Hidayatullah dan Kebangkitan 2045

Oleh Nursyamsa Hadis*

ALHAMDULILLAH, Musyawarah Majelis Syura (MMS) dan rangkaiannya yang berlangsung selama tiga hari sejak Ahad hingga Selasa malam, 20-22 Muharram 1443 H, telah berakhir.

MMS merupakan forum yang dipimpin oleh Pemimpin Umum Hidayatullah yang diantara kewenangannya; membahas dan/ atau memutuskan hal-hal yang strategis dalam rangka mencapai visi Hidayatullah dan mengesahkan peraturan organisasi (PO).

Peserta MMS adalah Pemimpin Umum dan anggota; Majelis Penasihat, Dewan Pertimbangan, Dewan Mudzakarah, Dewan Murobbi Pusat serta pengurus harian Dewan Pengurus Pusat.

KH Abdurrahman Muhammad dalam sambutan pembukaan acara, sebagai Pemimpin Umum Hidayatullah, menyampaikan bahwa pada perjalanan setengah abad Hidayatullah ke depan hendaknya pada 2045 Hidayatullah telah tumbuh menjadi entitas yang berpengaruh dalam pergaulan keumatan dan kebangsaan di Indonesia.

Pertanyaannya, hal apa sajakah yang mesti mendapat perhatian pegiat Hidayatullah agar target 2045 Pemimpin Umum tersebut tercapai?

Merespon harapan tersebut, Ketua Umum pertama DPP Hidayatullah KH Abdul Rahman (Surabaya), menyampaikan empat hal yang perlu mendapat perhatian.

Pertama, kemenangan yang diantara bentuknya kemampuan mempengaruhi sepenuhnya adalah otoritas Allah. Dengan demikian yang perlu mendapat perhatian serius adalah penuhi syarat-syarat yang dapat mengundang datangnya kemenangan itu.

Internalisasi dan memanifestasikan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah merupakan hal mutlak yang harus tergambar dalam kegiatan kader Hidayatullah. Ini syarat mutlak yang harus terpenuhi.

Tidak cukup dengan itu, kader juga berkewajiban mentrasformasikannya ke umat yang pada gilirannya seluruh gerak aktifitas umat menggambarkan jati dirinya sebagai orang-orang yang tunduk takut dan taat kepada-Nya saja.

Kader Hidayatullah hendaknya berusaha sekuat tenaga merakit potensi-potensi umat diantaranya dengan menjalin silaturrahim intensif dengan ormas-ormas Islam serta elemen lainnya dimana pada momentum itu kader menyampaikan gagasan-gagasan dasar yang Hidayatullah cita-citakan.

Kedua, pemimpin cerdas. Pemimpin Hidayatullah pada semua level hendaknya memiliki pisau analisis yang tajam dalam membedah persoalan-persoalan yang dihadapi oleh umat dan bangsa.

Dinamika kehidupan bergerak cepat. Pemimpin harus cerdas mengelolanya. Pemimpin Hidayatullah hendaknya terus belajar dan belajar untuk meningkatkan wawasan dan kompetensinya. Seharusnya Ketua DPD misalnya, menjadi mitra dialognya Bupati Walikota tanpa rasa canggung.

Ketiga, logistik yang kuat. Allahuyarham KH Abdullah Said pernah mengingatkan bahwa logistik atau ekonomi merupakan urat nadinya perjuangan. Oleh karena itu sektor ini hendaknya secara simultan mendapat perhatian yang sama dengan sektor-sektor lainnya.

Hidayatullah segera mengeksplorasi bidang-bidang ekonomi yang bisa dikembangakan. Keterbatasan tenaga internal dibidang ini diatasi melalui pendekatan profesional dengan rekrutmen.

Kecenderungan bisnis potensial era millenial dan industri kreatif perlu dicermati oleh bidang ekonomi yang kira-kira potensial untuk menambah penghadilan organisasi. Unit ekonomi yang sudah terkelola dengan baik terus dikembangkan sampai merata secara nasional.

Potensi ekonomi setiap daerah perlu ada database yang secara terpilih bisa ditindaklanjuti dengan menghadirkan showroom produk-produk daerah di Jakarta. Tidak kalah pentingnya dunia bisnis Hidayatullah mengakrabkan diri dengan kemajuan teknologi. E-commerce Hidayatullah walau masih bersinergi dengan entitas lain, merupakan sebuah terobosan elegan yang patut diapresiasi.

Keempat, membersamai umat. Sebagai ormas, Hidayatullah harus menerjunkan kader-kadernya ke tengah-tengah umat. Hidayatullah harus bersenyawa dengan umat baik dalam suka dan dukanya.

Kader yang bergelut dengan persoalan umat dengan sendirinya akan terujikan daya tahan kekaderannya. Kesabarannya teruji. Ibadahnya teruji. Kepemimpinannya teruji. Kedewasaannya akan terbentuk secara alamiah.

Selain itu dengan kehadiran mereka sebagai problem solver umat maka Hidayatullah akan bertahta di hati umat.

Dengan demikian, Insyaa Allah, Hidayatullah secara perlahan tapi pasti akan menjadi elemen berpengaruh pada semua dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara.*

*) Penulis adalah pegiat perubahan sosial