AdvertisementAdvertisement

Silatnas Hidayatullah dan 50 Tahun Bersama Umat Bangun NKRI Beradab

Content Partner

PEMBUKAAN UUD NRI 1945 menyebutkan, “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”

Kalimat yang menjadi bagian dari preambule UUD NRI 1945 itu menunjukkan bahwa bangsa Indonesia selalu sadar, nikmat kemerdekaan ini adalah rahmat Allah Ta’ala kepada kita semua.

Pada saat yang sama kita juga mesti memahami bahwa perjuangan untuk kemerdekaan merupakan aspirasi mulia dan tinggi yang menjadi pendorong langsung perlawanan terhadap keganasan penjajahan.

Hal itu menjadikan umat Islam di Indonesia bisa leluasa dalam memanifestasikan keyakinan dan semangatnya dalam upaya ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Tentu saja karena memang konstitusi memberi ruang seluas-luasnya.

Dan, Hidayatullah memandang bahwa ini adalah gerbang dan jalan panjang untuk semakin bersyukur dan berkontribusi dalam memajukan rakyat, agama, bangsa dan negara melalui jalur dakwah, pendidikan, dan sosial, ekonomi.

Bersama umat kini Hidayatullah telah setengah abad berkiprah untuk bangsa dan negara, ikut serta mendorong hadirnya negara yang beradab, tepatnya adil dan beradab (Sila ke-2 Pancasila).

Pembakaran Batu Bata

Dalam Silaturahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah 2023 tema yang diangkat adalah “50 Tahun bersama Ummat Membangun NKRI Beradab.”

Hidayatullah memang tidak lahir kecuali dari “rahim” ummat. Sejarah awal hadirnya ormas ini berangkat dari idealisme yang dipancangkan oleh Ustadz Abdullah Said dan sejumlah anak muda di lokus bekas pembakaran batu bata di bilangan Karang Bugis, Balikpapan, Kalimantan Timur pada 5 Februari 1973.

Itulah titik yang akhirnya menjadi pemusatan idealisme yang melahirkan gerakan dakwah dan pendidikan yang didukung oleh ummat, individu, dan pemerintah.

Abdullah Said sangat percaya bahwa idealisme yang dirawat dan dirajut bersama umat dan pemerintah dengan basis nilai-nilai Islam dan konstitusi, pada akhirnya akan menjadi satu arus besar yang menghadirkan karya demi karya kebaikan yang berpotensi sangat bagus dalam memajukan kehidupan, ummat, rakyat, agama, bangsa, dan negara.

Kini atas rahmat Allah Ta’ala, dalam tempo 50 tahun, Hidayatullah telah eksis di seluruh Indonesia dengan layanan umat yang meneguhkan konstitusi negeri melalui jalur pendidikan berupa pendirian pesantren di seluruh Indonesia. Dari titik terpencil hingga di kota-kota.

Bisa jadi ini karena ide brilian Abdullah Said yang dikonstruksi menjadi idealisme. Dan, melalui dakwah serta pendidikan, masyarakat atau ummat juga terdepan mendukung, hingga kebaikan dalam tempo 50 tahun Hidayatullah kini bisa dinikmati sebagian masyarakat dan berarti signifikan bagi sebagian pemerintahan daerah. Kita patut bersyukur atas rahmat Allah Ta’ala ini.

NKRI Beradab

Kita patut bersyukur atas apa yang telah Allah anugerahkan kepada kita pada masa lalu. Dan, kita mesti semakin antusias, berlari kencang, berjuang tanpa lelah, untuk mencapai idealisme yang masih perlu kita wujudkan, yakni NKRI yang beradab.

NKRI yang beradab, artinya penduduk negeri ini, dari rakyat biasa hingga presiden sadar bahwa jalan terbaik untuk menjadi bangsa yang maju, sukses dan berpengaruh adalah dengan menerapkan prinsip dan nilai moral secara kolektif.

Ketika bangsa ini bisa menempatkan orang secara haq, maka NKRI beradab mulai dekat. Kita tahu dimana kepentingan pribadi harus diletakkan. Kita sadar bagaimana menempatkan orang secara benar.

Pendek kata, kita tidak terseret pada cara berpikir jungkir balik, menjadikan tontonan sebagai tuntunan. Atau menjadikan kekayaan sebagai agama dan meninggalkan agama demi kekayaan duniawi.

Sejauh bangsa ini masih kebanjiran sikap orang-orang “berkedudukan” dengan budaya korupsi, manipulatif, menipu dan keburukan lainnya, maka jalan menuju NKRI beradab masih memerlukan jalan panjang. Namun, kita tetap harus optimis, bahwa insha Allah kondisi ini bisa kita hentikan dan ubah menjadi lebih baik.

Dalam Silatnas Hidayatullah 2023 upaya untuk hadirnya NKRI yang beradab harus semakin menjadi kesadaran seluruh elemen bangsa. Mulai dari individu, keluarga, hingga masyarakat yang bertauhid, yang mampu memberi warna positif terhadap konsep pembangunan, mulai dari sektor ekonomi, politik, sosiologi, sains, dan budaya serta lainnya.

Tentu ini butuh sinergi seluruh elemen bangsa. Dan, melalui Silatnas Hidayatullah 2023, ormas ini ingin menegaskan cita-cita besarnya yakni membangun peradaban Islam dengan bersama-sama kita mulai langkah mewujudkan Indonesia yang beradab melalui dakwah dan pendidikan.

Sebagaimana dahulu bangsa ini mencapai kemerdekaan dengan perjuangan luar biasa. Maka demikian pun saat ini, jika kita ingin Indonesia semakin jaya dan mencapai puncak keemasan, maka dari sekarang kesadaran untuk mewujudkan NKRI yang beradab harus menjadi langkah kita semua secara sinergis dan kolaboratif.[]

*) Mas Imam Nawawi, penulis adalah Direktur Progressive Studies & Empowerment Center (Prospect) | Ketua Umum PP Pemuda Hidayatullah Periode 2020-2023.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Meneruskan Estafeta Perjuangan: Transformasi Organisasi Hidayatullah Pasca Wafatnya Para Pendiri

SELASA, 21 Mei 2024, pukul 11.58 Waktu Indonesia Tengah, salah seorang pendiri Hidayatullah, al-Ustadz KH. Hasyim Harjo Suprapto, dipanggil...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img