Inilah Pesan Indah Para Guru

SETIAP jiwa pasti pernah punya guru. Karena tidak mungkin orang hidup sampai dewasa sedangkan ia tak pernah menuntut ilmu. Saya sendiri adalah orang yang memiliki guru.

Dan, inilah pesan indah para guru dalam hidup ini. “Bagaimana pun hidup seseorang, perjalanan waktu akan mengantarkannya pada apa yang menjadi takdir Allah Ta’ala.”

Pesan itu disampaikan guru matematika saya kala belajar di SMA Negeri 1 Loa Kulu, Bapak Edy Siswoko. Sebagai guru matematika beliau bukan orang yang galak, gampang meledak apalagi mencak-mencak kalau ada murid tidak paham.

Beliau justru sangat humoris, peduli dan telaten di dalam mengajar. Seringkali setiap usai menjelaskan satu materi pelajaran, beliau jeda dengan humor yang membuat segenap murid di kelas bisa tertawa lepas.

Pesan itu beliau sampaikan kepada saya kala saya belajar langsung di kediaman beliau, kala itu tepat di samping timur Polsek Loa Kulu.

Pesan beliau bermakna bahwa sejatinya manusia dengan apa pun yang dialami dan dimiliki, pada akhirnya akan tunduk pada ketetapan Tuhan. Oleh karena itu jangan busungkan dada atau pun putus asa di dalam menjalani kehidupan ini.

Emas Tetaplah Emas

Nasihat guru saya berikutnya adalah “Emas tetaplah emas.” Ungkapan itu disampaikan oleh Ustadz Hamzah Akbar kala memberikan pelajaran hidup kepada saya.

Ustadz Hamzah Akbar adalah sosok pembelajar, koleksi bukunya kala masih menjadi pempimpin Hidayatullah di Kutai Kartangegara sangatlah banyak.

Setiap hari saya selalu mencoba membaca satu demi satu koleksi buku beliau. Dan, dalam tempo 3 tahun, belum seluruhnya saya tuntaskan untuk dibaca.

Arti dari ungkapan beliau adalah seorang anak muda hendaknya tidak terjebak pada pragmatisme dan egosentrisme. Hal yang utama dan pertama harus ada di dalam diri anak muda adalah idealisme, visi dan ketekunan. Insha Allah jika hal itu ada, maka siapa pun yang membenci, itu tidak akan pernah mengurangi kualitas diri anak muda itu sendiri.

Jangan Lemah dan Menyerah

Selanjutnya ungkapan seorang guru berdarah Jawa, yakni Ustadz Endi Haryono. Ia adalah sosok yang memberikan pelajaran komputer dan administrasi kepada saya. Orangnya kala bicara sangat tegas dan lugas, terlebih kala di mimbar. Namun, hatinya sangat lembut.

Setiap kali memorinya mengingat peristiwa yang emosional, seketika ia akan menitikkan air mata. Ungkapannya kepada saya, “Jangan lemah dan menyerah.” Artinya hidup adalah perjuangan, ambillah jalan yang melelahkan di dalam hidup ini karena ibadah, menuntut ilmu atau pun berdakwah.

Beliau menyampaikan itu dengan kekuatan keteladanan. Sebab beliau masuk kuliah S1 di Universitas Kutai Kartanegara kala dirinya telah memiliki dua anak. Satu masa yang umumnya orang lebih realistis dan rasional untuk lebih fokus membangun ekonomi keluarga. Namun, guru saya ini tidak memilih demikian.

Sahabat, tentu kalian juga punya kenangan dari ungkapan guru-guru kalian. Yuk tuliskan dan jabarkan, kemudian siarkan ke seluruh dunia melalui media sosial kita masing-masing.*

Imam Nawawi, penulis adalah Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah. Artikel ini dinukil dari situs pribadi beliau dengan seizin yang bersangkutan.