Dai Sarjana Hidayatullah Emban Spirit Khoirunnas Anfauhum Linnas Dimanapun Bertugas

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Prof. Dr. Uman Suherman AS.M.Pd hadir menyaksikan dan membekali dai sarjana STIE Hidayatullah yang menjalani penugasan berlansung di Gedung Aula Utama Sekolah Pemimpin, Pondok Pesantren Hidayatullah, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (16/3/2021).

Prof Uman Suherman membekali para dai sarjana agar dalam tugasnya nanti di berbagai daerah adalah mengemban misi besar yakni memberikan kebermanfaatan kepada kehidupan manusia dimanapun berada.

Pesan tersebut disampaikan seraya menukil sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani dan Daruquthni yang bunyi redaksinya seperti berikut:

ุนู† ุฌุงุจุฑ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ยซ ุงู„ู…ุคู…ู† ูŠุฃู„ู ูˆูŠุคู„ู ุŒ ูˆู„ุง ุฎูŠุฑ ููŠู…ู† ู„ุง ูŠุฃู„ู ุŒ ูˆู„ุง ูŠุคู„ูุŒ ูˆุฎูŠุฑ ุงู„ู†ุงุณ ุฃู†ูุนู‡ู… ู„ู„ู†ุงุณ

Artinya: “Dari Jabir, ia berkata,โ€Rasulullah Saw bersabda,โ€™Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia”

Khoirunnas anfauhum linnas. Itulah yang selalu kita lafaskan, ya Allah berilah aku ilmu yang bermanfaat, berikanklah rezki yang banyak dan berkah dan terimalah amal kebaikanku. Kan, itu yang selalu kita minta kepada Allah,” katanya.

Sebagai dai sarjana, Prof Uman menyampaikan, ia mengemban amanah yang besar untuk mencerdaskan kehidupan. Katanya, bagaimana kesejateraan itu dicapai manakala manusianya cerdas dalam kehidupan.

“Apa yang dimaksud cerdas dalam kehidupan yaitu cerdas bukan masalah IPK, cerdas dalam kehidupan bukan masalah kemampuan bicara tetapi cerdas dalam kehidupan adalah selalu berfikir bahwa ilmu yang kita dapatkan harus bermanfaat dan ilmu yang kita miliki harus menjadi solusi setiap permasalahan yang ada di masyarakat,” imbuhnya.

Oleh karena itu, terangnya, Indonesia sebagai negara yang beragama, diungkapkannya bahwa negara ini dibangun atas 3 landasan tujuan. Pertama, melindungi segenap tumpah darah dan tanah air Indonesia, kedua, meningkatkan kesejahteraan umum. Dan, ketiga, mencerdaskan kehidupan bangsa.

Prof Uman mengatakan, dirinya tertarik sehingga ia datang ke kampus Hidayatullah Depok ini. Dikatakannya, ia datang bukan karena diundang, akan tetapi tertarik pada saat KH DR Abdul Mannan mengatakan bahwa sarjana STIE Hidayatullah akan ditugaskan ke daerah seusai wisuda.

“Maka saya katakan bahwa bangsa ini tidak akan pernah terjual manakala bangsa ini sejahtera. Bagaimana kesejateraan itu dicapai manakala manusianya cerdas dalam kehidupan,” tukasnya.

Beliau menambahkan, apa yang dimaksud cerdas dalam kehidupan bukan terkait dengan tingginya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), cerdas dalam kehidupan bukan juga masalah kemampuan bicara.

“Cerdas dalam kehidupan adalah selalu berfikir bahwa ilmu yang kita dapatkan harus bermanfaat pada umat dan ilmu yang kita miliki harus menjadi solusi setiap permasalahan yang ada di masyarakat,” terangnya.

Pada kesempatan pelepasan penugasan dai sarjana ini turut dihadiri Dewan Pembina Hidayatullah Depok KH DR Abdul Mannan, Ketua STIE Hidayatullah DR. Agus Suprayogi, ST, SE.Sy, M.Si, Senat Akademik Dr Dudung A. Abdullah, pengurus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah dan Direktur Marketing Laznas BMH Tri Winarno.

Tampak pula Ketua Yayasan Hidayatullah Depok Ust Lalu Mabrul, Ketua Departemen Sosial DPP Hidayatullah Imran Faizin, Kadep SDI DPPH Muhammad Arfan, pengurus Posdai Pusat Ust Samani Harjo, dan tokoh agama dan masyarakat serta handai taulan para sarjana dai. (ybh/hio)