Diklat SAR Hidayatullah Sulsel Capai 90 Persen Target Penguasaan Teknik

BULUKUMBA (Hidayatullah.or.id) — Diklat Dasar SAR Hidayatullah Sulawesi Selatan sukses digelar selama 10 hari dan ditutup di lokasi pusat kegiatan di Tebing Apparalang, Bulukumba, belum lama ini (27/03/2022).

Kepala Divisi Diklat SAR Hidayatullah Alfarobi Nurkarim mengapresiasi helatan Diklat Dasar SAR Hidayatullah Sulawesi Selatan ini dengan nilai luar biasa baik dari segi penguasaan materi dan teknik aplikasi di lapangan.

“Jika diprosentasikan dalam bentuk persen maka Diklat Dasar SAR Hidayatullah Sulsel kali ini mencapai 90 persen terlaksana dan tercapai,” kata Alfarobi.

Alfarobi, berharap Insya Allah kedepannya akan dilaksanakan lagi Diklat Dasar SAR Hidayatullah di Sulawesi Selatan. Paling tidak, kata doa, dilaksanakan sekali lagi diklat dasar dan 1 kali diklat lanjutan.

“Agar tahun ini bisa tercetak instruktur-instruktur muda yang akan menjadi instruktur di lapangan untuk diklat-diklat selanjutnya dan juga untuk seluruh tim seluruh unit di seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan,” terangnya.

Kegiatan diklat didampingi langsung lima pembina dari pengurus pusat SAR Hidayatullah yaitu Ketua Umum SAR Hidayatullah Irwan Harun, Kadiv Operasi Murdianto, Kadiv Diklat Alfarobi Nurkarim, instruktur Nasional Ahmad Jaya, dan pembina SAR Hidayatullah Saharuddin.

Pada penutupan Diklat Dasar SAR Hidayatullah Sulawesi Selatan, Kadiv Operasi Murdianto mewakili Ketua Umum SAR Hidayatullah menuturkan bahwa tidak kebetulan Allah Subhanahu Wa Ta’ala takdirkan Bulukumba ini sebagai tempat diklat karena dari sinilah sejarah tertorehkan.

“Sejarah pembebasan Irian Barat itu berawal dari Bulukumba ini dimana Presiden Soeharto memesan 40 kapal untuk membebaskan Irian Barat,” ungkap Murdianto.

Peserta diklat 40 orang ini, katanya, diharapankan akan memberi warna dengan rahmat Allah ditebarkan bukan hanya untuk Sulawesi Selatan, bukan pula hanya untuk Indonesia tetapi untuk seluruh dunia.

Sementara itu Ketua SAR Hidayatullah Sulawesi Selatan Armin memberikan penguatan kepada peserta bahwa apa yang diberikan oleh para instruktur adalah untuk meningkatkan kemampuan terbaik para peserta dari sisi kemanusiaan sehingga mampu melaksanakan tugas kemanusiaan nantinya.

“Setiap tempaan yang diberikan oleh para instruktur sampai kemudian membuat perasaan tidak enak dan bahkan sampai muntah-muntah semata-mata diharapkan untuk mengeluarkan sisi terbaik dari diri peserta. Untuk apa? untuk Ahsanu ‘Amala untuk berbuat yang terbaik dari sisi kemanusiaan,” tegasnya.

Instruktur nasional SAR Hidayatullah Ahmad Jaya memberikan apresiasi kepada para peserta Diklat Dasar SAR Hidayatullah Sulawesi Selatan, karena menurutnya untuk materi navigasi yang berhasil memecahkan rekor akurat atas titik koordinat yang telah ditentukan itu.

“Ini sangat luar biasa karena yang bisa memecahkan rekor keakuratan dalam materi navigasi baru peserta diklat di Tarakan dan Sulawesi Selatan,” ungkap marinir TNI ini. */Muhammad Erwin