Seruan Ramadan 1441 H Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah

Alhamdulillah, dalam beberapa hari lagi insya Allah kita akan kembali berjumpa dengan bulan mulia, syahrun mubarak, Ramadhan 1441 H. Tanpa terasa waktu setahun telah kita jalani, semoga perjalanan setahun terakhir tersebut benar-benar meningkatkan kualitas hidup kita dalam segala bentuknya.

Ikhwah fillah,

Dalam suasana penuh keprihatinan, karena kita semua sedang diuji oleh Allah SWT dengan wabah virus corona yang telah merenggut banyak korban jiwa dan telah melumpuhkan sendi-sendi kehidupan, kita akan memasuki bulan suci Ramadhan dengan kondisi yang belum lepas dari ancaman wabah dan kehidupan belum pulih.

Namun demikian, hal tersebut bukan menjadi halangan bagi kita untuk memaksimalkan bulan suci Ramadhan agar kita secara bersama-sama dapat meraih lebih banyak barakah, meningkatkan amal shalih, dan memberikan lebih banyak manfaat.

Saat berada di bulan Sya’ban seperti saat ini, Nabiullah Muhammad SAW telah memberi contoh kepada kita untuk menyiapkan diri dan memperbanyak latihan dengan melakukan banyak ibadah seperti shalat tahajud, puasa, dan zikir. Meski ini bukan ibadah yang dikhususkan di bulan Sya’ban namun ini dilakukan agar saat masuk Ramadhan kita sudah dengan hati yang lebih bersih, niat yang lebih mantap serta fisik yang lebih siap.

Ramadhan memiliki banyak dimensi. Secara spiritual(ruhiyah), inilah saat bagi kita untuk merevitalisasi spirit, menghapus kesalahan-kesalahan, mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan meningkatkan semangat juang dalam rangka

membangun peradaban Islam. Secara fisik (jasmaniyah), Ramadhan adalah saat untuk berlatih dan membuktikan diri bahwa kita mampu menahan diri dari segala perbuatan yang sia-sia, apalagi yang menimbulkan dosa. Di bulan Ramadhan, kita memiliki kemerdekaan dan kedaulatan penuh untuk memutuskan sesuatu, karena pengaruh syaitan telah sangat dikurangi, dan karena itulah manusia dapat membuktikan bahwa dirinya bukanlah golongan syaitan yang suka melakukan kejahatan.

Pada sisi yang lain, Ramadhan juga memiliki dimensi materi (maliyah), di mana kaum muslimin biasa menunaikan kewajiban membersihkan hartanya dalam tahun berjalan. Realitasnya, jumlah harta zakat, infaq, maupun shadaqah yang dikeluarkan pada bulan Ramadhan lebih besar dibanding jumlah dana sejenis pada 11 bulan lainnya. Ummat Islam, khususnya di Indonesia, dapat memenuhi perintah agamanya untuk membuat kaum miskin bergembira, selama bulan Ramadhan dan seterusnya.

Dengan pertimbangan hal-hal tersebut di atas serta merujuk kepada Taujih Ramadhan Pimpinan Umum Hidayatullah Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah merasa perlu untuk kembali membuat seruan bagi seluruh anggota, kader dan jamaah Hidayatullah agar keistimewaan Ramadhan dapat tetap diraih meski dalam suasana penuh keprihatinan seperti saat ini. Seruan ini mencakup ketiga dimensi tersebut, yang sama-sama perlu dicermati dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran Hidayatullah sesuai tingkatannya masing-masing:

1. Persiapkan diri, keluarga, dan organisasi untuk menyambut dan menghadapi Ramadhan sejak saat ini, agar :

a. Secara individu mampu mengoptimalkan bulan Ramadhan dengan berbagai bentuk ibadah dan amal shaleh, yang wajib maupun sunnah, dan yang mahdhah maupun sosial.

b. Pastikan seluruh keluarga mempunyai semangat dan motivasi yang tinggi untuk memperbanyak ibadah nawafil dan memanfaatkan kondisi saat ini yang mengharuskan banyak waktu tinggal di rumah (stay at home) dengan bercengkrama di rumah, lakukan halaqah bersama keluarga dan banyak berdo’a untuk keselamatan dan terhindar dari wabah virus corona.

c. Secara organisasi mampu memanfaatkan semua potensi internal maupun eksternal demi kesuksesan dakwah Islam dan layanan keummatan.

2. Upayakan pencapaian target Ramadhan, antara lain:

a. Target tarbiyah ruhiyah, yakni peningkatan kualitas spiritual dan keilmuan pengurus, simpatisan, anggota, dan masyarakat.

b. Target dakwah Islamiyah, yakni tersentuhnya seluruh lapisan masyarakat melalui masjid, mushallah maupun perkantoran oleh program dakwah Hidayatullah, baik dakwah jama’iyah melalui ceramah, ta’lim, kajian, dan diskusi maupun dakwah fardiyah melalui silaturrahim atau pertemuan-pertemuan informal. Dalam kondisi saat ini hal tersebut tetap bisa dilakukan dengan memanfaatkan media komunikasi baik dengan group WA maupun dengan vidio conference.

c. Target penyucian harta, yakni tertunaikannya kewajiban zakat bagi seluruh kader, anggota, jamaah dan simpatisan Hidayatullah

d. Target pendayagunaan dana Zakat, Infak, Shadaqah (ZIS) kaum muslimin untuk menyukseskan program keummatan (sosial, dakwah, pendidikan, ekonomi keummatan, dll) melalui jaringan Hidayatullah, baik melalui Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (LAZNAS BMH) maupun yayasan-yayasan sosial yang telah ada.

3. Program khusus Ramadan di tengah musibah pandemi covid-19 sebagai berikut:

a. Meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah nawafil dengan menambah target bacaan Al Qur’an di atas 1 juz setiap hari, shalat fardhu dan qiyamu ramadhan tetap ditunaikan secara berjamaah meskipun di rumah, wirid pagi, sore dan malam, infaq harian, dan dakwah fardiyah melalui WA atau aplikasi lainnya.

b. Meningkatkan intensitas doa di waktu-waktu mustajab, baik secara infiradi maupun jama’i melalui qunut nazilah atau qunut witir.

c. Meningkatkan tarbiyah ruhiyah (spiritual) dan tsaqafiyah (keilmuan) untuk keluarga melalui halaqah diniyah di rumah dengan program tahsin, terjemah, tadabbur dan baca tafsir.

d. Meningkatkan kepedulian sosial dengan sering berbagi rezki, khususnya kepada kaum dhu’afa.

Kesuksesan dalam meraih potensi Ramadhan adalah kepentingan kita bersama, oleh karena itu, Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah menghimbau kepada seluruh jajaran di Wilayah, Daerah, maupun Cabang untuk meningkatkan komunikasi, silaturrahim, dan

koordinasi dengan jajaran di atasnya maupun jajaran di bawahnya. Memastikan Ramadhan kali ini sebagai momentum terbaik untuk menebar kebaikan dan kasih sayang. Mari kita manfaatkan Ramadhan ini dengan sebaik baiknya agar kita memperoleh kekuatan spiritual yang dapat kita jadikan sebagai modal untuk berjuang di jalan-Nya.

Akhirnya, kepada Allah SWT jualah kita memohon, agar kiranya dimudahkan dalam segala upaya, dan diterima amal kita sebagai bagian dari perjuangan membangun peradaban Islam.

Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jakarta, 16 Sya’ban 1441 H/ 10 April 2020

Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah

Dr. H Nashirul Haq, Lc., MA

Ketua Umum

Unduh Dengan Mengklik Tautan (File PdF)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.