Departemen Kepesantrenan DPP Hidayatullah Targetkan Upgrade 1000 Guru Diniyah

YOGYAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah melalui Departemen Kepesantrenan (Deptren) menggelar kegiatan Daurah Intensif Guru Diniyah yang dimulai pelaksanaa mulai tanggal 10 sampai dengan 21 Maret 2021 bertempat di Kampus Madya Pesantren Hidayatullah Sleman Yogyakarta.

Menurut Ketua Departemen Kepesantrenan DPP Hidayatullah, KH Muhammad Syakir Syafi’i, kegiatan daurah tersebut dilaksanakan dengan target untuk meng-upgrade kompetensi 1000 Guru Diniyah dalam kemampuan mengajarkan kitab sesuai dengan kurikulum yang diberlakukan dalam jaringan Pesantren Hidayatullah di seluruh Indonesia.

“Sejak tahun 2015 lalu, DPP Hidayatullah telah menetapkan kurikulum Pembelajaran Diniyah Berbasis Kitab, sebagai bagian dari Program Sandarisasi Pendidikan Integral Berbasis Tauhid, yang menjadi ciri khas atau muatan lokal pendidikan di Hidayatullah. Tentu saja dengan tetap menjalankan kurikulum nasional yang berlaku, baik yang ditetapkan Kemendikbud maupun Kemenag, sesuai dengan afiliasi yang dipilih oleh masing-masing sekolah Hidayatullah di tiap wilayah,” terang KH Syakir.

Menurut beliau, untuk mencapai target 1000 Guru Diniyah tersebut, Deptren DPP Hidayatullah akan menggelar daurah yang sama di berapa Markas Daurah dalam jaringan Pesantren Hidayatullah di Indonesia.

“InsyaAllah, bila seluruh Markaz Daurah yang disiapkan sudah berjalan semua, maka setidaknya dalam 2 tahun ini target jumlah yang dicanangkan tersebut dapat tercapai,” demikian Ketua Deptren DPP itu menambahkan.

Dalam penjelasannya, sosok kyai asal Madura ini menguraikan, bahwa daurah yang digerakkan oleh Departemen Kepesantrenan Pusat itu terdiri dari 3 level (mustawa), yaitu level dasar/pemula (mubtadi’), level menengah (mutawassit), serta level atas (mutaqaddim). Masing-masing level membutuhkan waktu minimal 10 hari, yang tiap harinya terdiri dari 5 sesi, tiap sesi durasinya 90 menit.

Sementara itu, Ust Jundi Iskandar, Lc, salah satu pembimbing/ instruktur di Markaz Daurah Pesantren Hidayatullah Yogyakarta, menggambarkan suasana yang berlangsung di Markaz Daurah.

“Alhamdulillah, 20 peserta angkatan pertama yang merupakan utusan dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia itu sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan daurah,” kata Jundi.

Ust Jundi menyebutkan, tiap angkatan memang dibatasi 20 peserta (small class), agar efektifitas daurah dapat tercapai secara optimal. Dia berharap semoga semuanya bisa mengikuti kegiatan sampai tuntas, tanpa halangan apa-apa.

“Dan kiranya semangat ini dapat menular dan memotivasi calon peserta di angkatan-angkatan berikutnya,” imbuhnya.

Salah-satu peserta utusan Pesantren Hidayatullah Tarakan, Kalimantan Utara, Ustadz Harmin, mengaku sangat bersyukur dapat mengikut daurah intensif tersebut. Menurutnya, baik materi maupun metode yang diterapkan oleh instruktur, membuat semua peserta penuh semangat dan aktif dalam mengikuti tiap sesinya.

Apalagi, sambung dia, di pagi harinya juga ada selingan kegiatan senam dan out bound, dengan harapan kondisi fisik peserta tetap terjaga kebugarannya.(ybh/hio)