Tutup Rakernas Mushida, Kabid Organisasi Sampaikan Pesan ini

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Selain menyikapi dengan baik berbagai dinamika internal, Muslimat Hidayatullah juga menghadapi tantangan eksternal yang harus mampu direspon dengan cerdas dan bijak.

Demikian disampaikan Kabid Organisasi DPP Hidayatullah Asih Subagyo ketika menutup secara resmi gelaran Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muslimat Hidayatullah (Mushida) yang digelar secara luring serta sebagian peserta daring selama 3 hari di Kota Depok yang ditutup Ahad (28/3/2021).

Ghazwul Fikr terus terjadi. Sekularisme dan liberarisme terus mengancam. Gerakan feminisme juga semakin menggila. Sehingga Mushida juga harus mampu merespon dan merumuskan solusi ini. Baik untuk internal, maupun untuk menyelesaikan problematika keumatan,” kata Asih.

Olehnya, lanjut dia, Mushida juga dituntut terlibat secara eksternal dengan membuka diri ke ummat, memperkenalkan diri, sekaligus menawarkan solusi dan gagasan untuk membangun peradaban.

Kata dia, ada banyak masalah keumatan seperti bias gender, KDRT, parenting, dan lain sebagainya yang perlu dikaji dalam perspektif Islam dan bersandar dari jatidiri.

Tantangan yang tidak kalah penting adalah generasi mileniel, generasi Y, Z dan sesudahnya. Asih menjelaskan, mereka generasi native digital, tentu memerlukan pola tarbiyah dan dakwah yang berbeda dengan generasi pendahulunya.

“Sehingga Mushida dituntut untuk mampu merumuskan pola dan strateginya,”harapnya.

Disamping itu, untuk membentengi itu semua, disamping dituntut peningkatan profesionalitas, juga menguatkan keimanan bagi seluruh aktivis Mushida. Sehingga GNH dan Halaqah, tegasnya, menjadi syarat mutlak untuk melaksanakan itu semua.

“Sehingga semua yang kita lakukan itu, senantiasa dalam bimbingan Allah SWT,” imbuhnya.

Selaku Kabid Organisasi, pribadi dan DPP Hidayatullah, Asih menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas perjuangan ibu-ibu Mushida, yang rela meninggalkan tugas, anak dan suami untuk mengikuti Rakernas Mushida ini.

Insyaa Allah, semua pengorbanan itu, semoga dicatat sebagai amal shaleh, dan berkontribusi dalam tegaknya Peradaban Islam,” katanya.

Rakernas telah berakhir yang karena itu semua program kerja juga telah tersusun. Asih mengatakan, selama dalam proses tersebut, tentu ada banyak dinamika, silang pendapat, adu gagasan/ ide/ konsep selama musyawarah, baik yang terucap ataupun tidak.

“Jangan bangga (jumawa) jika idenya terpakai, jangan minder jika gagasannya ditinggalkan. Pasti ada hikmah dibalik itu semua. Mari sama-sama beristighfar,” imbuhnya.

Asih menjelaskan, Rakernas adalah salah satu mata rantai dari amanat yang ada di PDO Mushida, menjadi agenda Mushida yang dicantumkan terjadi 3 kali dalam 5 tahun. Sehingga demikian, Rakernas Mushida ini sangat strategis.

“Sehingga tugas PW Mushida sesudah ini adalah, menjabarkan dan melaksanakan program kerja, sesuai dengan kondisi wilayah masing masing. Pilih prioritas program unggulan yang dapat dilaksanakan. Kemudian disinergikan dengan seluruh elemen yang ada di wilayah,” pesan Asih.

Dia menerangkan, inti dari Rakernas adalah musyawarah. Musyawarah merupakan wujud dari adanya jamaah, manifestasi adanya kepemimpinan. Dengan demikian, ada mekanisme organisasi yang berjalan.

“Setelah ini Ketum PP Mushida menjadi dirigent yang mengatur nada dan iramanya, dan mengawal bahwa semua bekerja dalam nada dan irama sendiri, bukan menari diatas gendang orang lain. Tentu akan dibantu Bidang, Departemen, PW, PD dan seterusnya,” tambahnya.

Dalam pada itu, Asih pula mengingatkan bawah dalam manajemen, fungsi yang mudah diucapkan, namun sulit dikerjakan adalah coordinating & controlling. Maka, terang dia, tugas kepemimpinan itu memastikan bahwa semuanya on the right track.

“Pemimpin dituntut untuk tegas, tetapi tetap mengayomi. Dalam setiap implementasi program kerja, mesti dilakukan dengan kaidah 3 M (Musyawarah, Mujahadah, Munajat) serta mengikuti pola Ide (gagasan) – Narasi – Kerja,” ujarnya.

Sebelum menutup Rakernas Mushida ini dengan doa dan lafaz syukur Alhamdulillah, Asih sempat membacakan puisi karyanya. Berikut kutipannya;

Jika Bunda pergi ke pasar
Jangan lupa beli belewah
Jika ingin Mushida besar
Sukseskan program tarbiyah dan dakwah

Sungguh indah bunga melati
Tumbuh mewangi di beranda
Jika ingin jadi muslimah sejati
Jadilah anggota Mushida

Bunga Mawar batangnya berduri
Merah merona bunga seroja
Rangkaian Rakernas telah usai
Kini saatnya untuk bekerja

Makan ikan dengan mas Asih
Cukup sekian terimakasih