Ketua MUI Pusat Harapkan PTH Menjawab Tantangan Zaman dan Isyarat Artificial Intelligence

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) seperti teknologi Cloud Computing, Big Data dan Kecerdasan Artifisial (AI) yang telah mengubah budaya pikir dan budaya kerja di masyarakat, Perguruan Tinggi Hidayatullah (PTH) diharapkan mampu menjawab tantangan zaman tersebut.

“Dikarenakan AI terus mengubah sifat pekerjaan, kita dan khususnya STIE Hidayatullah perlu memikirkan kembali pendidikan, keterampilan, dan pelatihan untuk memastikan bahwa setiap orang dipersiapkan untuk pekerjaan di masa depan dan bisnis-bisnis yang memiliki akses kepada orang-orang yang akan membuatnya menjadi berhasil,” kata Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH. M. Cholil Nafis, Lc, Ph.D.

Hal itu disampaikan KH.M. Cholil Nafis, Lc, Ph.D saat menyampaikan sambutan dalam acara Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-VII yang berlangsung khidmat secara virtual dan sebagian luring di Gedung Sekolah Pemimpin, Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, Sabtu (13/3/2021).

Doktor pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini, mengatakan, kini teknologi sudah bisa mewakili pekerjaan manusia, mulai dari soal layanan atau memberi jawaban terhadap masalah pekerjaan. Perangkat teknologi ini dsebut kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Dengan kemajuan tersebut, di masa pandemi Covid-19 ini, teknologi digital menjadi menjadi sesuatu yang menyokong perubahan. Sebab, dengan adanya pembatasan interaksi dan aktivitas fisik, maka infrastruktur dan layanan digital menjadi tulang punggung bagi berbagai kegiatan produktif masyarakat, dunia usaha, dan bahkan pemerintah.

“Artinya masyarakat tetap bisa melakukan interaksi sosial dengan menggunakan teknologi komunikasi, baik melalui media sosial, elektronik atau media lainnya,” katanya.

Gaya hidup digital kini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bagi warga dunia. Demikian juga di Indonesia, kata Cholil, gaya hidup digital sudah menjadi bagian tidak terlepaskan dari hidup dunia dan sebagian besar orang Indonesia.

“Hampir separuh waktu beraktivitas manusia, terutama di kota-kota besar, dihabiskan untuk menggunakan perangkat digital, baik dalam pekerjaan, komunikasi dengan sesama, pendidikan, belanja, maupun hiburan,” imbuhnya.

Namun dia juga mengajak untuk merenungkan, social distancing atau menjaga jarak jangan sampai membuat kita โ€œmati gayaโ€. Kini masyarakat sudah sepenuhnya terbiasa dalam keseharian hidup pada pengalihan ruang fisik ke ruang virtual.

Dia menjelaskan, komunikasi digital sangat dekat di sekitar kita yang sebenarnya berkontribusi besar. Kita tetap bisa bersosialisasi, koneksi dan transaksi melalui berbagai media di era globalisasi, namun hal ini yang menuntut pada kecanggihan komunikasi digital untuk tetap berinteraksi sosial.

Menukil Prof. Dr. Mohd Zakree Ahmad Nazri, Ketua Program Kedoktoran (S3) di Universiti Kebangsaan Malaysia, Kya Cholil menerangkan bahwa kecerdasan buatan adalah Ilmu dan teknik yang tertumpu pada metode komputer untuk memprogram suatu aplikasi dan mesin cerdas dengan meniru kepintaran manusia atau sunnatullah yang memelihara dan mengatur seluruh alam dan isinya yang ada di darat, laut dan udara.

“Sunnatullah adalah suatu sistem dan peraturan yang ditentukan oleh Allah SWT untuk manusia, hewan dan semua jenis makhluk di dunia. Sunnatullah tidak akan berubah dan tidak ada siapapun yang dapat mengubahnya sejak Allah SWT ciptakan sampai kapanpun,” kata beliau seraya menyitat Al Qur’an akhir dari surah Fathir ayat 43, berikut redaksinya:

ููŽู‡ูŽู„ู’ ูŠูŽู†ู’ุธูุฑููˆู†ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุณูู†ู‘ูŽุชูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ููŠู†ูŽ ููŽู„ูŽู†ู’ ุชูŽุฌูุฏูŽ ู„ูุณูู†ู‘ูŽุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุจู’ุฏููŠู„ู‹ุง ูˆูŽู„ูŽู†ู’ ุชูŽุฌูุฏูŽ ู„ูุณูู†ู‘ูŽุชู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุญู’ูˆููŠู„ู‹.

“Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnatullah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnatullah itu”

“Hal yang sama pentingnya adalah mempersiapkan masyarakat dan para pekerja kita untuk perubahan yang akan datang yang akan diakselerasi oleh AI, agar kita mampu menjawab tantangan zaman bahkan dapat menantang kemajuan zaman,” tukasnya memungkasi.

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah menggelar acara Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-VII yang berlangsung khidmat secara virtual dan sebagian luring di Gedung Sekolah Pemimpin, Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, Sabtu (13/3/2021).

Wisudawan Angkatan VII STIE Hidayatullah ini akan ditugaskan berkhidmat di masyarakat ke berbagai daerah di Indonesia. Sebelumnya, selama kurang lebih 6 bulan, mereka menjalani masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di masjid-masjid sebagai bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat. (ybh/hio)