Satu Masa Ragam Rasa

HIDUP di dunia ini memang berputar sebagaimana bumi berputar. Masing-masing manusia memiliki putaran taqdir yang berbeda satu dengan yang lain.

Di saat itulah, jika memiliki iman maka rasa syukur dan sabar menjadi sikap yang luar biasa untuk pengendali. Iman yang menjadikan perasaan tenang, bahagia dan tentram.

Jika tidak ada iman, maka keluh kesah dan putus asa menjadi nyanyian setiap hari. Ada yang parah dengan pelampiasan narkoba, kejahatan hingga bunuh diri.

Satu masa atau waktu seperti pada tahun baru masehi 2022, ada yang kehilangan istri karena wafat. Tentu mereka berselimut duka di tengah pesta mercon dan kembang api tahun baru.

Sebagaimana yang di tahun baru mendapatkan musibah sakit dirinya atau anggota keluarganya. Sehingga harus dirawat di rumah sakit. Rasa galau dan sedih mengiringi moment pergantian tahun.

Ada juga yang merasakan bahagia karena lamarannya diterima oleh keluarga pujaan hati. Ada yang akan melangsungkan akad nikah, atau mendapatkan anugerah anak yang baru lahir.

Satu situasi tapi masing-masing berbeda mendapatkan taqdir dari Allah. Ada yang sedih, ada juga yang bahagia. Ada yang kehilangan dan ada juga yang mendapatkan sesuatu.

Perputaran dan perbedaan situasi ini, mengantarkan pada sikap bijak. Tidak terlalu sedih juga tidak terlalu bahagia. Semua disikapi sebagai sebuah ujian dari Allah.

Sebab kita tidak tahu perputaran roda taqdir ini. Terkadang mengantar kita di roda bawah yang terinjak dan menderita dengan ujian hidup yang menyertainya. Dan itu tidak diprediksi, datang tiba-tiba dan terkadang lama.

Namun roda kehidupan ini juga mengantar kepada kejayaan. Ada prestasi, kesuksesan dan kemudahan yang didapatkan.

Bijak pada diri sendiri juga bijak dengan orang lain.
Sebab semua hanya putaran roda taqdir yang berbeda.

Beruntunglah bagi yang memiliki iman sebagai pondasi dan pengendalian roda kehidupan yang terus berputar. Imanlah yang harus senantiasa kita pupuk dan jaga. Apapun putaran taqdirnya, akan mengantar kepada sabar sabar dan syukur.

Ust Abdul Ghofar Hadi