Basarnas Bahas Pentingnya Kepemimpinan Kolaboratif dalam Operasi SAR

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Deputi Bidang Bina Tenaga dan Potensi Pencarian dan Pertolongan Basarnas Dr Abdul Haris Achadi, SH, DESS, mengatakan kolaborasi merupakan hal sangat penting dalam operasi pencarian dan pertolongan/ search and rescue (SAR) dalam musibah bencana. Dia menekankan, untuk tercapainya hal tersebut maka mutlak adanya kepemimpinan kolaboratif.

“Basarnas akan mengembangkan terus manajemen kepemimpinan kolaboratif ini karena memang tidak mudah yang juga berkenaan dengan interaksi antar organisasi dan potensi yang ada,” kata Haris ketika menjadi narasumber Bimtek Nasional SAR Hidayatullah bertajuk “Kepemimpinan Kolaboratif Dalam Manajemen Operasi Bencana” di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah Jakarta belum lama ini (28/1/2022).

Haris mengatakan, seringkali saat terjadi bencana orang mengalami keadaan gagap dan gugup. Diharap dengan implementasi kepemimpinan kolaboratif dalam operasi pencarian dan pertolongan pada bencana hal itu bisa dieliminir.

Haris pun tak menampik kadangkala muncul adanya ego sektoral dalam operasi, apalagi dengan jumlah potensi yang jumlahnya tidak sedikit. Dia menyebutkan, di dalam TNI, Polri, Kementerian, dan lembaga pemerintah lainnya memiliki potensi yang luar biasa banyak. Belum lagi potensi dari ormas dan entitas lainnya yang bisa ribuan.

Dalam aksi pencarian dan pertolongan bencana yang terjadi selalu banyak pihak yang terlibat. Ini disebut Haris sebagai konvergensi tim atau kemajemukan tim yang melibatkan banyak sekali potensi baik dari negara maupun dari swasta, ormas, dan masyarakat secara luas.

“Semua buka posko sendiri sendiri. Belum lagi potensi dari ormas bahkan sampai ribuan. Ini positif sebenarnya tapi perlu pengelolaan,” katanya.

Oleh sebab itu, kata Haris, jika potensi yang ada saling merasa paling hebat dan berada di atas dibanding yang lain, maka hal ini kontra produktif dan berpotensi menutup informasi terkait dengan kebencanaan karena menganggap potensinya paling bisa.

“Makanya dalam operasi SAR itu kadang kadang mengangkat satu jenazah saja bisa rebutan orang,” kata Haris.

Oleh karena itu, Haris menegaskan, kepemimpinan kolaboratif dalam operasi pencarian dan pertolongan adalah hal yang amat penting disadari untuk terwujudunya sistem pengelolaan operasi yang sinergis.

Menurut Haris, saking pentingnya kepemimpinan kolaboratif dan perencanaan dalam operasi pencarian dan pertolongan, maka penerapan manajemen kepemimpinan saat di lapangan ini tak boleh dilupakan.

Di sisi lain, Haris menilai, rencana aksi pencarian dan pertolongan (SAR Plan) banyak yang belum dipelajari. Oleh karenanya, Basarnas berkomitmen untuk terus memantapkan aspek ini agar menjadi pemahaman semua potensi.

“Manajamen bencana pada pencarian dan pertolongan ini banyak yang belum dipelajari, bahkan Basarnas sendiri boleh saya katakan 75 persen fokus pada hardskill, (yaitu) keahlian terkait dengan fisik, pencarian, dan pertolongan,” ujarnya.

Menurut Haris, bekal softskill sama pentingnya dengan hardskill yang berkaitan dengan mental dimana hal ini perlu terus dilatih karena terkait dengan kepekaan, kepemimpinan, dan manajemen.

Dalam pada itu, kolaborasi menjadi sesuatu yang prioritas dalam operasi pencarian dan pertolongan namun ketika di lapangan hal ini ternyata tidak semudah yang dikatakan.

Idealnya antar organisasi itu mestinya terjalin partner, tetapi yang terjadi adalah kompetitor. Hal ini bisa saja terjadi jika tiadanya kebesaran hati dan semangat kebersamaan dalam meneguhkan kepemimpinan kolaboratif.

“Kita taunya memimpin orang lain saja tapi lupa memimpin diri sendiri,” imbuh Haris seraya menunjuk hati sebagai penanda kebesaran jiwa.

Di akhir pemaparannya, Haris mengajak untuk selalu membangun dan menguatkan jaringan (network) baik pra maupun pasca bencana sebagai upaya merawat kolaborasi dan silaturrahim antar potensi yang ada.

Haris pun mengapresiasi militansi SAR Hidayatullah sebagai salah satu potensi mitra Basarnas yang secara aktif menjalin komunikasi serta aktif melaporkan berbagai kegiatan dan program yang mereka lakukan. “SAR Hidayatullah luar biasa militansinya,” tandasnya.

Dalam Bimtek Nasional SAR Hidayatullah ini juga menghadirkan narasumber lainnya yaitu Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka/Ketua Komisi Binamuda, Kak Supriyadi yang juga pembina SAR Hidayatullah, Deputi Bidang Dakwah DPP Hidayatullah Ust H. Hamim Thohari, Wakil Ketua Kwarnas/Ketua Komisi Organisasi dan Hukum (Orgakum) Kak Dr. Chairul Huda, S.H., M.H, dan dipandu langsung oleh Komandan Pusat SAR Hidayatullah Irwan Harun.*/Ain