Tumbuhkan Motivasi Diri Muslim untuk Menjadi Muallimul Qur’an

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Dr KH Nashirul Haq mengatakan pentingnya menumbuhkan kepercayaan diri dan motivasi umat Islam teurtama bagi kader dan warga Hidayatullah agar senantiasa terpanggil dan bangga menjadi muallimul qur’an.

“Kita berharap bahkan menjadi kewajiban kita untuk menumbuhkan kepercayaan diri motivasi para warga Hidayatullah dan seluruh umat Islam agar mereka terpanggil dan bangga menjadi muallimul qur’an yang dimuliakan oleh Allah SWT dunia dan di akhirat,” katanya.

Demikian itu disampaikan Ustadz Nashirul Haq atau UNH dalam sambutan acara penutupan secara resmi gelaran Training for Trainers Leadership Training Center (TOT LTC) & Lembaga Pendidikan Al Quran Bersanad (LPQ) ke-I Pemuda Hidayatullah di Balikpapan, belum lama ini, dibetik kembali pada Rabu (3/3/2021).

Lebih jauh UNH menyebut pelatihan ini spesial karena pelatihan Al Quran bersanad, dan, seharusnya, tegas dia, Al Quran memang diajarkan secara talaqqi.

Dia lantas mengutip keterangan seorang sahabat tabi’iy bernama Abu Abdurrahman as-Sulami yang mengisahkan bahwa para sahabat Nabi yang mengajarkan Al Quran bahwa mereka menerima (belajar) Alquran dari Rasulullah Saw sepuluh-sepuluh ayat.

Mereka belum akan menerima sepuluh berikutnya sampai mereka tahu apa saja yang mesti diketahui dan diamalkan dalam sepuluh ayat tadi.

“Dengan demikian mereka tahu secara keilmuan dan secara pengamalan sekaligus,” ujarnya.

Atas nama DPP Hidayatullah, UNH memberikan apresiasi kepada Pemuda Hidayatullah yang telah berinisiatif untuk melakukan acara ini yang mudah mudahan dapat berkelanjutan bahkan bisa massif di seluruh tingkat wilayah dan daerah sehingga guru Al Quran semakin banyak.

“Alhamdulillah, Hidayatullah bersama pemerintah dan masyarakat terus bersinergi memberikan layanan keumatan di bidang pendidikan, dakwah dan sosial melalui berbagai program dan amal usaha,” katanya.

Sinergi dilakukan mulai dari bidang kepemudaan, kemuslimatan, pendidikan, di bidang sosial ada badan search and rescue, di bidang ekonomi umat ada Baituttamwil Hidayayatullah, ada Posdai di bidang dakwah, juga Sahabat Anak Indonesia yang melayani anak dhuafa yang membutuhkan perhatian dan berbagai bidang lainnya.

UNH mengatakan, pada usianya sekarang, Hidayatullah telah hadir di seluruh penjuru nusantara dan mancanegara dengan bekal keyakinan, ketaatan dan kesiapan untuk mengemban amanah risalah kenabian.

Dia menyebutkan, Hidayatullah di umur 48 tahun yang lahir di Balikpapan kemudian menjadi ormas pada tahun 2000, ini telah hadir di 34 provinsi, 374 di kabupaten kota, dan memiliki jaringan pondok pesantren 620 yang tersebar di seluruh nusantara.

UNH menukil pernyataan mantan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla yang pernah menganalogikan kader Hidayatullah seperti TNI atau Polri yang hanya dibekali tiket ketika ditugaskan berdakwah.

“Kalau santri Hidayatullah lebih spesial lagi karena kadang kadang tidak dibekali tiket. Kalau anggota TNI dibekali paling tidak ransel, kemudian ada alamat yang dituju, ada tunjangan. Kalau santri Hidayatullah modalnya keyakinan saja,” selorohnya.

Dia melanjutkan, dengan bekal spirit dakwah sebagaimana di dalam Al Qur’an surah Muhammad Ayat 7: Yaaa ayyuhal laziina aamanuuu in tansurul laaha yansurkum wa yusabbit aqdaamakum (Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu), mereka hadir berkhidmat ke tengah umat.

“Dan spirit ini tetap dijaga dan dipelihara oleh santri santri Hidayatullah pada setiap kesempatan. Semuanya siap mengabdikan diri untuk menjadi dai Al Quran,” pungkasnya.

Pamungkas acara Training for Trainers Leadership Training Center & Lembaga Pendidikan Al Quran Bersanad ke-I Pemuda Hidayatullah di Balikpapan ini ditutup oleh Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Dr (HC) Syafruddin Kambo, M.Si.

Penutupan juga dihadiri Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhamad dan pembina serta unsur pengurus Hidayatullah Ummul Quro Hidayatullah Balikpapan.

Turut hadir juga segenap instruktur LPQ dari Pusat Pendidikan Ulama Zuama (PUZ) STIS Hidayatullah, Ketua PW Hidayatullah Kaltim Shabirin Hambali dan Ketua PD Pemuda Hidayatullah Balikpapan Imam Muhamad Fathi Farhat beserta jajarannya. (ybh/hio)