Prof Nuh Kunjungi Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Berbagi Nasihat Kebangsaan

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. Ir. K.H. Mohammad Nuh, DEA, berkunjung ke Pondok Pesantren Hidayatullah Ummulqura Balikpapan di Gunung Tembak, Kelurahan Teritip, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa, 30 Jumadil Akhir 1443 (01/02/2022).

Sebelumnya, Prof Nuh menghadiri acara Pengukuhan PBNU dan Harlah ke-96 Nahdlatul Ulama di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (31/01/2022). Acara ini turut dihadiri oleh Presiden Ir Joko Widodo dan Wapres KH Ma’ruf Amin.

Komisaris Utama Bank Mega Syariah ini hadir dengan penampilan khas kiai Nahdliyin, berpeci hitam, berbatik coklat, dan bersarung warna sepadan, mengenakan sandal kulit model jepit. Tak lupa ia bermasker. Prof Nuh datang ke kampus Hidayatulah didampingi Kepala Cabang Bank Mega Syariah Balikpapan, Yudiyanto.

Prof Nuh mengapresiasi keberadaan dan peran Hidayatullah selama ini bagi umat, bangsa, dan negara. Termasuk dalam dunia pendidikan yang menjadi salah satu arus utama Hidayatullah.

Pada kesempatan tersebut Prof Nuh menyampaikan nasihat kebangsaan dan berharap Hidayatullah terus meningkatkan perannya dalam membangun Indonesia.

“Indonesia itu kan besar sekali, tidak mungkin diselesaikan oleh kelompok tertentu, sama sekali tidak mungkin. Semangat kita pun juga semangat Bhinneka Tunggal Ika, jadi siapapun yang ada di masyarakat ini, yang memiliki cita-cita yang sama, cita-cita NKRI, maka itu harus bekerja sama, harus bersinergi,” ujarnya kepada hidayatullah.com Balikpapan di sela-sela acara itu.

Cita-cita tersebut, urai Prof Nuh, yaitu mewujudkan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia.

“Jadi kita dulu itu waktu merdeka punya janji, namanya janji kemerdekaan. Janji kemerdekaan itulah yang harus kita tunaikan. Karena sebaik-baik orang itu orang yang menunaikan janjinya. Sejelek-jelek orang yaitu orang yang abai terhadap janjinya. Kita semua sebagai warga negara komitmen untuk menunaikan janji kemerdekaan itu,” ujarnya didampingi Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Ummulqura Balikpapan Hamzah Akbar.

Demikian itulah yang Prof Nuh harapkan kepada Hidayatullah dalam membangun sinergi dengan berbagai elemen kemasyarakatan lainnya termasuk tentu ormas-ormas Islam. “(Hidayatullah) TOP,” ujarnya mengapresiasi dengan memberikan penekanan singkat dan khusus pada tiga huruf terakhir itu.

Dalam agenda silaturahim itu, mantan Rektor Institut Sepuluh November (ITS) Surabaya tersebut menyempatkan diri melaksanakan shalat ashar berjamaah di Masjid Ar-Riyadh Hidayatullah Balikpapan.

Setelah itu ia bertaaruf dan memberikan taushiyah kepada seluruh warga, santri, dan jamaah masjid. Ketua YPPH Ummulqura Balikpapan Hamzah Akbar merasa sangat senang menyambut kedatangan Prof Nuh.

“Terima kasih kepada Pak Prof, bisa bermuwajahah dengan kita semua di kampus Ummulqura Indonesia,” ucap Hamzah Akbar yang berpeci hitam dan berbatik saat memberikan sambutan dari podium masjid, di hadapan ratusan jamaah shalat ashar.

Selain itu, Hamzah juga menjelaskan sekilas profil Prof Nuh agar semakin dikenal oleh para santri. “Dulu (beliau) satu periode menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika, setelah itu diangkat jadi Mendikbud lagi,” ungkapnya memperkenalkan sosok Ketua Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI) itu.

Dalam taushiyahnya, Prof Nuh menyampaikan rasa syukur dan bahagianya bisa mengunjungi Kampus Induk Hidayatullah Balikpapan itu.

Prof Nuh juga merasa senang bisa berjumpa dan melihat wajah-wajah para santri.

“Jika saya memandang adek-adek semua ini bukan dengan pandangan biasa, tapi dengan pandangan hati, In sya Allah adek-adek ini selalu menjadi orang yang memberi kemanfaatan kepada bangsa dan negara,” tuturnya di podium masjid.

Suasana silaturahim Prof Nuh itu berlangsung hangat. Para Pengawas serta Pembina YPPH, warga, dan santri Hidayatullah Ummulqura Balikpapan menyambut dengan penuh antusias.

Kehangatan itu tampak pula ketika Prof Nuh bercerita terkait pemuda-pemuda zaman dahulu yang alim lagi cerdas. Setiap menceritakan kisah seorang pemuda, Prof Nuh menunjuk santri secara acak lalu memanggilnya untuk berdiri di samping mimbar.

“Adek coba ke sini, kita contohkan ya,” ujar Ketua Dewan Pers 2019-2022 ini seraya menunjuk seorang santri Sekolah Menengah Hidayatullah (SMH).

“Namanya siapa?” tanya Prof Nuh kepada santri.

“Abdul Hakim,” jawab santri itu.

“Asalnya dari mana?”

“Dari Kalimantan Utara!”

“Kalimantan Utara jauh kah (dari Kalimantan Timur)?”

Santri itu pun geleng-geleng.

“Loh Timur ke Utara kan jauh,” canda Pak Prof disambut tawa oleh seluruh jamaah.

Acara di Masjid Ar-Riyadh itu ditutup dengan pembacaan doa yang dibawakan oleh Ketua Bidang Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan, KH Irwan Budiana.

Setelah Prof Nuh melakukan ta’aruf dan memberi taushiyah di hadapan seluruh jamaah Hidayatullah Ummulqura Balikpapan, dilakukan ramah tamah bersama para pengurus YPPH, dosen STIS Hidayatullah, serta guru SMH, MI RM Putra, dan Ahlus Shuffah di Kantor YPPH.

Sumber: ummulqurahidayatullah.id