GARDAKOTA Gelar Silaturahim Dakwah Sambut Ramadhan

IMG-20160530-WA035 IMG-20160530-WA034Hidayatullah.or.id – Gerakan Dakwah Komunitas Taqarrub (Garda Kota) menggelar acara Silaturahim Dakwah dalam bingkai Tarhib Ramadhan 1437 H di kampus Hidayatullah Depok, Jl Raya Kalimulya, Cilodong, Jawa Barat.

Garda Kota merupakan program utama Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) yang digulirkan pasca Munas IV Hidayatullah 2015 lalu.

Silaturahim yang berlangsung pada Ahad, 22 Sya’ban 1437 (29/05/2016) pagi-siang ini mengusung tema “Menjadi Pemenang di Palagan Ramadhan”. Dihadiri perwakilan Wali Kota Depok yaitu Ir Khamid Wijaya (mantan Kepala Bappeda Kota Depok yang kini sebagai Camat Cilodong).

Hadir pula Ketua Dewan Pertimbangan Pimpinan Umum (DPPU) Hidayatullah Dr Abdul Mannan, MM; Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ustadz Nashirul Haq, Lc, MA; Ketua DPW Hidayatullah Jabodebek Ustadz Asdar Majhari Taewang, dan Direktur Utama Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) Supendi, S.Kom.

Acara di halaman depan Masjid Ummul Quraa ini berlangsung semarak dan penuh nuansa kekeluargaan. Dihadiri sekitar seribu jamaah Hidayatullah termasuk dari Provinsi Banten, Muslimat Hidayatullah (Mushida), serta anak-anak.

Asdar Taewang dalam sambutannya mengatakan, dua fokus utama Hidayatullah yaitu dakwah dan tarbiyah harus terus dijalankan dengan istiqomah.

Ia pun mengimbau para jamaah untuk bergerak dengan “sinergi dan harmoni”. Dalam bersinergi, artinya para jamaah saling merekatkan ukhuwah Islamiyah dalam bingkai ketaatan pada agama melalui lembaga.

Sedangkan “harmoni”, jelas Asdar, artinya para jamaah menjalankan masing-masing fungsinya dengan penuh kesadaran dan kenyamanan. “Kita enjoy dalam berjamaah,” ujarnya dalam pidatonya yang berapi-api.

Merespon Krisis Multi Dimensi

Khamid Wijaya dalam sambutannya mengaku telah lama mengenal Hidayatullah terutama melalui majalahnya, Suara Hidayatullah, semasa kuliah di IPB dulu.

Ia pun sempat menyampaikan kondisi Depok saat ini, yang disebutnya mengalami peningkatan. “Namun bukan berarti Kota Depok bebas dari masalah sosial, ekonomi, budaya, bahkan ekonomi dan politik,” ujarnya pada acara yang disponsori PT Asar Community dan Salwa Donuts serta didukung oleh Laznas BMH ini .

Sementara itu, Dr Abdul Mannan mengatakan, Hidayatullah hadir untuk merespon situasi dan kondisi yang terjadi di dunia khususnya Indonesia saat ini.

Kondisi tersebut, di antara yang ia singgung adalah pertanahan di Indonesia yang mayoritas dikuasai asing. “Delapan puluh persen tanah di Indonesia dikuasai Cina, 20 persennya dikuasai pribumi,” ungkapnya.

Dalam dunia ekonomi, ia mengatakan, saat ini kondisi perekonomian dunia sedang memburuk. “Ini berbahaya,” kata dia.

Dari sisi ideologi, kata Abdul Mannan, Indonesia tengah menghadapi ancaman komunisme. “Bahaya laten komunis,” tegasnya dalam acara yang didukung tim SAR Nasional Hidayatullah ini.

Untuk menghadapi berbagai kondisi tersebut, menurutnya, harus ada regenerasi kader-kader Islam yang lebih baik.

“Yang paling penting dalam mengatasi krisis multi dimensi adalah dengan meningkatkan spiritual,” pesan Ketua Umum Hidayatullah periode 2005-2015 ini.

Pesan Ramadhan Ketua Umum

Ustadz Nashirul dalam pidatonya membawakan tema utama acara tersebut. Dalam menyambut Ramadhan, jelasnya, setidaknya ada empat hal yang perlu dipersiapkan umat Islam.

Pertama, memasang niat agar Ramadhan tahun lebih baik daripada Ramadhan tahun kemarin.

Kedua, memasang motivasi yang kuat dalam menjalankan berbagai ibadah. Jika tidak, ibadah bisa kendur.

Ketiga, jelas Nashirul Haq, meningkatkan ilmu pengetahun. Ini penting. Sebab, jelasnya, dengan ilmu, ibadah dapat dilakukan dengan benar sesuai tuntunan agama.

Ia mengatakan, masih banyak hal-hal sederhana yang belum diketahui masyarakat khususnya terkait Ramadhan.

“Contohnya, ada kebiasaan masyarakat sahurnya jam 2 malam (pagi dinihari. Red). Bahkan jam 01.00,” ungkapnya.

Padahal, berdasarkan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, jelas Nashirul Haq, waktu sahur itu diakhirkan, sedangkan waktu berbuka puasa diawalkan.

Hal keempat yang perlu dipersiapkan setiap Muslim dalam menyambut Ramadhan, jelas alumnus Universitas Islam Madinah ini, adalah memasang visi Ramadhan.

Visi utamanya, sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an, tentu agar menjadi orang-orang yang bertaqwa.

Sementara 3 visi yang disampaikan Nashirul Haq adalah sukses ibadah, sukses tarbiyah, dan sukses dakwah. “Semuanya harus berjalan secara simultan, proporsional,” ujarnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, digelar pula peluncuran Tebar 1.000 Dai Ramadhan 1437 H dan peluncuran website www.thr.or.id. Keduanya merupakan di antara program BMH menyambut bulan suci tahun ini.

Di penghujung acara, dilakukan peluncuran Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah yang diketuai oleh Dr. DA. Abdullah, M.Pd.I yang juga Ketua Biro Hukum DPP Hidayatullah.

Silaturahim dakwah tersebut diramaikan dengan bazar yang menjual berbagai macam produk dan jasa seperti aneka kuliner halal dan sehat, busana Muslim, serta pengobatan. Diramaikan pula dengan arena outbound, penampilan nasyid Sincere Five, layanan kesehatan Islamic Medical Service (IMS) dan Laznas BSM, serta pembagian sembako gratis.

Di sela-sela acara, panitia membagikan sejumlah voucher umrah senilai total Rp 175 juta dari PT Asar Community.

Selain itu, untuk diketahui, DPW Hidayatullah Jabodebek tengah memprogramkan aplikasi cariustadz. Aplikasi ini nanti bisa diakses di antaranya melalui Play Store.

“Ide sederhananya adalah dengan adanya aplikasi cariustadz, diharapkan jamaah dengan mudah mendapatkan akses kepada ustadz. Dan ustadz yang mungkin kesulitan dapat jamaah bisa dapat ‘objek’ dakwah,” jelas Muhammad Isnaini, Sekretaris DPW tersebut. *(skr/ybh)