Hidayatullah Dukung Gerakan Tolak Kedatangan Timnas Israel

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Candra Kurnianto, menyatakan dukungan atas gerakan menolak kedatangan tim nasional (timnas) Israel yang akan berlaga pada Piala Dunia U-20 di Indonesia tahun 2023 mendatang.

Dukungan tersebut disampaikan Candra saat menerima kunjungan Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia, dr Sarbini Abdul Murad, di kantor DPP Hidayatullah, Jakarta, Rabu, 5 Muharram 1444 (3/8/2022).

“Kami mendukung kegiatan MER-C menggagas perlawanan atas Israel dan merasa gembira menjadi bagian dari gerakan perlawanan itu,” kata Candra didampingi Ketua Departemen Hubungan Antar Bangsa DPP Hidayatullah, Dzikrullah.

Candra juga mengimbau agar MER-C mengajak juga ormas-ormas Islam yang tergabung dalam Majelis Ormas Islam (MOI) yang beranggotakan 13 ormas. Hidayatullah sendiri, kata Candra, selama ini ikut aktif di majelis tersebut.

Selain itu, bisa juga diajak ormas-ormas lainnya, serta semua elemen masyarakat. Misalnya, para suporter sepak bola di Tanah Air. Candra yakin, jika mereka diberi pemahaman yang benar tentang kekejaman Israel atas Palestina maka mereka juga akan mendukung gerakan ini.

Sebelumnya, MER-C telah menyatakan kepada publik tentang penolakan rencana kedatangan timnas Israel ke Indonesia. Alasannya, hal tersebut melanggar konstitusi Indonesia yang dengan tegas menentang segala bentuk penjajahan di muka bumi.

Menurut Sarbini, Kementerian Olahraga seharusnya mengevaluasi keputusan mereka mengizinkan kedatangan timnas Israel ke Indonesia, dan segera berkoordinasi kembali dengan Kementerian Luar Negeri dan Majelis Ulama Indonesia.

Sarbini menekankan Indonesia perlu mengambil inisiatif segera untuk menolak kedatangan tim nasional (timas) Israel yang akan berlaga pada Piala Dunia U-20 di Indonesia tahun 2023 mendatang.

“Kami mengajak ormas dan tokoh tokoh Islam untuk menolak kedatangan tim nasional Israel yang akan berlaga pada Piala Dunia U-20 di Indonesia tahun 2023,” katanya.

Dengan penolakan ini ia berharap masyarakat Indonesia menjadi tau dan terbuka wawasanya bahwa Indonesia tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel dan pemerintah telah menegaskan tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel sebelum Palestina merdeka.*/Ainuddin