Semarak Sambut Ramadhan di Kampus Hidayatullah Gutem

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Kampus Hidayatullah Ummul Qura, Balikpapan, Kalimantan Timur, menggelar acara Tarhib Ramadhan 1442H di Masjid Ar-Riyadh, Gunung Tembak, Sabtu (10/04/2021) pagi. Acara yang berlangsung sejak bakda subuh ini mengangkat tema “Talaqqi Al-Qur’an Bangun Peradaban”.

Acara yang disiarkan secara live streaming lewat akun Youtube LPPH Gunung Tembak ini diikuti dan disaksikan lebih dari dua ribu peserta, baik yang offline maupun online.

Hadir sebagai pemateri utama pada Tarhib Ramadhan ini yaitu Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Dr Nashirul Haq, MA.

Turut pula memberikan tausiyah yaitu Perintis Hidayatullah yang juga Ketua Dewan Pembina Hidayatullah Ummul Qura Ustadz Hasyim HS, serta Ketua Badan Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan Ustadz Hamzah Akbar.

Acara Tarhib Ramadhan 1442H Hidayatullah Ummul Qura ini dirangkai dengan sejumlah kegiatan, yaitu Pemberian Sanad Al-Qur’an Qiraah ‘Ashim, Sosialisasi Program YPPH, Galang Infaq Sahur dan Buka Puasa, serta Pembacaan Surat Keputusan (SK) Penugasan Santri Sekolah Menengah Hidayatullah (SMH) Madrasah Aliyah Raadhiyatan Mardhiyyah Putra.

Ustadz Nashirul Haq dalam tausiyahnya menekankan pentingnya talaqqi Al-Qur’an bagi seluruh jamaah dan kader Hidayatullah, baik yang masih usia dini maupun yang telah dewasa bahkan para orangtua.

Kepada para ayah dan ibu, Ustadz Nashirul menyerukan agar mereka mulai membiasakan anak-anak mereka dekat dengan Al-Qur’an sejak usia dini bahkan sejak sebelum sang anak lahir sekalipun.

“Sejak dalam kandungan (anak) sudah diperdengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an. Dan itu pastinya memberi pengaruh. Pada saat lahir diperdengarkan lagi secara tartil,” ujar alumnus Universitas Islam Madinah ini.

Begitu pula seterusnya, kata Nashirul, dalam setiap jenjang perkembangan sang anak, selalu didekatkan dengan Al-Qur’an antara lain dengan dibacakan.

“Insya Allah dalam umur 5 tahun dia sudah jadi hafizh Qur’an,” ujarnya seraya mengambil contoh para ulama terdahulu yang telah hafal Al-Qur’an sejak usia dini.

Tentunya, Ustadz Nashirul mengingatkan, untuk bisa mengantarkan anak-anak kaum Muslimin membaca Al-Qur’an dengan benar sejak bayi, “Maka orangtuanya juga harus ditalaqqi terlebih dahulu.”

Inilah kata dia yang diterapkan Hidayatullah kepada para generasi pelanjutnya saat ini.

Di Hidayatullah Gunung Tembak, misalnya, beberapa tahun belakangan ini marak ghirah para sesepuh dan orangtua yang belajar secara talaqqi kepada para pengajar muda yang telah menguasai bacaan Al-Qur’an bersanad.

Begitu pula, tidak sedikit anak sekolah usia dini yang mulai diajarkan cara membaca Al-Qur’an sesuai riwayat yang langsung bersumber dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Terkait itu pula, Ustadz Nashirul kembali menyegarkan bahwa Al-Qur’an adalah mukjizat dari Allah, sehingga siapa saja termasuk para orang tua untuk terus menyelami dan tak berhenti dalam mempelajarinya.

Kata beliau, Allah akan memberikan kemudahan kepada siapa saja yang mau mempelajari Qur’an. Meskipun anak-anak kata dia akan lebih cepat menguasai atau menghafal Al-Qur’an. “Kalau orangtua lambat hafalnya cepat lupanya,” ujarnya.

Di penghujung acara Tarhib Ramadhan 1442 H tersebut, dilakukan lelang amal atau penggalangan dana untuk berbuka puasa dan sahur para ustadz dan santri Hidayatullah Ummul Qura.

Tampak warga, santri, ustadz, dan para jamaah begitu antusias menyambut lelang amal tersebut. Mereka berbondong-bondong mendaftarkan dirinya untuk turut berinfaq, baik yang memberikan langsung secara tunai maupun via transfer.

Termasuk sejumlah santri yang barusan dibacakan SK-nya, turut menyumbang. Ada yang menyatakan siap berinfaq Rp 200 ribu, ada yang Rp 50 ribu. “Al-Fath 200 ribu,” ujar Ustadz Irwan Budiana, Kepala SMH, yang memimpin pelelangan tersebut.

“Adik adik santri yang mau berinfaq Rp 200 ribu untuk memberi makan orangtua atau santri silakan angkat tangan!” ujarnya ke arah para santri.

Lalu kemudian, para santri diserukan untuk berinfaq minimal Rp 20 ribu. “Siap, Bisa!” jawab para santri di ruang utama Masjid Ar-Riyadh.

Begitu pula di Youtube, jamaahnet –istilah untuk warganet– turut berpartisipasi. Ada yang menyatakan siap menyumbangkan dana ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Insya Alloh 1 juta rupiah,” tulis akun Nana Bpn mengomentari tayangan di Youtube tersebut.*/Media Center Hidayatullah Ummul Qura