Ustadz Nashirul Haq Dorong Kader Dai Terus Tingkatkan Kualitas dan Kapasitas

DENPASAR (Hidayatullah.or.id) — Disela kepadatan agendanya, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah KH Dr Nashirul Haq menghadiri rangkaian acara Rapat Koordinasi (Rakor) Dakwah 5 Wilayah (Bali, NTB, NTT, Maluku & Maluku Utara) dan Daurah Marhalah Wustha se-Bali, 11-14 November di Kota Denpasar, Bali.

Dalam pembukaan acara tersebut, Anggota Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI Pusat yang karib disapa UNH ini mendorong para dai khususnya kader Hidayatullah agar senantiasa membangun kualitas dir dalam berbagai aspeknya.

Dia mengatakan, setiap gelaran kegiatan daurah maupun upgrading yang diselenggarakan adalah diarahkan dalam rangka tersebut, yakni berupaya membangun kualitas dan kapabilitas kader untuk menunjang kiprah pengabdiannya di tengah umat.

“Kader itu harus berkualitas dari ilmunya, ibadahnya, dan skil manajerialnya yang terus dilatih melalui pembinaan-pembinaan rutin atau daurah yang kita lakukan,” katanya.

UNH dalam kesempatan tersebut juga mengajak peserta menyerap esensi daripada Al Qur’an dalam melakukan kerja kerja dakwah yang membumi sehingga objek dakwahnya mendapatkan pencerahan dan petunjuk.

Ia menyebutkan, sebagaimana Al Qur’an surah Yusuf ayat 108 yang mewajibkan setiap dai harus mempunyai ilmu dan menginternalisasi betul apa yang ia dakwahkan, karena itulah bashirah yang dimaksud dalam ayat tersebut.

Ayat tersebut juga, lanjutnya, memuat pola gerakan dakwah sistematis sebagaimana telah diterapkan oleh Rasulullah Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam dan para sahabat.

“Kandungan surat Yusuf ayat 108 ini bahwa kunci keberhasilan gerakan oleh dua hal, yang pertama, pola gerakan yang terstruktur, dinamis, dan sistematis. Dan, yang kedua, adalah adanya kepemimpinan,” imbuhnya.

Dalam acara pembukaan juga turut hadir dan memberikan sambutan Anggota DPD MPR RI Provinsi Bali H. Bambang Santoso. Pada kesempatan tersebut Bambang sempat menyampaikan materi kajian hati.

Ia menekankan keutamaan kebeningan hati dalam mengarungi kehidupan ini sehingga segala aktifitas semaa diniatkan untuk pengabdian hanya karena Allah. Ia mengandaikan itu antara bejana dengan hati.

“Perbedaan antara bejana dan hati adalah ketika bejana diisi, maka akan penuh dan tidak bisa menampung lagi. Tapi ketika hati atau rohani diisi dengan tazkiyatunnafs, zikir, dan mengingat Allah, maka tidak ada batasan mendapatkan kebaikan-kebaikan dan kemuliaan dari Allah SWT,” imbuhnya Bambang,

Rakor Dakwah 5 Wilayah yang berlangsung di Bali ini digelar pada hari Jum’at-Ahad, 12-13 November 2021 (7-9 Rabiul Akhir 1443 H) bertempat di Kampus Induk Hidayatullah Bali yang menghadiran narasumber Ust Nursyamsa Hadits, Ust Shohibul Anwar, dan Ust Iwan Abdullah.

Lalu kegiatan Daurah Marhalah Wustha untuk ikhwan digelar pada Kamis-Ahad, 11-14 Nov 2021 (6-9 Rabiul Akhir 1443 H) bertempat di Kampus Induk Hidayatullah Bali yang menghadirkan pemateri Ust Nashirul Haq, Ust Saleh Usman, Ust Hanifullah, dan Ust Hamim Thohari. Lalu ada juga Daurah Marhalah Wustha Muslimat Hidayatullah.*/Pungki Hurmadani