Prajurit TNI Berlatih di Ponpes Hidayatullah Balikpapan

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) -– Hari masih pagi, sejumlah prajurit TNI bersenjata terlihat memasuki Kampus Induk Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak di Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, tetangga Ibu Kota Negara (IKN). Jangan kaget dulu! Kedatangan pasukan loreng tersebut merupakan bagian dari latihan militer mereka.

Untuk diketahui, beberapa pekan ini, puluhan prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 600/Modang Kodam VI/Mulawarman menjalani pelatihan militer di ujung timur Kota Balikpapan yang berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara. Pelatihan ini dilakukan sebelum mereka ditugaskan ke Papua sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) TNI AD.

Pelatihan militer itu juga digelar di kompleks Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak. Dalam rangkaian kedatangannya ke pesantren itu, para prajurit TNI memberikan pelatihan kepada santri-santri Sekolah Menengah Hidayatullah (SMH) Raadhiyatan Madhiyyah Putra Hidayatullah Balikpapan.

Selain pelatihan baris-berbaris, prajurit TNI yang bermarkas di Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur, itu juga menyampaikan pengenalan seputar dunia kemiliteran. Kegiatan itu melibatkan santri SMH kelas 1-3, berlangsung di pesantren yang dikenal “Hidayatullah Ummulqura” itu, Sabtu (12/03/2022).

Menurut Zen Suprapto, selaku pelatih prajurit TNI itu, kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan para santri terkait dunia kemiliteran.

“Kita ke sini ya untuk coba memerkenalkan dunia kemiliteran kepada santri-santri, seperti ini, dasar-dasarnya saja. Kita berharap nanti adalah adek-adek santri ini tertarik dan bisa ikut di militer,” tuturnya saat diwawancarai Media Center Ummulqura (MCU) Hidayatullah di sela-sela kegiatan tersebut.

“Kami berharap nanti ada dari santri-santri ini yang bisa masuk TNI, apalagi komandan yang sekarang itu beliau senang sekali sama santri, apalagi hafizh al-Qur’an itu lebih diutamakan,” ujarnya.

Kehadiran anggota TNI di Pesantren Hidayatullah juga sekaligus untuk berlatih. Mereka antara lain berlatih mengajar anak-anak.

“Jadi mereka (prajurit TNI) tidak hanya mengajar santri ini aja, tapi mereka kita ajak ke sini sekalian kita suruh belajar mengajar anak-anak, karena yang di sana (menunjuk pasukan bersenjata, red) itu nanti kita mau kirim ke Papua. Nah biar ada basic mengajar, kita suruh mereka (mengajar santri) seperti itu,” ungkapnya.

Dalam kegiatan latihan itu, prajurit dari Yonif Raider 600/Modang tersebut menjadikan kampus Yayasan Ittihaadi Mardhatillah Indonesia (YIMI) sebagai markas pelatihan. YIMI merupakan yayasan sosial di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan.

YIMI beralamat di Jl PDAM, Blukus, beberapa ratus meter di bagian barat Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak. Dalam beberapa pekan belakangan ini, setidaknya sudah dua kali Yonif Raider 600/Modang melakukan pelatihan di sekitaran pesantren dan bermarkas di gedung YIMI. Sejumlah warga pun sempat turut menyaksikan latihan tersebut dan mendengar suara tembakan.

Pelatihan di Balikpapan itu sebagai persiapan para prajurit TNI sebelum ditugaskan ke Papua. Kalau nanti para prajurit itu banyak berinteraksi dengan anak-anak muda Papua, mereka sudah terlatih sejak di Balikpapan memberikan pelatihan.

“Itu pun kalau di tempat mereka nanti (di Papua) ada anak-anaknya, siapa tahu bapak-bapak semua di sana,” canda Zen sembari tertawa kecil.

Pelatihan yang diadakan oleh TNI itu disambut hangat oleh warga dan santri Hidayatullah. Terlihat bagaimana antusiame santri dalam menerima materi dari masing-masing prajurit.

“Keren sih gayanya mereka, tadi saya ikut di pengenalan senjata, ternyata senjata itu ada banyak, baru tahu saya,” ucap Rifky, salah seorang santri, setelah pelatihan di depan gedung laboratorium SMH itu.

“Tadi juga saya sempat megang senjatanya, ya lumayan berat sih, keren juga senjatanya. Saya sebenarnya tertarik ikut TNI, tapi saya takut kalau tugasnya jauh,” lanjutnya berguyon sembari tertawa.

Santri lainnya juga mengungkapkan rasa senang mengikuti materi kemiliteran yang diberikan.

“Ya, senang ikut, tadi saya ikut persenjataan, tadi ada disebutin pasukan apa gitu, tertarik juga saya lihatnya,” tutur salah seorang santri kelas 1 SMH.

Sementara itu, pihak YIMI juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dari pihak TNI lewat penggunaan kampus YIMI.

“Gawi Manuntung Waja Sampai Kaputing. Terima kasih kepada Yonif Raider 600/Modang Kodam VI/Mulawarman atas kepercayaannya menjadikan Kampus Yayasan Ittihaadi Mardhatillah sebagai tempat latihan prajurit Tentara Nasional Indonesia. Semoga bapak Tentara Nasional Indonesia sehat selalu dan menjadi garda terdepan membela negara. Aamiin,” ujar Ketua YIMI Fathun Qorib dalam keterangannya di Balikpapan bersama Ketua Harian Imam Muhammad dan Sekretaris Miftahussalam Mubarak baru-baru ini.

Sebagai informasi, Pesantren Hidayatullah Balikpapan Gunung Tembak terletak pada dua titik lokasi berdampingan di Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur. Lokasi utama pesantren itu disebut Kampus Tarbiyah (Pendidikan), tempat dimana para santri SMH tersebut dilatih oleh prajurit Yonif Raider 600/Modang. Tepat di samping barat Kampus Tarbiyah itu, merupakan Kampus Dakwah, sebuah lokasi pemukiman warga pesantren yang berdampingan dengan perumahan warga pada umumnya. Di samping Kampus Dakwah ini kompleks YIMI berada.

Pada Selasa (15/03/2022) siang, prajurit Yonif Raider 600/Modang itu tuntas menyelesaikan latihannya pada sesi kedua. Sebelum kembali ke markas mereka di Manggar, para tentara berpamitan dengan warga setempat, Ketua RT 47, serta sejumlah pengurus YIMI.

Pihak YIMI kemudian memberikan ucapan terima kasih secara simbolis kepada pihak Yonif Raider 600/Modang. Ucapan terima kasih juga disampaikan pihak TNI kepada pengurus YIMI.

Bukan sekali ini saja. Sudah sejak lama Pesantren Hidayatullah bersinergi dengan pihak TNI termasuk di Balikpapan. Pada Jumat (25/02/2022), pihak Komando Distrik Militer (Kodim) 0905/Balikpapan bersama Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Mulawarman telah mengunjungi Kampus Induk Pesantren Hidayatullah Ummulqura di Gunung Tembak.

Mereka mengadakan kampanye kreatif penerimaan calon bintara (caba) TNI AD TA 2022 bagi santri Hidayatullah Balikpapan di Aula Abdullah Said, Gunung Tembak.

Acara ini diikuti sekitar 140 santri dari Sekolah Menengah Hidayatullah (SMH) Madrasah Aliyah Raadhiyatan Mardhiyyah Putra (MARAMA) Gunung Tembak dan para penghafal Al-Qur’an dari Ma’had Tahfidz Ahlus Shuffah Gunung Binjai.

Acara tersebut bertajuk “Kampanye Kreatif dalam rangka penerimaan prajurit TNI AD Akmil, Sepa PK, Secaba PK, Secata PK serta jalur khusus santri dan lintas agama di wilayah Kodim 0905/Balikpapan TA 2022”.

Kepala SMH Hamimal Mustafa Rizky, menyambut gembira dan berterima kasih kepada pihak Kodim 0905/Bpn dan Kodam VI/Mulawarman itu, atas kedatangan mereka ke Pesantren Hidayatullah.

“Suatu kehormatan khususnya bagi kami di Pesantren Hidayatullah khususnya di Madrasah Aliyah yang telah didatangi tim Kodim 0905/Bpn,” ujarnya dalam sambutannya.

Hamimal menjelaskan, sebelumnya sudah ada sejumlah alumnus Marama yang telah bergabung dan menjadi bagian dari TNI. Baik yang mendaftar di Kalimantan maupun di daerah lain seperti Sulawesi.

“Banyak santri yang ingin ambil bagian dengan TNI tapi mungkin belum ada jalur,” ujar alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini.

Pada era 90-an, cukup sering TNI menggelar latihan di wilayah pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, termasuk menggunakan danau pesantren sebagai tempat latihan berenang.* (Asrijal/ Media Center Ummulqura Hidayatullah Balikpapan)