitas muallim yang telah mengemban tugas sebagai dai mengabdi di daerah pedalaman, terpencil, kawasan terluar, pelosok, tertinggal, dan minoritas.*/Rif/ain