Rajutan Kolaborasi BMH-DPW DKI Jakarta Teguhkan Khidmat di Ibukota Negara

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Laznas BMH terus mantapkan sinergi dengan berbagai elemen umat. Kali ini bersama dengan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah DKI Jakarta, rajutan kolaborasi tersebut dikuatkan dalam rangka meneguhkan khidmat dakwah di Ibukota Negara.

Diantara sinergi tersebut adalah menguatkan program pelayanan pemberantasan buta huruf aksara Al Qur’an melalui program Rumah Qur’an.

Dalam upaya tersebut juga, BMH dan DPWH DKI Jakarta melakukan launching Pilot Project Rumah Qur’an Hidayatullah DKI Jakarta di Markas RQ Hidayatullah Jayakarta, Poltangan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (16/3/2021).

Launching Pilot Project Rumah Qur’an Hidayatullah DKI Jakarta ini dibarengi pula dengan peluncuran program 1000 Rumah Qur’an, program 1000 Rumah Literasi dan 1000 Rumah Pemberdayaan serta peresmian beroperasinya Rumah Herbal Sehat Poltangan.

“Ini merupakan ikhtiar gerakan dakwah di DKI Jakarta yang tentu membutuhkan sinergi kolaborasi keterlibatan segenap elemen umat agar program strategis ini bisa memberi daya dukung terhadap kemajuan serta kemaslahatan umat terkhusus masyarakat di Ibukota Negara ini,” kata Ketua DPW Hidayatullah DKI Jakarta Muhammad Isnaini.

Isnaini menyebutkan, saat ini DPW Hidayatullah DKI bekerjsama dengan BMH telah mengelola 128 Rumah Qur’an yang terstandar baik manajemen maupun kurikulum.

Keberadaan RQ tersebut, terang Isnaini, juga tidak lepas dari peran, kontribusi, dan dukungan dari berbagai pihak serta masyarakat Jakarta secara luas atas sambutan mereka yang luar biasa untuk bersama meluaskan dakwah Al Qur’an ini.

Isnaini menyebutkan, Insya Allah ditargetkan tahun 2021 ini akan mengenalkan RQ di DKI Jakarta menjadi 200 Rumah Qur’an. Dalam kesempatan tersebut juga digelar launching unit otlet usaha Nasi Kulit Ayam Jagoan.

Usaha franchise kuliner tersebut merupakan bagian dari program Rumah Qur’an Jayakarta yang lokasinya hanya sepelemparan batu. Hal ini, lanjut Isnaini, dimaksudkan agar Rumah Quran dan para santri mendapatkan pembelajaran wirausaha serta sebagai upaya bangun kemandirian ekonomi.

“Kita juga melihat penting untuk membangun literasi generasi muda, sebab itu kita berikhtiar menghadirkan banyak pusat literasi di Jakarta ini. Kita wajibkan santri untuk setiap hari harus membaca buku minimal 30 menit,” kata Isnaini.

Di lokasi RQ Jayakarta ini juga telah berdiri Rumah Herbal Sehat yang siap melayani beberapa praktek kesehatan alam herbal seperti bekam, fashdu, terapi yumaiho, terapi PAZ , terapi telor dan akupuntur tradisionil.

“Sinergi dan kalobarsi dalam kebaikan itu mutlak kita butuhkan dan harus dilakukan karena itulah titah Allah SWT agar kita menjadi insan bertakwa,” kata Isnaini kepada media ini seraya menukil Al Qur’an Surat Al-Ma’idah ayat 2.

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”

Kolaborasi misalnya dilakukan dengan mendukung program Jakarta Maghrib Mengaji (JMM) yang telah dicanangkan oleh pemerintah atas inisiasi tokoh agama dan masyarakat Jakarta.

“Kedepannya program JMM akan terus kita support dalam hal konten dan pergerakan sehingga bisa memberikan kontribusi untuk masyarakat DKI Jakarta dalam belajar Al Quran,” kata Isnaini memungkasi.

Dalam kesempatan tersebut turut memberikan taujih Ketua Dewan Murabbi Wilayah Hidayatullah DKI Jakarta Ust Muhammad Dirlis Karyadi Al Hafidz. Beliau berpesan kepada para pejuang dakwah untuk terus dekat kepada Al Qur’an dengan membaca, menghafal, menyelami, meresapi, dan mengimaninya dengan sungguh-sungguh.

Beliau mengatakan, seorang dai berarti dia bekerja karena Allah. Sebab itu, orang yang bergabung di Hidayatullah hanya melandaskan tujuannya karena Allah. Dengan Allah SWT di hati, maka orientasinya menjadi bersih dan yakin segalanya pasti tercukupi.

“Sebagai dai kita ini karyawan Allah. Semua yang bergabung di Hidayatullah adalah karyawan Allah yang “digaji” oleh Allah. Jadi kalau masih bertanya uang untuk melaksanakan program maka dipertanyakan iman kita. Angkat saja program, insya Allah uang datang,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan direksi Laznas BMH selaku main support serta unsur berbagai lembaga mitra seperti Islamic Medical Service (IMS), Persaudaan Dai Indonesia (Posdai), SAR Hidayatullah, Gerakan Dakwah Komunitas Taqarrub (Gardakota), Pemuda Hidayatullah, Relawan.org, The Jayakarta House dan lain sebagainya. (ybh/hio)