PTH Tekankan GHN dan PMB Secara Daring Kepada Mahasiswa Disaat Pandemi

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua departemen ristek dikti  dewan pengurus pusat (DPP) Hidayatullah Drs. Nanang Nur Patria, M.Pd.I menjelaskan bahwa semua aktivitas perguruan tinggi Hidayatullah (PTH) mengikuti aturan pemerintah untuk meniadakan pertemuan langsung serta tetap melaksanakan proses pendidikan dengan melakukan proses mengajar belajar secara daring dengan jadwal sesuai ketentuan dari masing-masing kampus.

“tentunya karena PMB secara langsung ditiadakan, pembelajaran secara daring akan tetap dilakukan sesuai ketentuan kampus PTH jika belum adanya jadwal libur semester” jelas Nanang saat kami hubungi via daring ( 27/04/2020).

Hidayatullah sebagai lembaga yang menerapkan sistem kaderisasi, maka kontrol kekaderan akan tetap dipantau melalui Gerakan Nawafhil Hidayatullah secara daring dan akan dilihat perkembanganya setiap hari. GHN sendiri terdiri dari solat malam, membaca Al-qur’an, wirid pagi dan petang, solat wajib serta solat rawatib, infak atau bersedekah, dan terakhir dakwah fardhiyah. Melalui gerakan GNH ini diharapkan kekaderan para mahasiswa Hidayatullah tetap terjaga.

‘Untuk kondisi membuat kita tidak bisa bertatap langsung, tetapi sistem perkaderan Hidayatullah akan terus dijalankan. Salah satunya ialah sistem GNH yang dilakukan secara daring” jelas Nanang.

Sedangkan untuk mahasiswa tahap akhir yang sedang melakukan proses pengerjaan skripsi, diharapkan mereka tetap melanjutkan dan menyelesaikanya. Adapun Untuk mahasiswa yang ingin bimbingan atau berkonsultasi dengan dosen pembimbing dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi yang pertemuan video.

“Bagi Mahasiswa PTH yang sedang melakukan pengerjaan tugas akhir/skripsi dapat melakukan bimbingan secara daring dengan dosen pembimbing sesuai kesepakatan masing-masing” ungkap beliau.

Untuk jadwal pengujian sidang skripsi sendiri, Nanang menjelaskan belum dapat dilakukan sesuai jadwal. Karena ujian Skripsi membutuhkan tatap langsung. Walaupun jadwal sidang belum dapat ditentukan, para mahasiswa tetap diminta mengerjakan skripsinya, sehingga tidak membuang-buang waktu.

“Untuk pengujian sidang skripsi belum dapat dilaksanakan, mengingat hal tersebut membutuhkan tatap langsung, meski begitu jika dalam proses pengerjaan skripsi tidak membutuhkan bepergian diharapkan para mahasiswa tetap mengerjakannya” Jelasnya *Amanjikefron

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.