Momentum Silaturrahim Syawal Teguhkan Madrasah Ramadhan

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr H Nashirul Haq, dorong manfaatkan silaturrahim Syawal sebagai momentum meneguhkan tradisi ibadah sebagaimana telah dilakukan selama menjalani madrasah Ramadhan.

Dalam pada tersebut, beliau mengimbuhkan, Ramadhan juga diharapkan kian memantapkan diri untuk menguatkan kepemimpinan sebagai wasilah meluaskan kebaikan dalam hubungan dengan manusia dan sang pencipta.

“Hakekat kepemimpinan selalu disimbolkan dengan iqomatus sholah dan wa ’atuzzakah. Di sana ada hablum minallah dan hablum minannas dalam rangka hirastuddien dan siasatuddunya, menegakkan agama dan menghadirkan kesejahteraan,” katanya dalam acara Silaturrahim Syawal DPP Hidayatullah beberapa waktu lalu (20/5).

Dengan semangat kepolopran dalam kebaikan itu, Hidayatullah sebagai salah satu jamaah kaum muslimin hadir dengan memadukan spirit imamah, jamaah dan dengan manajemen modern yang memuat nilai kemanunggalan gerakan, harmoni, sinergi, interaksi, koneksi dan kohesi.

“Jangan ada ego sektoral yang masing-masing mengedapankan bidangnya masing-masing, sebab itu terus dikuatkan sinergitas antar lembaga. Tantangan yang kita hadapai saat ini, berbeda dengan pendahulu kita, sehingga diperlukan ijtihad untuk menghadapi masa saat ini,” imbuhnya.

Sebab itu, beliau melanjutkan, kepemimpinan itu adalah merupakan amanah dan tanggung jawab yang berat karena dia datang dari Allah. Karenanya, pesannya, menjalankan amanah kepemimpinan tentulah melibatkan pertolongan Allah Subhanahu wa ta’ala.

Al quwwah al imaniyah, al quwwah ar ruhiyah, sebagaimana pesan dari muassis bahwa saat kita mengandalkan kemampuan otak kita malah tidak jalan, akan tetapi jika menyandarkan pada Allah, semua berjalan dengan mulus,” ujarnya.

Lebih jauh, Ust Nashirul menukaskan, Baitul Maqdis Palestina yang digempur penjajah zionis Israel pada penghujung Ramadhan lalu menuntut kaum muslimin khususnya para kader dan jamaah Hidayatullah untuk terus membela negeri Para Nabi itu, setidak tidaknya dengan doa dan bantuan harta.

“Ramadhan mengajarkan tentang kualitas, sebagaimana lailatul qadr 1 malam setara dengan 1000 bulan. Hal ini bisa dilihat bagaimana kekuatan Palestina terutama Gaza tidak bisa dikalahkan oleh Israel yang secara persenjataan lengkap. Kata kuncinya setiap rumah punya penghafal al Qur’an dan dan ahli ibadah,” katanya.

Silaturrahim Syawal yang berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah ini dihadiri oleh segenap pengurus dan staf dengan penerapan standar protokol kesehatan ketat. Sebagian peserta lainnya mengikuti secara virtual melalui saluran zoom meeting.*/Amanji Kefron