Pemuda Hidayatullah Kuatkan Peran dengan Research Center

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pemuda Hidayatullah terus berupaya hadir dengan berbagai program yang diusungnya. Untuk menguatkan gerakannya, Pemuda Hidayatullah menjajaki berdirinya pusat riset (research center).

Usulan rencana tersebut telah disampaikan dan dipaparkan ke Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah dalam kesempatan audiensi di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jln Cipinang Cempedak I/14, Otista, Polonia, Jakarta, Rabu (23/6/2021).

Ketua Umum Pengurus Pusat Hidayatullah Imam Nawawi mengatakan, research center ini tidak saja dalam rangka menciptakan iklim dan budaya penelitian dengan berbagai pelatihan metodologis baik pada tingkat pemula maupun lanjutan, melainkan juga meneguhkan eksistensi pemuda.

Research center ini juga meneguhkan kiprah Pemuda Hidayatullah sebagai gerakan intelektual dalam fungsinya menghimpun, membina dan menggerakkan potensi pemuda Islam yang pro aktif dan responsif serta meningkatkan perannya sebagai kader-kader umat untuk kebaikan,” kata Imam.

Menurut Imam, riset hari ini menjadi kebutuhan yang amat penting untuk pengambilan keputusan, mengukur langkah, capaian, program dan rencana tindak lanjut. Hal ini sejalan dengan adagium bahwa kebenaran yang tidak terancang akan dikalahkan oleh kemunkaran yang terorganisir, sistematis, terpimpin dan terukur.

“Sementara untuk melakukan pergerakan yang terorganisir, ia harus berbasis riset dan data. Tanpa ada data yang bisa disajikan untuk ditelaah, dipelajari lalu disikapi, maka selama itu pula kita hanya bergerak tanpa arah yang pasti,” imbuhnya.

Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah Ir Candra Kurnianto menyambut baik ikhtiar tersebut. Tak lupa beliau mengingatkan, fokus gerakan Pemuda Hidayatullah harus selalu dilandaskan pada apa yang sudah menjadi ketentuan dalam kebijakan strategis, pedoman dan anggaran dasar organisasi.

“Lakukan sinergi atau bisa melebur dengan LSIPP,” katanya berpesan.

Beliau menyarankan agar research center yang ingin dibentuk oleh pemuda Hidayatullah ini sekalian melebur saja dengan Lembaga Studi Pengembangan dan Peradaban (LSIPP), sebuah wadah kajian dan pemikiran yang sudah lebih dulu ada namun sejauh ini memang belum masuk ke ranah riset.

Saran tersebut langsung disambar antusias oleh Imam yang dalam kesempatan tersebut turut didampingi Sekretaris Jenderal, Mazlis B. Mustafa, Bendahara Umum, Tri Winarno dan Kadepdatin, Ainuddin Chalik. “Siap ustadz. Mohon selalu doa, arahan dan dukungannya,” kata Imam menyambut arahan tersebut.

Pada kesempatan tersebut turut hadir expert researcher yang juga Direktur Hidayatullah Institute Muzakkir Usman Asyari, S.S. M.Ed yang banyak memberikan masukan tentang dunia penelitian serta ada pula Direktur Program dan Pemberdayaan BMH Pusat, Zainal Abidin, yang memberi pengayaan dari perspektif kemanusiaan dan filantropi. (ybh/hio)