Hidayatullah Institute Paparkan Islamic Worldview Mahasiswa

TANJUNG UNCANG (Hidayatullah.or.id) — Direktur Hidayatullah Institute Ust. Dr (cand.) Muzakkir Utsman, SS., M.Ed, memaparkan materi Islamic worldview di hadapan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Hidayatullah Batam yang sedang menjalani masa Taaruf Kampus di Kampus 2 Hidayatullah Putri, Tanjung Uncang, Batu Aji, Batam Kepulauan Riau, Kamis, 24 Muharam 1443 (2/9/2021).

“Seorang muslim hendaknya melihat dunia dan segala dimensinya, dalam kacamata Islam. Itulah yang disebut dengan istilah Islamic worldview,” kata Muzakkir Utsman di hadapan seluruh mahasiswi baru ini.

Kandidat doktor Malaya University Malaysia ini menguraikan bahwa worldview Islam harus dimiliki seorang muslim, yaitu memandang dengan kacamata wahyu.

“Harus dengan petunjuk Al-Qur’an. Bimbingan wahyu dari Allah,” sebutnya.

Jangan sampai, sebutnya lagi, melihat dunia dan segala dimensinya ini dengan pandangan sekular, liberal, dan materialisme.

“Tentu berbeda. Ada yang melihat hidup ini sebagai proses menjalankan hukum-hukum Allah dan ada yg melihat sebagai kebebasan dirinya,” tegasnya.

Menurutnya, orang yang melandaskan pandangannya pada sekularisme, liberal dan materialisme, ia ingin bebas menurut dirinya sendiri tanpa aturan hidup seperti tak mau punya anak (childfree), bebas untuk berbusana sekehendaknya dan berbagai sikap permisif lainnya.

Kemudian ia menceritakan kisah Nabi Ibrahim ‘alahihissalam yang terdapat dalam Al Quran surah asy-Syuara’, tentang idealisme dan prinsip Tauhid, dan penentangannya terhadap masyarakat penyembah berhala.

Ibrahim ‘alahihissalam melihat bahwa penyembahan pada berhala itu keliru. Berhala berhala itu tidak mendengar dan tidak memberi apapun terhadap hidup ini. Hingga kemudian beliau mendapat petunjuk wahyu dari Allah.

Begitu juga nabi Yaqub, yang mewariskan nilai Tauhid kepada anak cucunya, agar tetap menyembah Tuhan, sebagaimana orang tuanya dahulu, Nabi Ibrahim, Ismail, dan Ishaq.

“Itulah idealisme dan prinsip Tauhid yang mesti menjiwai seluruh kehidupan seorang muslim. Dunia itu kecil, kalau kita punya visi yang besar,” lanjutnya memotivasi peserta.

Dan visi besar itu, lanjut Muzakkir, adalah termanifestasinya nilai nilai Tauhid sebagai inti keimanan dalam seluruh aspek kehidupan.
Prinsip inilah yang menurutnya mesti melekat pada diri setiap muslim dalam memandang segala sesuatu.*/