AdvertisementAdvertisement

Sekjen Mushida Sebut 4 Alasan Masukkan Anak ke Ponpes yang Perlu Diketahui

Content Partner

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Masyarakat Indonesia khususnya pelajar tengah memasuki masa tahun ajaran baru 2023-2024. Para orangtua tentu adalah yang paling sibuk mempersiapkan anak anaknya memasuki jenjang baru fase pendidikannya.

Diantara yang amat terasa hiruk pikuknya adalah kesibukan orangtua mempersiapkan anak anaknya sebagai murid yang akan melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren yang menerapkan sistem berasrama (boarding school).

Selain harus memilah dan memilih tujuan lembaga pendidikan yang akan dituju, orangtua pun harus mempersiapkan segala hal kebutuhan sang anak saat di pondok nanti.

Alasan Mondok

Namun, lebih dari itu, ada beberapa hal yang hendaknya juga tak diabaikan oleh para orangtua saat melepas anak anaknya jauh menempuh pendidikannya di pondok pesantren.

Setidaknya, menurut Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) Ustazah Sarah Zakiyah, ada 4 hal yang mesti dihayati setiap orangtua yang memasukkan anaknya ke pondok pesantren.

Ketiganya tidak saja menjadi titian alasan kenapa orangtua memasukkan anaknya ke pondok, melainkan juga untuk meneguhkan hati dan melapangkan jiwa dengan segala pengharapan yang penuh hanya kepada Allah Ta’ala.

Pertama, kata Sarah, alasan memasukkan anak ke pondok pesantren agar anak merasakan tradisi menuntut ilmu para ulama Islam.

Kedua, agar anak keluar dari zona nyamannya yang dekat dengan keluarga. Disinilah kematangan anak ditempa dengan berproses menjadi pribadi yang mandiri, inisiatif, dan mampu melayani dirinya sendiri.

Ketiga, agar anak dapat mengembangkan fitrah penciptaannya yaitu bergantung hanya kepada Allah Ta’ala.

“Keempat, agar orangtua punya alasan di hadapan Allah Ta’ala kelak bahwa ia yakin anak hanyalah titipan-Nya,” kata Sarah yang dikutip dari status Whatsapp-nya beberapa waktu lalu.

Sarah yang juga Kepala Sekolah SMP Putri Integral Hidayatullah Depok ini lantas menukil istilah TITIP, yang merupakan akronim dari kata Titip, Tega, Ikhlas, Tawakkal, Ikhtiar, dan Percaya.

Kependekan TITIP ini sendiri biasanya selalu tersiar setiap kali gelombang tahun ajaran baru berlangsung seperti saat ini guna mengingatkan orangtua dan juga anak dalam menuntut ilmu di pondok.

Orangtua harus ikhlas menitipkan anaknya ke pesantren. Sudah pasti diiringi rasa tega dimana keduanya, orangtua dan anak, pasti merasakan suasana berbeda. Disamping akan berjauhan, terutama si anak tidak lagi merasakan berbagai kenyamanan yang ada.

Oleh sebab itu, baik orangtua maupun anak hendaklah memantapkan keikhlasan untuk menuntut ilmu yang dibarengi dengan kesiapan untuk menghadapi suasana yang jauh berbeda dari sebelumnya.

Berikutnya, hendaknya menanamkan nilai tawakkal kepada Allah dan dengan kemantapan hati menjadikan ini sebagai ikhtiar untuk meraih kebaikan dan keberkahan dari Allah SWT.

Dan, selanjutnya, memberikan kepercayaan kepada pondok dan segenap sumberdayanya sebagai pengganti peran orangtua di rumah. Sebab, para pendidik di pondok tentu telah dibekali pemahaman yang teguh bahwa mereka adalah ujung tombak dari lahirnya generasi berilmu, cerdas, dan kuat yang kelak akan melanjutkan sujud sujud kita.*/Yacong B. Halike

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Capai Tujuan Pendidikan Nasional dengan Padukan Spiritual hingga Aspek Kepemimpinan

DEPOK (Hidayatullah.or.id) -- Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ust. Dr. H. Nashirul Haq, M.A, mengatakan sistem pendidikan...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img