Karakteristik Hijrah adalah Menjadikan yang Baik Menjadi Lebih Baik

MAMUJU (Hidayatullah.or.id) — Drs. H. Ahkam Sumadiana anggota  Dewan Mudzakarah didapuk menjelaskan Spirit Hijrah dalam Pendidikan Integral di Pesantren Hidayatullah Mamuju 20 Agustus bertepatan dengan tahun baru hijriyah 1 Muharram 1442.

Dihadiri seluruh warga dan kader Hidayatullah se-Mamuju sekira 100an hadirin yang memadati ruang utama masjid Al-Walidain di bilangan Pasar Baru Mamuju.

Menyinggung kondisi masyarakat merayakan pergantian tahun baru hijriyah yang lebih kepada nilai seremonial semata tanpa memiliki kandungan nilai hijrah itu sandiri.

Menjabarkan tema yang diusung pengurus pesantren di atas, menurutnya, luar biasa berbobot yang tidak ada dalam konsep pendidikan selain Pendidikan Integral.

“Contoh spirit hijrah adalah ketika kader itu bisa melakukan hal hal yang susah dikerjakan oleh orang umumnya” terang ustadz Suma, sapaan ramah para santri santrinya.

Menguatkan argumen yang diutarakan ustadz Suma mengutip ayat ke 74 dalam Al-Quran surah Al-Anfaal :

وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَا جَرُوْا وَجٰهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَا لَّذِيْنَ اٰوَوْا وَّنَصَرُوْۤا اُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّا ۗ لَّهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ 

Artinya :
“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang Muhajirin), mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.”

Jelas pada ayat di atas penekannya adalah orang yang beriman  dan orang yang berhijrah.

Kalau orang yang punya spirit hijrah pasti mereka mereka tidak akan puas dalam berjuang terus berbuat kepada umat karena menginginkan perubahan dari yang baik menjadi lebih baik dari sekarang ini. Dan dari yang lebih baik menjadi yang terbaik.

Tentu saja proses itu membutuhkan spirit luar biasa dan itu hijrah jalan keluarnya, spirit hijrah itu mahal selalu ingin melihat yang lebih baik. Aktifitas mereka di atas rata rata karena termotivasi dengan jalan jihad.

Mengutip juga penjelasan Imam ibnu Qayyim Al-Jauzi bahwa jihad itu butuh pengorbanan dan bersiaplah untuk bersusah payah.

Sehingga dalam melakukan hijrah itu harus terawat niatnya agar selalu lillahi taa’la tidak kepada yang lain. Itulah cerminan karakteristik orang yang beriman yang memiliki semangat hijrah karena ingin berubah yang spektakuker dan hijrah itu sendiri memiliki resiko.

Ustadz Abdullah Said di awal rintisan Hidayatullah selalu mengintrodusir semangat hijrah, makanya lembaga ini sempat akan dinamai Darul Hijrah karena ingin mengambil spirit hijrahnya Nabiullah Muhammad saw.

Pertanyaannya (yang paling mendasar) bagaimana implementasi spirit hijrah dalam dunia Pendidikan Integral?.

Secara epistemologi Islam memandang manusia sesuatu yang fitrah atau berpotensi bukan sebagai tabularasa yang bermakna bersih belum punya warna dan akan mengikut warna lingkungannya.

Maka institusi pendidikan dalam Islam inilah intsitusi integral karena menggabungkan dari semua potensi manusia baik sebagai hamba ataupun khalifah-Nya.

Setiap orang akan berbuat sesuai maqam spiritual dan intelektualnya dan ini kekayaan konsep integral kita di saat bisa mengakomodir semuanya. Makanya jangan berharap anak kecil akan melaksanakan sholat secara tenang apalagi khusuk bisa jadi mereka sholatnya sambil berlarian sekitar kita dan seperti itulah perbuatan yang sesuai dengan maqam spiritualitas dan intelektualitas anak anak.

Bisa jadi, menurutnya, intelektualnya tinggi tapi spiritualnya lemah semisal seorang profesor yang belum bisa mengaji atau contoh kasus lain ada orang yang bagus spiritualnya namun rendah intelektualitas yang ia miliki.

Di sini perlunya pendidikan yang menggabungkan kecerdasan keduanya yang memiliki jaminan yang lebih baik dan sempurna karena makna integral itu sendiri meliputi bagian dan mencakup keseluruhan aspek bukan pada transformation of knowledge (transformasi ilmu pengetahuan) semata namun transformation of value (transformasi nilai), mencakup dua duanya.

Konsep ini sudah kita ramu sejak 15 tahun silam atas dasar agar  terciptanya pendidikan yang memiliki hasil spektakuler.

Hasil spektakuler yang dimaksud tentu diproses dengan beberapa tahap di antaranya adalah:

Tilawah

Pendidikan Integral harus berstandar pada tilawah atau pembacaan tanda tanda atau ayat ayat qauniyah atau fenomena fenomena yang ada di dunia sebagai wasilatul hayat dan pembacaan tanda tanda atau ayat ayat qauliyah sebagai pola dasar minhajul hayat/jalan hidup manusia.

Dicontohkan, kasus paradigma ilmu yang tidak memiliki integritas adalah rusaknya tatanan hukum itu dilakukan oleh orang orang pakar hukum.

Taklimah

Memgapa anak kecil lebih mudah menghafal Quran dibanding orang dewasa. Karena mereka lebih bersih  hatinya belum banyak dosanya dan secara umum orang dewasa yang banyak  doaanya susah menghafal quran.

Dibutuhkan model pendidikan dengan pendekatan hati yang mampu menjadikan hati ini kembali pada fitrahnya yakni tidak memiliki nuktoh atau noda dan dosa di dalamnya.

Hikmah

Maksudnya adalah dengan Al-Quran, semua perilakunya berdasar pada nilai nilai Al-quran, yang dikuatkan dalam proses di lingkungan rumah tangganya, mendesainkan masyarakat yang islami segingga tidak terjadi dikotomi pendidikan. Tidak heran ketika ada pesantren muridnya dilarang merokok tapi gurunya merokok.

Makanya guru harus memiliki konsep integral agar bisa menggabungkannya kecerdasan spiritual (ruhiyyah), intelektual (takliyah) dan skill (jasadiyah). Bashori Sulbar

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.