Menuju Standar, Sentralisasi dan Integrasi yang Sistemik

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Menjelang acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hidayatullah yang akan digelar pada 28-30 Desember, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menggelar Sidang Pleno Hidayatullah yang digelar selama 3 hari di Kota Depok, Jawa Barat.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah KH Dr Nashirul Haq, dalam pembukaan acara menyampaikan harapannya kegiatan ini semakin menguatkan langkah dan gerakan Hidayatullah. Seraya dengan itu dia berdoa segenap kader dan pengurus selalu dalam kesehatan dan kondisi yang optimal.

“Semoga kita diberikan kekuatan, kesehatan dan hidayah untuk kesuksesan Sidang pleno Hidayatullah ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, beliau mengajak hadirin untuk mengirimkan doa untuk kesembuhan beberapa pengurus yang kurang sehat yaitu Ust Endang Abdurrahman, Ust Syaiful Anwar, Ust Jamaluddin Nur, Ust Muhammad Syakir Syafii dan Ust Naspi Arsyad.

“Semoga semuanya diberikan kesehatan dan kesembuhan,” doanya.

Semua acara dari Sidang Pleno hingga Rakernas dipusatkan di Kota Depok. Pertimbangannya adalah untuk efisiensi dan suasana ibadah lebih kondusif.

Sidang pleno digelar satu kali dalam setahun yang agendanya diantaranya membahasan Pedoman Organisasi (PO), pembahasan program kerja, pembahasan APBO dan lain sebagainya.

“Pola pembahasan lebih sederhana. Bahan diberikan ke Dewan Mudzakarah sebelumnya sehingga tak perlu ada presentasi dari ketua bidang,” imbuhnya.

Program kerja ini turunan dari visi misi, achievement, arah kebijakan organisasi yang diputuskan pada Munas 5 Hidayatullah lalu. Program kerja ini adalah 5 tahun dan diturunkan pada program tahunan. Sehingga ada program yang baru mulai tahun pertama, belum bisa dilihat hasilnya.

Berangkat dari achievement umum yaitu meningkatnya kualitas iman ilmu, amal dan profesionalitas, maka semua bidang mengacu ke achievement di atas.

Di bidang tarbiyah, bagaimana terwujudnya gerakan perkaderan dan pendidikan baik non formal, informal dan formal di semua lini dan komponen Hidayatullah yang efektif dan efesien.

Pada bidang dakwah dan pelayanan umat, yakni menggerakan kader dan anggota Hidayatullah dalam gerakan dakwah dan layanan umat.

Bidang organisasi melakukan koordinasi, supervisi, monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas departemen-departemen di bawah koordinasinya. Serta bidang ekonomi, terwujudnya kemandirian jamaah dan organisasi menuju peradaban Islam.

Adapun bidang kesekretariatan, bagaimana menjadikan Pusat Dakwah Hidayatullah sebagai pusat gerakan, pusat komando, pusat administrasi dan show window Hidayatullah.

“Kita mengangkat satu tema untuk rapat pleno, sidang pleno, MMS dan rakernas ini, sebagai semangat untuk mewujudkannya 5 tahun ke depan yaitu Konsolidasi Idiil, Organisasi dan Wawasan Menuju Terwujudnya Standarisasi, Sentralisasi dan Integrasi yang Sistemik,” tutupnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Mudzakarah (DM) Ust Fathul Adzim yang merupakan mitra, mengapresiasi langkah cepat pengurus DPP terutama pengurus harian, yang, sejak dilantik terus terbang mengawal musyawarah wilayah. Kemudian membuat program kerja dalam waktu singkat.

“Kemudian dalam musyawarah wilayah, DM mengamati berlangsung sukses dan bagus. Perlu dikuatkan struktur DPW yang besar sehingga beberapa program bisa goal,” katanya.

Namun, di sisi lain, Fathul juga memberikan masukan terkait beberapa hal termasuk diantaranya banyaknya Ketua DPW baru sehingga perlu perhatian DPP untuk membimbing dalam leadership dan manajerial keorganisasian.

Pihaknya merekomendasikan bagi DPW yang berprestasi dan kurang prestasi untuk dijembatani agar dinamika kemajuannya bisa semakin progresif dan berkesinambungan.

Dia mengatakan, sidang pleno ini adalah yang pertama maka menurutnya perlu ada beberapa bidang baru, perlu revisi dan perubahan, apalagi untuk program 5 tahun ke depan.

“Maka perlu dirancang kembali untuk ada pembahasan atau diskusi pada bidang terkait. Sehingga sidang pleno tinggal motivasi. DM siap menjadi mitra DPP,” katanya.

“Semoga sidang pleno ini menghasilkan program yang maksimal utk kemajuan Hidayatullah,” pungkasnya.*/Abdul Ghofar Hadi