Tentang Islam dan Indonesia, Pemerhati Ingatkan Pesan Buya Hamka

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Hasil riset peneliti dari Jepang, fakta sejarah menunjukkan bahwa Syarikat Islam adalah organisasi yang secara langsung mendobrak kejumudan, merajut persatuan dan kesadaran untuk menjadi bangsa yang merdeka.

Oleh karena itu pemerhati yang juga pendiri Rumah Sejarah Indonesia Tamadun, Hadi Nur Ramadhan, mendorong kaum muda sadar bahwa Indonesia tidak bisa dipisahkan dari Islam. Pun demikian, Islam tidak bisa dipertentangkan dengan Indonesia.

“Narasi Islam dan Indonesia ini sudah mulai hilang. Bagi saya, Indonesia itu Islam dan Islam itu ya Indonesia,” kata Hadi dalam acara webinar nasional bertajuk “Bergerak Maju Kobarkan Api Kepahlawanan” dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional digelar Pemuda Hidayatullah bersama Laznas BMH disiarkan secara langsung kanal BMHtv dan Nasionalnews, Rabu, 15 Rabiul Akhir 1444 (9/11/2022).

Hadi menukil ungkapan Buya Hamka yang juga dikenal sebagai ulama dan pahlawan nasional, yang mengatakan bahwa tidak perlu ada Islam Indonesia dan tidak perlu juga ada Indonesia Islam.

Oleh sebab itu, Hadi menegaskan, orang Indonesia yang baik tentu akan secara otomatis memperjuangkan Islam karena spirit perjuangan bangsa Indonesia dibangun oleh nasionalisme dan nasionalisme itu dibangun dari relijiusitas atau semangat agama.

“Itulah yang kemudian dibangun oleh para pendiri bangsa dimana mereka sangat menghayati betul bagaimana negara ini tidak bisa dilepaskan dari dari spirit agama,” tegas Hadi.

Pada konklusi sajiannya, Hadi Nur menekankan pentingnya memahami sejarah tak terkecuali berkenaan dengan sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Menurut Hadi, kita tidak akan pernah menjadi orang besar jika selama hidup tidak pernah membaca sejarah orang orang besar.

“Maka untuk menjadi orang besar bacalah riwayat orang orang besar. Dengan membaca dan mempelajari sejarah, itulah salah satu cara untuk menjadi “otaknya” Indonesia dan menjadi pelanjut republik ini,” imbuhnya.

“Ingatlah pesan Kiai Haji Agus Salim, jadilah raja di negeri sendiri. Pemuda yang tidak punya cita cita laksana hidup seperti zombie. Hidup tapi tidak hidup,” tandas penggerak inisasi Melancong Sejarah ini.

Webinar ini menghadirkan narasumber lainnya yaitu keynote spekader Kepala Humas BMH Imam Nawawi, Sekretaris Jenderal PP Pemuda Hidayatullah Mazlis B. Mustafa dan Direktur Eksekutif Badan Koordinasi Nasional (BAKORNAS) Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (LAPENMI) Pengurus Besar (PB) HMI Asran Siara.*/Yacong B. Halike