Innalillahi, Pendiri Hidayatullah Ustadz Nazir Hasan Wafat

LAMPUNG (Hidayatullah.or.id) – Kabar duka menyelimuti warga Hidayatullah. Salah seorang dari lima Pendiri Hidayatullah, yaitu Ustadz Muhammad Nazir bin Hasan atau dikenal Nazir Hasan, berpulang ke Rahmatullah.

Sebagaimana informasi dihimpun hidayatullah.com, Ustadz Nazir wafat di Kota Bandara Lampung, Provinsi Lampung, pada Jumat, 14 Muharram 1444H (12/08/2022) pukul 08.00 WIB.

“Semoga ayahanda meninggalkan dunia ini dalam keadaan husnul khatimah,” ujar putra Almarhum Ustadz Nazir Hasan, Zulfikar, disambut “Aamiiin” para jamaah di sela-sela persiapan shalat jenazah Ustadz Nazir, sebagaimana rekaman video diterima hidayatullah.com.

“Innalillahi wainna ilaihi rojuin. Telah meninggal dunia Ustadz Muhammad Nazir bin Hasan dalam usia 80 tahun pada hari Jum’at, 12 Agustus 2022 pukul 08.00.

Semoga Allah menerima amal ibadah beliau dan ditempatkan di sisi Allah yang terbaik,” informasi yang disampaikan Ustadz Fathun Qorib, Putra Pendiri Hidayatullah KH Abdullah Said, kepada para pengurus YPPH Balikpapan, Jumat sekitar pukul 10.00 WITA.

Ustadz Fathun cukup intens menjalin komunikasi dengan Zulfikar terkait kabar duka tersebut.

Keluarga besar Hidayatullah di berbagai penjuru turut berbelasungkawa atas wafatnya Ustadz Nazir Hasan tersebut. Pada Jumat (13/08/2022) sore, ratusan ustadz, santri, warga, dan jamaah Kampus Induk Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, menggelar shalat gaib atas wafatnya Ustadz Nazir Hasan.

Shalat gaib ini digelar di Masjid Ar-Riyadh, dipimpin oleh Pembina YPPH Balikpapan Ustadz Syamsu Rijal Palu.

Pendiri Hidayatullah yang Masih Hidup

Untuk diketahui, Ustadz Nazir Hasan merupakan satu dari lima orang Pendiri Hidayatullah. Ketua Bidang Organisasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Asih Subagyo, menyebutkan kelima Pendiri Hidayatullah tersebut.

“Pertama, Ustadz Abdullah Said; Kedua, Ustadz Usman Palese; Ketiga, Ustadz Hasyim HS; Keempat, Ustadz Hasan Ibrahim, Kelima, Ustadz Nasir Hasan,” sebutnya kepada hidayatullah.com, Senin (14/02/2022) lalu, beberapa saat setelah wafatnya Pendiri Hidayatullah lainnya, Ustadz Hasan Ibrahim di Jakarta, pada Ahad (13/02/2022).

Dari kelima Pendiri Hidayatullah tersebut, saat ini yang masih hidup tinggal Ustadz Hasyim HS yang menetap di Gunung Tembak, Balikpapan, Kaltim.

Dalam suatu wawancara kepada Majalah Suara Hidayatullah–hidayatullah.com di Jakarta, semasa hidupnya Ustadz Hasan Ibrahim sempat menceritakan sekilas mengenai sosok Ustadz Nazir Hasan.

Ustadz Hasan menceritakan sejarah awal-awal perjumpaannya dengan KH Abdullah Said sebelum Hidayatullah berdiri.

Pada awal tahun 1970-an silam, Ustadz Hasan Ibrahim hijrah dari Yogyakarta, untuk ikut bersama KH Abdullah Said mengembangkan dakwah di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Saat itu Ustadz Hasan Ibrahim tak sendiri. Ia berangkat bersama 4 pemuda lainnya yang mempunyai semangat yang sama, yakni Usman Palese, Muhammad Hasyim HS, Nazir Hasan, dan Kisman Amin.

Sebelum memutuskan hijrah itu, Ustadz Hasan Ibrahim dan sejumlah kawannya termasuk Ustadz Nazir Hasan memang telah intens bertemu KH Abdullah Said di Yogyakarta.

“Berulang-ulang kami diskusi dengan Ustadz Abdullah Said tentang perlunya mengembangkan Islam di daerah-daerah tertinggal keislamannya, seperti di Balikpapan (saat itu). Serta, menyelamatkan anak-anak muda dari cengkeraman agama-agama lain yang terus bergerak,” tutur Ustadz Hasan Ibrahim.

Selain Ustadz Hasan, siapa saja yang intens dalam pembicaraan dengan KH Abdullah Said tersebut?

“Ada Usman Palese, Nazir Hasan, Kisman, dan Hasyim HS,” ujar Ustadz Hasan Ibrahim.*/

Sumber: Hidayatullah.com