Hidayatullah Tawarkan “Sistem Integral”, Dukung Tercapainya Visi Pendidikan Nasional

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Bidang Tarbiyah DPP Hidayatullah, Ust Tasyrif Amin, M.Pd.I, mengatakan merosotnya moral dan lahirnya radikalisme bukan disebabkan pendidikan agama di sekolah. Karena itu dia menyesalkan adanya usul agar pendidikan agama tidak perlu diajarkan di sekolah karena dianggap memicu radikalisme .

“Penghapusan pendidikan agama di sekolah itu usulan destruktif. Justu kemerosotan moral terjadi karena masih kurangnya pendidikan agama termasuk belum maksimalnya pendidikan agama di sekolah,” kata Tasyrif Amin dalam perbincangan dengan media ini, Kamis (11/7/2019).

Namun, Tasyrif mengaku bisa memahami lahirnya usulan konyol yang salah alamat tersebut. Karena, dia menduga, boleh jadi hal itu lahir karena keterbatasan pemahaman terhadap tujuan pendidikan nasional sebagaimana tertuang dalam UUD 1945 yang mengamanatkan penyelenggaraan pendidikan yang melahirkan insan beriman, bertakwa serta berahlak mulia.

Dalam pada itu, dijelaskan Tasyrif, pendidikan agama memiliki muatan penting tentang toleransi, cinta Tanah Air, adab dan kasih sayang. Nilai-nilai kependidikan agama itulah yang menurut Tasyrif harus diakumulasi dalam satu sistem yang bernama pendidikan integral.

“Karena itu, Hidayatullah menawarkan sistem pendidikan Islam integral berbasis Tauhid. Pendidikan integral ini tidak saja dalam rangka mencerdaskan, melainkan juga merangsang kesadaran budi pekerti yang selaras dengan ajaran agama dan realitas kebangsaan kita,” kata Tasyrif.

Tasyrif menambahkan, penyelengaraan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan UUD 1945 Pasal 31 ayat 5 yang menekankan pengarusutamaan nilai nilai agama dan persatuan bangsa, hanyalah bisa dicapai dengan pendidikan agama yang integral.

“Dalam Islam, tidak ada dikotomi antara satu ilmu dengan ilmu lainnya. Atau antara keilmuan Islam dan keilmuan umum lainnya. Harus integral, yang dalam penyelengaraan dan tujuannya adalah semata dalam rangka meningkatkan keimanan dan menjadi insan beradab,” katanya.

Tasyrif menerangkan bahwa konstitusi negara kita telah memberikan landasan berpikir, landasan filosofis, landasan struktural dan landasan operasional dalam penyelengaraannya bahwa tujuan pendidikan nasional adalah dalam rangka melahirkan insan beriman dan bertakwa.

Ditegaskan dia, melahirkan insan beriman dan bertakwa hanya bisa dengan menyelenggarakan pendidikan agama. Sebab itu, Tasyrif mendorong perlunya memahami landasan pendidikan nasional sebagaimana yang telah diamanatkan konstitusi.

“Dari landasan konstitusi itu akan dipahami bahwasanya pendidikan nasional itu tidak saja menyangkut orientasi dunia, tapi juga berorientasi akhirat,” katanya.

Dengan penerapan pendidikan yang integral, Tasyrif berharap visi pendidikan semakin kokoh guna melahirkan generasi bangsa yang cerdas, amanah dan berbudi pekerti luhur. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.