LTC II Pemuda Hidayatullah Kaltim Ikhtiar Kuatkan Tradisi Pemikiran Islam

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Berangkat dari amanat misi melahirkan kader-kader yang berkualitas dan berperan secara aktif dalam melaksanakan proses pembaharuan (tajdid) di bidang pemikiran Islam, Pengurus Wilayah Pemuda Hidayatullah Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Leadership Training Center (LTC) Angkatan II yang dilaksanakan di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Teritip, Kota Balikpapan, selama 2 hari pada tanggal 24-25 Juli 2021.

Ketua PW Pemuda Hidayatullah Kaltim, Shabirin Ibnu Hambali, mengatakan LTC adalah wadah bagi kader muda untuk lebih jauh memahami pergerakan kepemudaan, menggali potensi, memicu semangat beriqra’ dan mendorong aksi terutama dalam gagasan ideologi dalam ketahanan diri di setiap benturan pertarungan wacana di ruang publik.

Menurutnya, LTC tidak saja dalam rangka membangkitkan kesadaran intelektual yang dapat menjadi perisai dalam menghadapi arus zaman modern, ia juga diharapkan membangun kader yang memiliki kapabilitas untuk menata dan mengelola organisasi di masa mendatang.

“Kita sebagai kader muda harus menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang di sekeliling kita. Tidak hanya cukup untuk diri sendiri, tapi juga untuk rahmatan lil ‘alamin. Dan itu semua paling realistis bisa kita lakukan melalui organisasi Pemuda Hidayatullah,” imbuh Shabirin menegaskan di hadapan peserta.

Dalam penyampaiannya dalam pembukaan LTC yang digelar di Meeting Room Yayasan Hidayatullah Ummulqura Gunung Tembak ini, Shabirin berpesan bahwa kita semua akan menjalani fase usia emas.

“Usia emas itulah masa muda saat ini. Sehingga bagaimana para kader bisa produktif memanfaatkan masa muda itu. Jangan sampai menyesal ketika sudah lewat masanya baru mau mengerjakan hal-hal yang tidak bisa lagi dilakukan di masa tua,” kata Shabirin.

Senada dengan itu, melalui apa yang dikemukakan Fauzan Husain dalam materinya “Kepemimpinan dan Struktur Organisasi Pemuda Hidayatullah”, ia mengatakan bahwa pemimpin bukanlah yang suka meyalahkan anggotanya.

“Pemimpin adalah sosok yang ketika anggotanya tidak mampu mengerjakan sesuatu, dia membantu dengan segenap hatinya,” kata Fauzan yang mengemban amanah sebagai Ketua Departemen Perkaderan PW Pemuda Hidayatullah Kaltim ini.

Kegiatan LTC yang digawangi PD Pemuda Hidayatullah Balikpapan ini dalam keadaan masih diterapkannya PPKM oleh pemerintah sehingga penyelenggaraan pun dilakukan secara hybrid. Karenanya, instruktur yang tinggal di luar Kalimantan Timur menyampaikan materinya via online. Sedangkan yang dari lokal Balikpapan dan Kaltim dapat dilaksanakan secara tatap muka.

Meski dengan keterbatasan itu, tidak mengurangi antusias yang luar biasa dari para peserta. Salah seorang peserta, Mu’iinul Haq, mahasiswa PUZ STIS Hidayatullah, mengaku sangat senang dengan kegiatan LTC ini dan ia berharap hal ini harus terus dilanjutkan ke depannya.

“Semoga ini terus dilanjutkan ke depannya,” katanya.

Mu’iinul yang merupakan santri pertama di Gunung Tembak yang mendapatkan ijazah sanad Al Qur’an ini juga berharap ke depannya LTC ini menyuguhi materi yang sepaket dengan prakteknya secara langsung.

Selama LTC berlangsung, peserta didampingi oleh abangda Rizky Kurnia Sah dan abangda Muzhirul Haq selaku Kepala Departemen Perkaderan dan Kepala Departemen Dakwah Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah. Serta abangda Shabirin dan Abangda Fauzan Husain.

Dalam rangkaian LTC pertama di Balikpapan ini, sebanyak 40 peserta ditraining oleh instruktur nasional dan lokal. PD Pemuda Hidayatullah Balikpapan sendiri menargetkan penyelenggaraan LTC sebanyak 5 kelas -yang masing-masing terdiri dari 20 peserta.*/Ahmad Mukahfi Husain