Sistem Penjelas Islam Terbaik Adalah dengan Keteladanan

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah DKI Jakarta Muhammad Isnaini mengatakan, untuk meyakinkan orang tentang risalah Islam sebagai jalan kebaikan, kunci kebahagiaan, dan syarat keselamatan maka ia harus dijelaskan melalui sarana dakwah.

Namun, dia mengungkapkan, dakwah terbaik supaya Islam ini sampai kepada mereka yang belum merasakan nikmatnya adalah dengan mempraktikkan ajaran Islam secara langsung. Tidak saja menceramahkan, itulah menurutnya dakwah dengan keteladanan.

“Sistem penjelas terbaik adalah diri kita sendiri, maka jadikan diri kita sebagai Islam yang berjalan, Al Quran yang bergerak. Ajak orang sebanyak-banyaknya menggapai hidayah. Kalau mau selamat ikuti Hidayatullah, karena hidayah Allah itu petunjuk untuk keselamatan,” kata Isnaini.

Hal itu disampaikan Isnaini ketika membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta di Pendapa 4th Floor Media Center, Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Selasa (26/1/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Isnaini mendorong Ketua PW Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta Haniffudin Ibrahim Chaniago dan jajarannya agar terus bersemangat menyambut tantangan di kota metropolitan ini. Isnaini menyebut tim Pemuda Hidayatullah ini sebagai “Kabinet Penakluk Jakarta”.

“Pemuda Hidayatullah kini fokus Jakarta dalam rangka melakukan gerakan Quranisasi dalam bentuk Rumah Qur’an. Karena itu, dalam konteks wilayah, ini harus kita harmonisasikan. Ini perlu keseiramaan, kebersamaan, harmoni dan sinergi,” tukasnya.

Dia berpesan kepada musyawawwirin untuk betul betul memaksimalkan penyelenggaraan Rakerwil untuk mencapai hasil program kerja yang terukur dan berorientasi kinerja dengan memeras pikiran selama acara rapat berlangsung.

“Curahkan semua kemampuan dan peras pikiran Anda untuk menghasilkan program kerja yang berkualitas, rasional, terukur dan objektif, minimal dengan doa. Dan kalau sudah diputuskan maka kita kerjakan, jangan banyak lagi diskusinya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah (PW) Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta Haniffudin Ibrahim Chaniago dalam sambutannya mengatakan Rakerwil ini akan menderivasikan program kerja yang telah diputuskan dalam Rakernas di Kebumen dan memerasnya menjadi program kerja yang disesuaikan dengan potensi dan kearifan lokal.

Hal senada diutarakan Ust. Muhammad Yusri Romadhon Alzami Al Hafidz selaku instruktur Daurah Al Qur’an Pemuda yang juga Ketua Departemen Dakwah Hidayatullah DKI Jakarta, bahwa salah satu kearifan lokal tersebut adalah penguatan Jakarta dari sisi pembinaan keagamaan yang dalam hal ini adalah baca Al Qur’an.

Alzami mengatakan, Al Qur’an adalah mukjizat yang penuh keberkahan. Siapa yang mempelajarinya akan mendapatkan pahala. Namun, dia mengingatkan, belajar Al Qur’an tidak bisa dilakukan dengan pertemuan temporer namun harus tetap dilakukan dengan sungguh-sunguh melalui jalur talaqqi.

“Pembelajaran Al Quran yang terbaik adalah dengan talaqqi. Bisa saja tanpa melalui talaqqi atau belajar tanpa langsung secara sekemuka, tapi itu tidak maksimal,” kata Alzami.

Dia pun juga mengapresiasi target DPW Hidayatullah DKI Jakarta mendirikan 1000 Rumah Qur’an. Menurutnya, hal itu merupakan terobosan yang bagus namun tetap harus memperhatikan mutu dan kualitas pembelajaran.

“Sebenarnya yang paling penting adalah kualitas. Jadi tidak apa apa sedikit tapi berorientasi pada kualitas. Karena Al Qur’an ini memang harus mendalam,” katanya.

Selain itu, ia juga menyarankan agar gerakan dakwah Al Qur’an ini memang dilembagakan agar terus bergulir walaupun setiap tahun ganti kepengurusan.

“Saya lebih cenderung program ini disinergikan dengan peserta tetap dan format waktu tertentu sehingga pembelajaran dilakukan berkelanjutan, daripada digelar perpekan dengan peserta yang tidak tetap,” pungkasnya dalam sesi pemaparan program kerja.(ybh/hio)