2022 IMS Menarget Hadirkan Klinik Kesehatan di 3 Titik

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Lembaga swadaya kesehatan nasional Islamic Medical Service (IMS) menargetkan pengadaan klinik kesehatan umum yang gratis untuk dhuafa di 3 titik di Indonesia pada masa kerja tahun 2022. Sasaran tersebut menjadi salah satu rekomendasi hasil Rapat Kerja (Raker) IMS yang digelar selama 2 hari di Jakarta, 26-27 Januari 2022.

Selain itu, IMS juga berkomitmen kian menguatkan layanan yang telah berjalan seperti program Desa Sehat, Hapus Tato, Khitan Gratis Pelosok Negeri, Aksi Peduli Bencana Nusantara (APBN), Tebar Gizi Nusantara (TGN), dan program kemaslahatan lainnya.

Direktur IMS, Imron Faizin, mengatakan target pengadaan klinik kesehatan tidak saja dalam rangka untuk memudahkan masyarakat dapat menjangkau layanan kesehatan terstandar.

Klinik ini juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan umat di kawasan rentan yang mengalami kendala dalam akses layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas.

“Semoga target ini dapat kita capai yang tentu mengharapkan doa restu serta keterlibatan masyarakat secara luas dalam mendukung ikhtiar ini,” kata Imron.

Dia menambahkan, pihaknya juga berkomitmen terus menguatkan program yang selama ini bergulir, disamping itu pula terus memantapkan sinergi yang telah terjalin selama ini dengan berbagai institusi baik internal maupun eksternal.

Imron menjelaskan, kegiatan Raker IMS merupakan agenda rutin tahunan untuk melakukan berbagai penyempurnaan serta sebagai ajang konsolidasi dan mengevaluasi capaian target program yang telah dicanangkan bersama di awal tahun 2021.

“Ini adalah agenda rutin tahunan yang memang selalu kita gelar dalam rangka memonitoring dan evaluasi program kita pada tahun sebelumnya serta merumuskan program tahun berikutnya,” tuturnya.

Rapat Kerja yang digelar di Pondok Tahfiz Hidayatullah Jakarta Timur ini mengangkat tema, “Penguatan Kelembagaan untuk Menjadi Lembaga Filantropi yang Solid, Kreatif dan Progresif”.

Marwan Mujahidin selaku pembina IMS mengatakan hasil raker ini harus diimplementasi dengan baik, sebab, terangnya, setiap komitmen yang telah diikatkan merupakan janji yang harus ditepati.

“Setiap janji tentunya akan dimintai pertanggungjawaban dan hari ini IMS sudah melaksanakan raker dan hasilnya sudah menjadi konsekuensi untuk diimplementasikan dengan baik,” pesan Marwan.

Dia juga menekankan ejawantah daripada kultur Hidayatullah yang harus menjadi bagian tak terpisahkan dalam setiap kerja kerja yang dilakukan, yakni meneguhkan nawaitu kepada Allah SWT untuk berkhidmat melayani umat dengan penuh semangat dan berdedikasi.

“Kader Hidayatullah tidak mengenal rumus untuk mundur ke belakang, maka dari itu tidak ada alasan untuk tidak semangat dalam mengawal dan menjalankan program-program keummatan,” katanya.

Marwan berharap semoga program-program yang telah dicanangkan IMS untuk tahun 2022 ini dapat berjalan dengan baik sehingga dapat memberikan sumbangsih dan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.*/ Alamsyah Jilpi