Yudisium Sarjana Angkatan Pertama STIT Hidayatullah

BATAM (Hidayatullah.or.id) — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Hidayatullah Batam menggelar Sidang Senat Terbuka pada acara Yudisium Sarjana Angkatan Pertama yang berlangsung khidmat di Aula Serbaguna Gedung Hidayatullah Asia Raya, Kampus 2 Putri, Kampus Utama Hidayatullah, Tanjung Uncang, Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (20/3/2021).

Acara yang berlangsung offline dan sebagian dalam jaringan (daring) online ini, dihadiri Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ust Dr. H. Nashirul Haq, Lc, MA., yang juga akan memberikan orasi ilmiah.

Turut hadir anggota Dewan Mudzakarah (DM) Hidayatullah, Ust Ir.Khairil Baits, Ketua Badan Pembina Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Batam, Ust H. Jamaluddin Nur dan anggota, Ketua Badan Pengurus YPPH, Ustadz Khoirul Amri dan jajaran.

Pada kesempatan yang sama, juga hadir Kepala Bidang Pendidikan Tinggi (Kabid Dikti), M.Sidik, sekaligus Rektor Institut Agama Islam Abdullah Said Batam, Ketua STIT Hidayatullah Batam, Mohammad Ramli, M.Pd.I, para dosen, tamu undangan, dan peserta yudisium sarjana yang memadati hallroom tempat acara.

Ketua STIT Hidayatullah Batam, Mohammad Ramli, M.Pd.I dalam sambutannya, setelah mengucapkan penghormatan kepada para tamu, mengajak bersama memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT atas karunia-Nya.

Dengan karunia-Nya sehingga acara Yudisium Sarjana Angkatan Pertama Tahun 2021 dapat digelar dengan diiringi optimisme menyambut masa depan gemilang pada momen yang bersejarah ini di tengah keterbatasan akibat wabah pandemi Covid-19.

Pada kesempatan tersebut, Ramli melaporkan, bahwa setelah melalui proses panjang, menjalani fase tarbiyah di Kampus STIT Hidayatullah Batam selama empat tahun, akhirnya tiba jugalah kelulusan sarjana pada hari ini.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur kepada Allah atas digelarnya acara Yudisium Sarjana Angkatan Pertama, meski dengan keterbatasan akibat wabah pandemi, sehingga ada yang sebagian ikut secara daring. Hari yang bersejarah. Setelah melalui proses tarbiyah yang panjang, akhirnya hari ini adalah kelulusan sarjana bagi mahasiswa,” kata Ramli, yang juga Dewan Senat STIT Hidayatullah Batam.

Ramli menyampaikan bahwa ada 144 mahasiswa yang telah dinyatakan lulus lewat Surat Keputusan (SK) Yudisium Sarjana Ketua STIT Hidayatullah Batam dengan dua program studi, yaitu Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI).

“Ada 144 mahasiswa yang akan kita bacakan SK yudisium nya pada hari ini, dengan klasifikasi: 86 prodi MPI dan 58 PGMI, yang terdiri dari ikhwan dan akhwat, dan secara resmi menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd),” sebutnya di hadapan 108 peserta yudisium offline, dan 36 yang dalam jaringan online.

Dalam pada itu, akademisi asal Pulau Sapeken, Madura, Jatim ini, juga menyampaikan bahwa usai acara kelulusan sarjana, agenda selanjutnya yang menanti adalah penugasan dai sarjana dari DPP Hidayatullah Batam dan Wisuda Akbar.

“Selamat atas gelar sarjananya, semoga ilmu yang didapat selama kuliah berkah dan bermanfaat. Usai acara ini, agenda selanjutnya adalah penugasan dai sarjana melalui SK DPP Hidayatullah dan wisuda akbar. Kalian akan ditugaskan ke penjuru Nusantara untuk berkhidmat kepada umat dan bangsa,” pungkasnya seraya membacakan sebuah pantun.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Pembina Kampus Utama Hidayatullah Batam, Ust H. Jamaluddin Nur memberikan taujih penguatan bagi paracalon wisudawan wisudawati yang baru saja resmi menyandang gelar kesarjanaannya. Hal tersebut disampaikan sebelum orasi ilmiah Ketua Umum DPP Hidayatullah.

Di hadapan ratusan para audiens yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia tersebut, Jamal Nur menegaskan kembali tentang proses perkaderan yang ada di Hidayatullah. Menurutnya, ada tiga proses yang harus dijalani seorang kader agar menjadi kader yang tangguh dan militan.

“Pertama, kader harus memproses diri dengan tilawah. Banyak membaca al-Qur’an. Mengkajinya dengan sungguh-sungguh agar melahirkan ide dan gagasan baru. Ditadabburi. Serta membaca juga fenomena alam yang terjadi. Itu semua proses tilawah,” ujarnya dengan menyebut Surah al-Jumu’ah ayat dua.

Tahapan selanjutnya bagi seorang kader, lanjut Kadep Hubungan Antar Lembaga (HAL) DPP Hidayatullah ini, yaitu tazkiyah, penyucian jiwa. Bagaimana kita ini tampil kepada umat karena punya jiwa-jiwa yang bersih. Punya mental yang kuat. Hal tersebut mesti melalui internalisasi jiwa kader.

“Ternyata, internalisasi tersebut adanya di Surah al-Muzzammil, dengan tujuh azimatnya. Itulah makanya muncul GNH, Gerakan Nawafil Hidayatullah,” tambahnya.

Ketiga, masih menurut Jamal Nur, ada proses taklim, yaitu tradisi intelektual. Ini mutlak keilmuan. Kalau perlu, sudah diupayakan agar memiliki perpustakaan digital. Siapa pun yang datang, katanya lagi, datang untuk membaca. ia datang melakukan proses taklim, proses keilmuan.

“Bisa dibayangkan, rohaninya bagus, intelektualnya juga oke, apa tidak menjadi kader yang luar biasa handal dan militant,” tegas kader yang pernah mengenyam pendidikan nonformal di Kampus Induk Ummul Quro, Hidayatullah Gunung Tembak ini.

Inilah harapan dan tantangan besar bagi para sarjana ini, tambahnya lagi, agar proses tranformasi nilai nilai manhaj kepada para kader muda ini terus berjalan. “Selamat berjuang para sarjana kader, terus berkarya dengan ilmu yang telah didapat,” tandas dai yang pernah tugas di Padang, Sumatera Barat dan Aceh ini.

Yudisium Sarjana untuk angkatan pertama STIT Hidayatullah Batam ini, menetapkan Dewan Senat, yang terdiri dari Ketua Badan Pembina Yayasan, H.Jamaluddin Nur, Ketua Badan Pengurus Yayasan Khoirul Amri, Kabid Dikti M.Sidik, Ketua STIT Hidayatullah Batam, Muhammad Ramli dan Wakil Bidang Akademik Muji.

Untuk diketahui juga, bahwa di Kampus Utama Hidayatullah Batam kini telah memiliki tiga perguruan tinggi; STIT Hidayatullah Batam, Institut Agama Islam Abdullah Said Batam, dan STIT Mumtaz Karimun, Kepulauan Riau.*/Azhari